“Lo liat itu? Lo hampir mati, Sha! Itu semua udah direncanain, percaya sama gue!”
Arisha menyentak Darka hingga cekalannya terlepas, tatapan Arisha berubah tajam saat memandangnya. “Gue hampir mati karna lo yang ada di deket gue!”
“Sha,” ucap Darka pelan tidak percaya yang ia dengar.
“Gue capek ngasih lo peringatan berkali-kali, Darka! Lo harus inget kalo gue belum maafin lo, jadi jangan pernah berpikir ngalihin kesalahan lo ke Amara,” tekan Arisha sebelum pergi dari sana.
Kedua tangan Darka terkepal kuat, sebenarnya siapa yang sedang bermain-main dengannya?
*****
“Mon, markas kita dibakar.”
“Bangsat!”
Tangan kanan yang terkepal ia hantamkan ke dinding di hadapannnya. Deru napasnya tidak beraturan, wajahnya terlihat merah hingga yang lain tidak berani bersuara.
“Kita masih gak tau siapa yang bakar, karna setau gue kita gak pernah punya musuh. Lo tau sendiri kan, geng kita gak pernah nyari masalah sebelum orang lain duluan yang mulai,” sahut yang lain.
“Cari tau siapa yang berani nyari masalah sama kita,” tegas Remon berusaha menormalkan napasnya.
Remon duduk di kursi seraya berpikir. Ini pertama kalinya seseorang membuat masalah dengannya hingga separah ini. Sebelumnya mereka hanya bertengkar ataupun saling memukul.
“Akhir-akhir ini ada yang buat kalian curiga gak? Ada yang ngikutin kalian, atau ancaman. Apapun itu, ada gak?!” tanya Remon menatap satu persatu teman-temannya.
“Gak ada, Mon. Gue berani jamin, belakangan ini juga yang lain sering ke markas. Tapi kemarin karna ada perkumpulan geng, markas kita kosong,” ujarnya mengingat kejadian kemarin.
“Bangsat,” umpat Remon pelan.
Remon mengeluarkan ponsel dari sakunya saat menyadari adanya pesan masuk. Dahinya mengerut mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.
+6288219xxxxx
Arisha, atau Amara? Nyawa siapa yang lo pilih?
Cengkeraman pada ponselnya mengerat, seseorang sedang bermain api dengannya. Namun saat ini, Remon tahu, siapa yang harus ia temui.
*****
“Kita gak bisa kayak gini terus.”
Darka, Rey, dan Saka memandang ke arah Gema yang tiba-tiba berbicara. Saat ini mereka sedang berkumpul di rumahnya mengingat kedua orang tuanya yang bekerja.
“Maksud lo?” tanya Darka.
Gema menatap Darka jengah. “Lo tau maksud gue. Sebenernya kita ini siapa sih buat lo?”
Saka memandang keduanya takut, jika tidak dihentikan mungkin keduanya akan bertengkar. “Eh PS kuy, kemaren lo kan—”
“Gak usah basa-basi, apa maksud lo ?” tanya Darka tidak mempedulikan Saka. Sedangkan Rey, ia hanya memperhatikan mereka.
“Jujur sama kita. Apa tujuan lo? Apa tujuan lo nyembunyiin identitas kita semua? Jawab gue!” sentak Gema. Hal itu sontak membuat Saka menahan Gema yang berdiri berniat menghampiri Darka.
“Gue udah bilang, kalian gak perlu tau!” balas Darka tajam.
“Asal lo tau, sekarang semuanya berantakan. Gak bisa di atur! Sekarang lo bahkan bersikap gak peduli, gue udah cukup sabar berhadapan sama lo, Ka!”
“Berantakan apa? Itu kan tanggung jawab lo, gue percayain itu semua ke lo, Ge!”
“Lo berdua berantem kayak gini malah buat semuanya makin hancur, sadar gak sih?” tanya Rey menatap keduanya bergantian. Namun tidak ada yang menggubrisnya.
“Lo gak bisa terus-terusan nyerahin semuanya ke gue. Kalo lo masih mau gue yang handle semuanya, jujur sekarang juga,” tegas Gema.
Darka dibuat bungkam karena perkataan Gema. Yang lain bahkan tidak ada yang bersuara sampai akhirnya Gema kembali berbicara.
“Liat? Diem kan lo? Capek gue lama-lama!” ketus Gema mengambil tasnya dan segera pergi dari sana dengan kemarahan.
Darka hanya dapat menatap kepergiannya, tatapannya beralih pada bingkai foto yang menunjukkan dirinya, dan juga adik perempuannya dengan tatapan nanar.
*****
“DARKA!”
“DARKA, KELUAR LO, BANGSAT!”
Perhatian seluruh siswa yang berada di sepanjang koridor terkunci pada Remon yang berjalan memasuki kelas Darka. Kedua tangannya terkepal, raut wajahnya terlihat marah.
Darka yang menyadari kedatangan Remon segera menutup bukunya, tepat saat ia ingin bicara Remon justru memukul rahangnya cukup kuat.
Bugh!
“Apa-apaan lo?” tanya Darka menahan amarahnya.
“Mana Seyna? Di mana lo sembunyiin dia hah?!”
“Seyna?” Darka tertawa miris. “Mana gue tau, anjing!”
“Gak tau? Yakin lo? Selama ini lo yang selalu lindungin dia kan? Di mana dia, bangsat! Bisa-bisanya dia ngancem gue! Oh, atau jangan-jangan lo yang ngancem gue?” tanya Remon teringat bagaimana kasarnya Darka pada Arisha.
“Gak waras lo hah!” sentak Darka.
“Bacot!”
Bugh!
Bugh!
Remon tidak segan-segan memberi pukulan bertubi-tubi pada Darka. Wajahnya sudah terlihat lebam, berbeda dengan Remon yang tidak memiliki luka sedikitpun. Laki-laki itu tidak memberi kesempatan Darka untuk melawannya.
“Lo salah kalo anggap gue gak tau semuanya, Darka! Gak akan gue biarin lo nyakitin Arisha untuk kedua kalinya!”
Darka yang terbaring di lantai dan meringis kesakitan sontak memandang Remon, dengan perlahan ia bangkit berdiri lalu mencengkeram kerah Remon.
“Buat apa gue nyakitin Arisha? Gue gak tau apa maksud lo, tapi gue gak pernah berniat nyakitin Arisha kedua kalinya!”
Remon menyeringai. “Kalo gitu di mana Seyna?”
“Gue gak tau,” tekan Darka.
“Gak tau, atau gak mau ngasih tau?”
Darka memperkuat cengkeramannya pada Remon. “Gue gak punya urusan sama Seyna.”
“Antara lo atau Seyna, pasti lagi bermain api sama gue. Karna cuma lo berdua yang berani nyakitin Arisha. Tunggu aja, tunggu tanggal mainnya,” tegas Remon melangkah pergi.
Namun perkataan Darka menghentikannya.
“Amara yang bermain api sama lo! Asal lo tau, kemarin Amara bahkan sengaja—”
Bugh!
“BERANI LO SEBUT AMARA HAH?!”
Remon menendang perutnya, mendorong tubuh Darka ketika laki-laki itu berusaha melawan. Kursi dan meja sudah berantakan, siswa lain hanya memandang takut keduanya namun tidak ada yang berani menghentikannya.
“AMARA ATAUPUN ARISHA. LO SENTUH MEREKA, LO MATI, DARKA!”
Tanpa mereka ketahui, Amara dan Arisha yang sejak tadi berdiri di ambang pintu mendengar semuanya.
Kedua gadis itu, saling memandang satu sama lain dengan sorot yang tidak dapat diartikan.
TBC
Jangan lupa share cerita ini ke media sosial yang kalian miliki dan juga teman-teman kalian yaaa❤❤❤
Jangan lupa follow akun ig dan wp Author❤
Jangan lupa spam next biar Author tambah semangat❤
Spam di sini yaaa
See you next chapter^^
Publish Oktober, 2021
Remake Februari, 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Stop It, Darka! [END]
Ficção Adolescente"Seharusnya lo mati, Arisha. Kenapa lo harus hidup setelah buat orang lain koma?" Sadis, kejam, dan penuh amarah, kalimat yang tepat untuk menggambarkan seorang Darka. Tidak ada yang memiliki keberanian untuk mendekati laki-laki itu. Bahkan, sekada...
![Stop It, Darka! [END]](https://img.wattpad.com/cover/251602222-64-k587073.jpg)