Siapa yg nungguin part ini?
Di part sebelumnya banyak komentar yg nggak aku pahami, seperti gak puas sama endingnya, endingnya gak sesuai ekspetasi, dll. Padahal, aku udah bilang bahwa akan ada squel, yg mana cerita ini akan dilanjutkan. Bahkan ada ekstra part untuk menjelaskan kejanggalan dari part" sebelumnya. But, aku gak permasalahin itu kok karna aku tau ketidaksabaran kalian sudah meronta-ronta wkwk, aku cuma minta pengertian kalian aja ya :) Terima kasih sudah menunggu cerita ini update, terus dukung author, ya! ;)
Part ini menjelaskan saat pertemuan Darka dan Seyna sebelum kejahatannya terbongkar ya. Aku menjelaskannya bertahap kok, ekstra partnya antara tiga atau lima part setelah itu lanjut squel❤
Happy Reading❤
***
"Terima gue, dengan begitu gue gak akan ganggu Arisha lagi."
Darka yang berniat kembali masuk ke dalam rumahnya, membalikkan badannya hingga bertatapan dengan gadis itu, Seyna. Bukannya menjawab, Darka justru tersenyum lalu mengikis jarak mereka.
"Akhirnya," ucap Darka ambigu. Membuat Seyna mengerutkan dahi tidak mengerti.
"Maksud lo?" tanya Seyna.
Raut wajah Darka kembali datar. "Akhirnya lo nunjukkin kalo lo murahan."
Seluruh kukunya terlihat memutih karena gadis itu mengepalkan kedua tangannya. Sangat kuat, tatapannya berubah tajam seolah tidak percaya Darka mengatakan hal yang cukup buruk kepadanya.
"Karna Arisha? Cuma karna Arisha lo berubah drastis kayak gini?" Seyna menggeleng tidak percaya. "Atau jangan-jangan lo beneran udah ngerasain tubuhnya? Makanya belain dia-"
"Jangan samain Arisha dengan lo, lo itu kotor, Seyna," desis Darka.
Seyna tertawa mendengarnya. "Kita sama-sama kotor, Darka. Lo pikir siapa yang lebih nyakitin dia? Siapa yang lo permaluin di depan umum selama ini?"
Darka bungkam. Seyna selalu memutarbalikkan fakta terhadapnya. Gadis ini benar-benar licik, Darka tidak mengerti apa yang ada dipikiran gadis itu saat ini.
"Lo bisa selesain semuanya sekarang kalo lo mau. Jadi milik gue, dan gue akan lepasin Arisha," lanjut Seyna.
"Gak akan, sebelum gue liat kematian lo," tegas Darka.
"Jangan terlalu kasar sama gue, Darka. Jangan buat gue berbuat nekat seperti sebelumnya," ujarnya tersenyum miring.
"Apa tujuan lo sebenernya? Kenapa lo benci sama Arisha? Sahabat lo sendiri," ucap Darka ingin mengetahui jawaban yang selama ini ia cari.
Senyuman di wajah Seyna memudar tepat saat Darka menyebutkan nama Arisha.
"Karna dia ngerebut lo dari gue," tekan Seyna.
"Rebut? Jelas-jelas lo yang pertama kali kenal Arisha sebelum kita bertiga sahabatan. Lo juga yang bilang kalo gue dan Arisha seperti kakak buat lo, kita pelindung lo, lo lupa sama apa yang udah lo bicarain?" tanya Darka tidak habis pikir.
Ya, persahabatan mereka bermulai saat Seyna memperkenalkan Arisha kepadanya. Saat itu mereka bertiga mulai menghabiskan waktu bersama. Kemanapun dan dimanapun mereka selalu bertiga, seolah tak akan terpisahkan. Hanya karna sebuah kecelakaan yang memisahkan ketiganya, kini mereka semua seperti orang asing yang tengah menyimpan dendam.
"Karna saat itu gue bodoh! Saat ini, gue bukan Seyna yang dulu. Gue bukan Seyna yang lemah, gue bukan Seyna yang butuh perlindungan lo! Dan Arisha? Dia itu cuma benalu di hidup kita, Darka. Semenjak ada dia hidup kita selalu berantakan kan? Seandainya Arisha gak ada, sekarang pasti kita bahagia," ucap Seyna yang sama sekali tidak merasakan bersalah sedikitpun. Ya, sepertinya gadis itu sudah tidak memiliki akal sehat.
"Gue cuma mau memperbaiki kesalahan gue. Gue yang bawa Arisha masuk ke hidup kita, jadi biarin gue nyingkirin Arisha, dan setelah itu semuanya baik-baik aja. Simple kan?"
"Gue bener-bener gak ngerti sama lo ya, Sey. Kenapa? Kenapa lo jadi kayak gini?"
"Iya, kenapa? Kenapa lo ngerubah gue kayak gini, Darka?" Seyna berbalik tanya pada Darka.
Darka membuang pandangan ke arah lain, berbicara dengan Seyna seolah tidak ada habisnya.
"Darka, gue-" Perkataannya terhenti karena Darka berbalik untuk pergi meninggalkannya. Seyna segera menariknya agar mereka kembali berhadapan.
"Darka gue suka sama lo! Gue sayang sama lo lebih dari seorang sahabat. Kenapa lo gak bisa ngertiin perasaan gue!" sentak Seyna.
"Kalo lo emang punya perasaan, lo gak mungkin nyingkirin sahabat lo sendiri," sarkas Darka.
Darka membencinya. Ralat, Darka benar-benar sangat membencinya. Hanya karena Arisha ia harus mendapatkan kebencian yang sangat besar dari Darka. Ya, inilah alasannya. Alasan mengapa ia sangat membenci Arisha. Baginya Arisha hanyala sebuah kotoran yang harus ia singkirkan bagaimanapun caranya.
"Ternyata Arisha udah berhasil ngerubah lo, ya? Padahal niat gue mau ngasih lo solusi terbaik, tapi karna sikap lo yang kayak gini, gue jadi berubah pikiran," tuturnya menyeringai.
"Okey. Lindungin dia, lindungin Arisha sebanyak yang lo mau. Jaga dia baik-baik sebelum gue singkirin dia tepat di depan lo."
Seyna mendekat, jarak di antara keduanya sangatlah tipis. Gadis itu hanya tersenyum penuh arti. Ingatannya kembali pada sebuah kecelakaan yang sudah ia susun satu tahun lalu. Kecelakaan di mana sebuah fakta besar hanya dirinya yang tahu.
Senyumnya menyeringai saat netranya menangkap tubuh laki-laki sedang mengusap surai seorang gadis yang memiliki wajah sama persis dengannya terbaring lemah di brankar.
Ini saatnya, ia sudah cukup muak hanya berdiam diri seraya menyaksikan semua ini yang seolah drama baginya.
Hidup gadis itu selama ini baik-baik saja tanpa adanya penderitaan. Jadi, bukan masalah besar bukan jika dirinya memainkan peran seorang gadis yang tengah tertidur di sana? Begitulah pikirnya.
Menyadari laki-laki itu sudah pergi, gadis itu segera masuk ke dalam ruangan yang sama. Ia menyunggingkan senyuman saat tangannya terulur mengusap pipi gadis yang masih memejamkan matanya.
"Wajah kita sama, tapi kenapa lo gak pernah anggap gue? Tapi gak masalah, karna saat ini lo lagi nebus kesalahan lo kan?"
Selama ini ia hanya hidup sendirian, namun belum lama ini ia dikejutkan dengan seorang gadis yang memiliki wajah yang sama dengannya. Saat itulah, ia harus bersenang-senang.
"Terus tidur kayak gini, ya? Nanti gue kasih hadiah yang menarik buat lo. Ah iya, Arisha. Kayaknya gue harus nyingkirin dia, lo gak akan marah kan? Kita kan saudara," ujarnya menyeringai. Ia seolah menikmati pembicaraan dirinya sendiri.
"Selama ini gue tinggal sendirian, tanpa kasih sayang, dan tanpa keluarga. Gue harus kerja banting tulang biar bisa hidup. So, kali ini kita bertukar peran, ya?"
Tangannya terulur menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Seyna yang terlihat pucat.
"Nikmatin tidur panjang lo, Seyna. Gue yang akan ambil alih semuanya. Hidup lo, teman, cinta, semua yang lo punya akan ada di genggaman gue," ucapnya kali ini mendekatkan wajahnya pada telinga gadis itu.
"Karna mulai hari ini, gue akan hidup dengan nama ... Seyna Natasya."
.
.
.
.
.
.
Ada yang nungguin squel gak nih?
Masih ada ekstra part yaaa. Mau next gak nih?
Spam next di sini yaa❤
See you next chapter!
KAMU SEDANG MEMBACA
Stop It, Darka! [END]
Fiksi Remaja"Seharusnya lo mati, Arisha. Kenapa lo harus hidup setelah buat orang lain koma?" Sadis, kejam, dan penuh amarah, kalimat yang tepat untuk menggambarkan seorang Darka. Tidak ada yang memiliki keberanian untuk mendekati laki-laki itu. Bahkan, sekada...
![Stop It, Darka! [END]](https://img.wattpad.com/cover/251602222-64-k587073.jpg)