P A R T 2 2

36.1K 2.9K 218
                                        

Absen dulu, sudah mulai suka sama cerita ini? Suka aja atau suka banget?

Makin greget, makin kesel, atau makin gak sabar nunggu update?

Yang mau karma datang buat Darka, coba sini ngumpul dulu😚 Klik bintang dulu ya sebelum baca, takut Darka ngamuk nih :(

Happy Reading❤

"Jadi, kamu. Siswa yang membawa mobil ke sekolah?"

Arisha menghela napas, bersandar pada kursi sebelum menatap guru yang lagi-lagi ia lihat belum lama ini.

"Ya," jawab Arisha singkat.

Pak Bagas memijat pangkal hidungnya, menghadapi murid yang tidak ada kapoknya ternyata cukup melelahkan. Bahkan, akhir-akhir ini gadis itu selalu ke luar masuk BK.

"Kamu gak tau peraturan sekolah ini? Sekolah ini melarang siswa membawa mobil pribadi ke sekolah, kecuali ketika mereka sudah memiliki kartu izin mengemudi," tutur Pak Bagas.

"Pak, gini, ya. Kalo bukan pakai mobil, saya harus berangkat pakai apa ke sekolah? Gak mungkin naik odong-odong 'kan, Pak?"

"Masih ada taksi, atau kamu bisa minta a
ntar orang tua kamu, kenapa kamu terus membuat alasan?"

Arisha tersenyum miris. Orang tua? Saat ini Arisha bahkan tidak tahu di mana keberadaan orang tuanya semenjak hari itu.

"Mobil saya itu jarang di pakai, Pak. Bahkan, hampir gak pernah. Sayang 'kan, kalo tiba-tiba nanti gak bisa digunain? Bapak mau tanggung jawab?"

Pak Bagas menggelengkan kepalanya frustasi. "Besok suruh orang tua kamu menemui saya."

"Gak bisa, Pak," balas Arisha.

"Gak bisa? Saya ingin berbicara dengan orang tua kamu, Arisha," tegasnya yang mulai kesal menghadapi tingkah laku muridnya.

"Gak bisa karna saya sudah gak punya orang tua."

"Saya sedang tidak bercanda, Arisha. Kalau orang tua kamu sibuk, kamu pasti punya wali 'kan? Suruh dia datang dan bertemu saya. Sekarang kamu boleh pergi," ucapnya yang tanpa direspon apapun karena Arisha segera pergi begitu saja.

*****


"Lo dari mana aja?" tanya Seyna yang sedang duduk sendirian di tengah kantin karena menunggunya datang. Darka tidak menjawab, laki-laki itu hanya duduk di sisinya lalu mengalihkan pembicaraan.

"Lo udah pesen makanan?" tanya Darka.
Seyna mengangguk. "Udah kok. Tadi gue--"

Perkataan Seyna terhenti karena seseorang tiba-tiba duduk di tengah-tengah mereka. Arisha, lagi-lagi gadis itu tersenyum menatap mereka bergantian.

"Hai."

"Arisha?" Seyna mengerutkan dahi, ini pertama kalinya Arisha bergabung dengan Seyna dan Darka.

"Kenapa? Kok kayak kaget gitu? Harusnya lo seneng dong, karna kita bertiga akhirnya kumpul bareng lagi." Arisha menoleh ke arah Darka. "Iya kan, Sayang?"

"Tunggu. S-sayang? Maksudnya?" tanya Seyna.

"Ya ampun, Darka gak ngasih tau lo?"

Seyna menatap Darka yang juga sedang memandangnya datar, tetapi laki-laki itu hanya diam tanpa berniat mengatakan apapun.
Arisha menunjukkan tangan kirinya yang terdapat cincin kepada Seyna. "Gue tunangannya Darka. Beruntung banget, ya, jadi gue?"

Stop It, Darka! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang