P A R T 5 4

24.9K 1.8K 341
                                        

Bugh!

Gema tersenyum miring mengusap rahangnya yang terasa nyeri karena Saka menghantam pukulan kepadanya.

“Gue tau ini bukan sifat asli lo! Jujur sama gue, apa yang lo sembunyiin, Gema!” teriak Saka.

Darka segera menahan Saka ketika laki-laki itu berniat memukul kembali Gema. Hanya diam, dan tanpa amarah. Saka memandangnya terkesiap, ini pertama kalinya ia melihat Darka sedingin ini.

“Udah gue duga, lo bakal diem aja,” decih Gema mengikis jarak mereka.

“Lo udah melangkah terlalu jauh, Gema,” desis Darka.

“Kalo gitu jawab! Kenapa selama ini identitas Zergarz tertutup! Kenapa lo bersikap baik-baik aja walaupun kenyataan justru sebaliknya!” sentak Gema kembali berbicara ketika menyadari Darka ingin menjawabnya.

“Oh, atau selama ini lo nyembunyiin identitas biar lebih leluasa? Lebih leluasa nyakitin Arisha, atau lebih leluasa nikmatin tubuhnya tanpa ada satu orang pun yang tau? Gila, ternyata lo—”

Bugh!

Bugh!

Darka memukulinya membabi buta, terus memberikan hantaman tanpa membiarkan Gema membalas pukulannya. Tubuh Gema terkapar lemah di tengah lapangan, wajahnya sudah terdapat lebam yang cukup parah namun Darka terus memukulnya tanpa ampun.

“Jaga ucapan lo tentang Arisha, anjing!”

Gema tertawa. “Munafik! Lo munafik, Darka! Sekarang lo nyesel sama perbuatan lo dulu ke Arisha? Penyesalan lo, gak bisa menghapus sikap buruk lo! Nyatanya lo lebih buruk dari gue!”

“Darka, udah!”

Darka menyentak Saka saat laki-laki itu berniat mencegahnya. Tatapan Darka sudah dipenuhi amarah.

“GUE NGELAKUIN ITU SEMUA BUAT ADIK GUE! SATU LANGKAH LAGI, MUNGKIN GUE BISA TEMUIN DIA. TAPI LO NGANCURIN SEMUANYA, ANJING!” murka Darka. Wajahnya terlihat merah karena amarah yang sudah tidak dapat terpendam. Darka menarik kerah baju Gema hingga membuatnya berdiri.

“Gue sekalipun gak pernah punya tujuan untuk diri gue sendiri. Gue nyembunyiin itu semua cuma karna gue gak mau kalian ikut dalam bahaya! Gue gak mau kalian semua terluka karena keinginan gue buat temuin adik gue! Lo semua gak pernah tau gimana susahnya gue nyari dia,” ujar Darka kali ini menahan agar emosinya tidak meluap kembali.

“Lo bisa marah sama gue. Lo bisa ngasih gue umpatan sebanyak yang lo mau. Tapi jangan Arisha, selama ini dia udah cukup terluka karna gue,” lanjut Darka perlahan melepas cengkeramannya pada Gema.

Darka tersenyum miris karena Gema hanya diam tidak berkutik. “Yang gue gak habis pikir, semuanya justru hancur gitu aja di tangan temen gue sendiri. Temen yang selama ini gue anggap lebih dari keluarga, dan temen yang selalu gue anggap separuh dari nyawa gue.”

Entah mengapa, untuk pertama kalinya Saka melihat penderitaan Darka yang selama ini dipendam meluap begitu saja. Sorot matanya menyiratkan kesedihan.

“Hari ini gue nyaksiin sendiri bahwa seekor anjing bisa gigit majikannya kapanpun dia mau. Kalo bukan karna Zergarz, hari ini lo gak akan pernah bisa berdiri di sini, Gema,” bisik Darka penuh penekanan.

Gema tidak memiliki keberanian menatap Darka. Ya, Gema melakukan kesalahan. Gema melupakan fakta yang sangat penting mengenai hidupnya sendiri.

Di sisi lain, Arisha diam termenung melihat pertengakaran mereka. Sampai akhirnya Arisha memandang Darka yang berjalan ke arahnya. Ketika Arisha menghadapnya, Darka justru berjalan begitu saja tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.

Stop It, Darka! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang