P A R T 2 4

35.6K 2.7K 404
                                        

Lumayan banyak komentar "Kapan karmanya Darka datang?" Sabar, ya. Dari awal aku bilang kalau alur cerita ini memang panjang, kalau aku percepat resikonya alur yang aku buat akan berantakan. So, I'm sorry. Aku gak maksa kalian buat suka sama cerita ini, kalau kalian gak nyaman gak usah dipaksakan, tidak apa-apa.

Buat yg masih nunggu cerita ini update, aku sangat berterima kasih. Jangan bosen-bosen ya, akan ada waktunya kok di mana Darka bener-bener menyesal :)

Semoga kalian bisa menemani Author menyelesaikan cerita ini sampai tamat, yaa. Thank you❤

“Ke mana aja lo? Masih inget punya temen? Cewek mulu yang diurusin,” sindir Rey ketika Gema baru saja duduk di kursi sebelahnya.

Gema berdecak, namun memang benar, diantara mereka hanya Gema yang terlalu bucin dengan Saras. Laki-laki itu bahkan lebih sering menghabiskan waktu bersama kekasihnya daripada bersama mereka.

“Pada ke mana?” tanya Gema karena hanya ada mereka berdua di kelas.

Rey mengedikkan bahu. “Gak tau tadi sih—”

“REY!” teriak seorang gadis di ambang pintu dengan napas terengah-engah. Hal itu membuat Rey bangkit dari duduknya dan segera mendekati gadis itu.

“Kenapa? Dikejar setan lo?”

“I-itu D-Darka marah sama Arisha, dia ngunciin Arisha di toilet tadi gue—”

Tanpa mendengar penjelasannya Rey segera berlari begitu saja. Langkah Rey terhenti ketika berpapasan dengan Darka. Wajah kaki-laki itu terlihat marah, Darka bahkan menabrak bahunya begitu saja tanpa menghentikan langkahnya. Rey tidak mempedulikannya, ia kembali berlari ke arah toilet.

Darka membuka pintu UKS dengan raut wajah khawatir, ia bernapas lega karena Seyna sudah siuman. Darka mendekat lalu memeluk tubuh gadis itu dengan erat.

“Gue takut, Darka,” lirih Seyna gemetar ketakutan dibalik wajah pucatnya.

Darka melepas pelukannya, membantu Seyna duduk sebelum akhirnya mengusap pipi gadis itu dengan lembut. “Maaf, gue gagal jagain lo.”

“G-gue takut, Darka, gi-gimana kalo tadi lo nggak dateng?” kata Seyna terbata-bata.

Darka menyentuh bahu gadis itu bermaksud menenangkannya. “Tenang, Sey. Lo aman, ada gue.”

“Gu-gue takut—”

“Arisha kan?” potong Darka dengan suara merendah.

“Apa?” tanya Seyna karna tidak mendengar jelas perkataannya.

“Arisha kan yang buat lo kayak gini?”

Suasana hening, keduanya hanya saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

******

Darka mengantar Seyna ke depan kelasnya, Seyna sudah tidak begitu takut karna Darka mampu menghiburnya.

“Masuk, lupain aja kejadian tadi.”

Baru saja Seyna ingin berbicara sebuah teriakan mengalihkan pandangan mereka.

“DARKA!”

Darka membalikkan tubuhnya tepat saat Rey berjalan mendekat dengan tatapan penuh amarah. Tidak mendapat kesempatan menghindar, pada saat yang sama Rey memukul Darka tepat mengenai rahangnya.

“Darka!” pekik Seyna ketika laki-laki itu mendapat pukulan.

Darka berdecih, mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Kali ini Darka menatap Rey dengan nyalang.

Stop It, Darka! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang