No Regrets |6

48.2K 3.7K 336
                                        

Hari ini adalah hari terakhir UAS, rasanya baru saja kemarin Naya bilang pada Arsa kalau mereka akan mengurus semua persiapannya saat selesai UAS. Dan tepat esok UAS nya selesai membuat Naya benar-benar ketar-ketir sendirian berbeda dengan kedua sahabatnya yang terlihat sangat bahagia karena hari ini UAS hanya tinggal tersisa satu mata kuliah saja.

Sekarang mereka tengah berada di gazebo yang berada di area gedung fakultas, menunggu kabar dosen yang sampai sekarang belum ada kabarnya. Lagi-lagi Naya menghela napasnya berat, terlihat tidak bersemangat.

Lalu tangan Amara mengelus rambutnya, "Semangat dong satu matkul lagi," ucap Amara kala melihat raut wajah Naya yang terlihat tidak bersemangat.

"Gue pengen UAS yang lama." Elusan yang diberikan oleh Amara seketika tergantikan dengan toyoran pelan pada kepalanya.

"Gila lo! Sana aja lo sendirian UAS gua mah ogah!" Amara berucap dengan kesal sementara Ralita hanya mengamati lantas tertawa.

"Kenapa sih Nay? Lo tuh kayak lagi menanggung beban yang sangat-sangat berat." Sungut Amara sementara Naya masih diam dengan kepala yang tertunduk.

"Sangat berat Ra."

"Seberat apa?" Tanya Amara serius.

"Seberat badan lo," jawab Naya. Amara yang mendengarnya mengumpat pelan berbanding terbalik dengan Naya yang sudah tertawa dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada, meminta ampun kepada Amara yang sebentar lagi mungkin akan mengamuk.

Ralita hanya sesekali tertawa matanya terus berfokus pada layar ponsel dihadapannya.

Amara menggoyangkan bahu Naya yang saat itu bersiap akan merebahkan pipinya di sana, Naya mendengus kesal. "Apaan?" Tanya Naya.

"Eh, eh itu kak Kaendra kan? Ya ampun ganteng banget kenapa bisa sampe nyasar di fakultas kita? Bukannya dia anak teknik kan?" Pandangan Naya ikut mengarah pada objek yang sedang terduduk sendiri di gazebo tepat di samping mereka.

Ralita yang saat itu sedang memainkan ponsel ikut mengamati.

Lelaki dengan kemeja kotak-kotak dengan dalamnya mengenakan kaus berwarna putih dipadukan dengan celana jeans hitamnya mampu membuat siapapun betah lama-lama melihatnya. Alkaendra Pratama, ya memangnya siapa yang tidak mengenal laki-laki itu di kampus ini? Mahasiswa populer karena kemahirannya dalam bidang musik terutama dalam bermain gitar. Hal tersebut benar-benar mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang. Feeds Instagramnya yang dipenuhi oleh video-video dia ketika sedang bermain gitar membuat ia memiliki banyak pengikut di Instagramnya.

"Gak tau," jawab Naya pelan.

Lelaki itu mengeluarkan ponsel dari sakunya. Hal tersebut benar-benar tidak luput dari perhatian ketiga gadis yang sedari tadi hanya diam memperhatikan. Tidak lama dari itu muncullah sosok lelaki dengan Hoodie berwarna army. Kalau tidak salah Naya pernah melihatnya beberapa kali ketika laki-laki itu sedang bermain ke rumah Arsa. Ya mereka adalah temannya Arsa, jadi sudah jangan tanyakan juga bagaimana populernya seorang Arsakhala. Yang jelas dia termasuk pada jajaran lelaki tampan di kampusnya.

"Gak dapet Kae, yang baru dateng juga sabi sih," celetuk Amara tiba-tiba.

"Siapa namanya?"

"Raka, kalau gak salah."

Naya hanya mengangguk lalu sesekali kembali menatap ke arah gazebo depan.

No RegretsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang