Thank you 1k komentarnya❤ Jangan lupa klik bintang dan komentar setiap paragraf ya❤
Kalau ada typo jangan ragu koreksi yaa❤
Happy Reading❤
***
"Lo ada hubungan sama Arisha?"
Rey yang sedang meneguk minuman sontak tersedak. "Hubungan? Hubungan apa maksud lo?"
Gema mendengus. "Lo paham, njing. Suka lo sama Arisha?"
"Gue temenan doang sama dia, ya sama kayak kalian," ujar Rey menatap Gema dan Saka bergantian. Mereka ada di kantin rumah sakit karena keduanya sedang menjenguk Arisha.
"Temen, apa demen?" goda Saka.
"Temen, emangnya kalau cewek sama cowok deketan harus ada hubungan lebih? Enggak kan? Norak lo berdua."
Saka mengangguk. "Bagus deh."
"Bagus apa?" tanya Gema.
"Gue gak ada saingan."
Plak!
"Arghh!" ringis Saka karena dengan sengaja belakang kepalanya dipukul oleh Gema.
"Bisa gak sih lo hilangin sifat play boy lo?"
Saka menggeleng polos. "Gak bisa. Udah mendarah kulit."
"Mendarah daging goblok!" ketus Gema kesal lalu kembali memandang Rey.
"Eh tapi serius, menurut gue kalo lo ada rasa sama Arisha saingannya temen sendiri cuy, berat!"
Brak!
Saka memukul meja heboh hingga menimbulkan suara. "Udah gue bilang, berat! Lo gak akan kuat! Biar abang Saka aja!"
"Gue lagi ngomong sama Rey, ya bangsat," geram Gema. Kesabarannya selalu menipis jika ada Saka di tengah-tengah mereka.
Saka mencibirkan bibirnya. "Aduh my baby babi-ku ngambek."
"Lo manggil gue babi?"
"Ah, perasaan lo doang kali."
"Anjing! lo ngajak ribut?" sentak Gema.
"Lah kalo gue ngajak berumah tangga beda cerita dong."
"Lo punya masalah apa si sama gue?"
"Lebih baik punya masalah apa punya perasaan?"
Oke, tahan. Tahan, Gema. Saka itu kan, manusia setengah jadi-jadian. Jadi, wajar saja!
Gema mengacak rambutnya frustasi, segera beranjak pergi dari sana. "Dah lah, bisa-bisa besok bukannya masuk sekolah malah masuk RSJ!"
Saka berdeham, sebagai pakar cinta tapi boong, ia tentu harus memberi wejangan pada Rey bukan?
"Jadi, gini Rey. Lo-"
Raut wajah Saka berubah datar karena rupanya ia hanya sendirian di sana. "Oke. Cowok ganteng emang ada aja cobaannya."
*****
Arisha melenguh ketika baru saja tersadar, ia memperjelas penglihatannya saat samar-samar melihat beberapa orang mengelilinginya. Rupanya mereka adalah teman-temannya dan sebagian teman Darka. Rey pun ada di sana.
"Eh Arisha sadar!" seru Saka.
Rey segera bangkit dari duduknya, mendekat ke arah Arisha dan membantu gadis itu ketika Arisha ingin mengubah posisinya menjadi duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stop It, Darka! [END]
Novela Juvenil"Seharusnya lo mati, Arisha. Kenapa lo harus hidup setelah buat orang lain koma?" Sadis, kejam, dan penuh amarah, kalimat yang tepat untuk menggambarkan seorang Darka. Tidak ada yang memiliki keberanian untuk mendekati laki-laki itu. Bahkan, sekada...
![Stop It, Darka! [END]](https://img.wattpad.com/cover/251602222-64-k587073.jpg)