P A R T 4 9

24.5K 1.9K 323
                                        

Udah klik bintang belum?

Tim Dasha atau Tim Reysha?

Tokoh favorite kalian di cerita ini siapa?

****

Remon mengambil handuk kecil dan mengusap keringat yang mengalir di dahinya. Laki-laki itu berada di ring tinju bersama teman-teman geng-nya yang lain.

Seseorang bertubuh besar mendekati Remon, memberikan sebuah amplop coklat yang berisikan uang. "Lima puluh juta."

Remon menyeringai menerimanya. "Lain kali kasih gue lawan yang bisa ngalahin gue."

Orang itu tertawa. "Sip lah!"

Remon memasukkannya ke dalam saku bersamaan dengan ponselnya yang bergetar dan menampilkan nama Rey di layar. Tanpa menunggu ia segera menerimanya walaupun dalam hati bertanya-tanya karena Rey yang menghubunginya.

"Kenapa?" tanya Remon saat panggilan sudah tersambung.

"A-Arisha uhuk! D-dia—"

Rahang Remon mengeras, tanpa sadar ia bahkan mencengkeram kuat ponselnya. "Apa maksud lo, bangsat!"

"A-Arisha d-dalam bahaya. T-tadi—"

"Lo di mana!" sentak Remon.

Perasaannya menjadi campur aduk, saat ini tujuannya hanya pada Arisha.

"Gu-gue di—"

"Di mana, bangsat! Jawab gue buruan!"

"G-gue di daerah perumahan lo uhuk!" jawab Rey terbata-bata.

"Shit! Tunggu gue," kata Remon mematikan panggilanya dan memasukkan ke dalam saku.

Pandangannya menatap sekeliling di mana teman-temannya juga sedang memandangnya dengan bingung. Walaupun sekitar lima puluhan yang berada di sana, namun itu lebih baik daripada seorang diri.

Remon tidak akan pernah mengingkari janjinya. Yang tidak lain, melindungi Arisha lebih dari nyawanya sendiri.

"LO SEMUA, IKUT GUE!"

*****

Rey meringis yang duduk di pinggir jalan sembari menyentuh perutnya yang terasa sakit. Tangannya terdapat lebam, dan ia pun merasakan perih di sekitar wajahnya. Suara deru motor mengalihkan perhatiannya. Sampai terlihat Remon yang turun dari motornya dan segera mendekatinya.

"Mana Arisha? Kenapa lo bisa di sini!" desak Remon yang terlihat khawatir dan berusaha membantu Rey berdiri.

"A-Arisha dibawa, g-gue gak tau mereka siapa," rintih Rey kesakitan.

"Ke mana arah perginya?" tanya Remon.

"Ke sana," tunjuk Rey ke arah kirinya.

"Lo semua bawa dia ke rumah sakit, kasih penjagaan yang ketat. Sebagian di luar rumah sakit, dan sebagian di dalam, apapun yang terjadi tetap jaga dia," ucap Remon menoleh ke arah Rey lalu kembali berkata seraya menunjuk ke enam teman dekatnya. "Kalian berenam, ikut gue. Cabut!"

Rey menatap kepergian Remon yang mengendarai motor dalam kecepatan penuh, dua orang membantu memapah tubuhnya. Saat tubuh Remon yang hilang dari pandangannya, Rey tersenyum tipis. Perasaan khawatirnya dapat teratasi lebih tenang melihat Remon yang tidak main-main dalam menjaga Arisha.

*****

Tubuh Arisha terjatuh ke lantai ketika tubuhnya sengaja di dorong oleh satu orang yang membawanya secara paksa. Mereka membawa Arisha ke dalam gudang, entah di mana letaknya. Namun lokasinya lumayan cukup jauh dari kediaman Arisha. Dalam posisi yang sama, Arisha mendongak menatap beberapa laki-laki yang mengenakan jaket hitam berdiri tepat tidak jauh darinya hingga tidak lama seseorang yang mengusap rambutnya seraya tersenyum miring menghampiri Arisha. Arisha benar-benar tidak mengenalinya karena ini adalah pertemuan pertama mereka.

Stop It, Darka! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang