68. -Si Pemeran Kedua

323 30 19
                                        

"Apakah si pemeran utama itu akan terganti oleh si kedua?"

-----------------------------------------------
BAGIAN LXVIII


-Only You-

Pagi-pagi sekali David datang kerumah Keyla dan mengajak cewek itu untuk berangkat sekolah bersamanya. Entah apa yang membuat cowok itu datang, mungkin karena kemarin sore sempat mengantarkan Keyla pulang. Sehingga pagi ini tergerak untuk menjemputnya dan berangkat bersama.

Meski Keyla tidak cerita kalau kemarin Fery tidak datang menemuinya di perpustakaan, David rupanya cukup pandai membaca situasi dan paham tanpa cewek itu bercerita. Sudah Keyla katakan kan di awal kalau cowok itu tidak bodoh, hanya saja orangnya terlalu arogan dan bengal di sekolah.

Keyla melepas pengait helmnya dan merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan ketika mereka sudah sampai di parkiran sekolah.

"Makasih ya kak," ujar Keyla sembari menyerahkan helm yang di kenakannya pada David.

"Dari kemarin lo bilangnya itu-itu terus, gak ada yang lain emangnya?"

"Trus gue harus bilang apa?"

David tersenyum singkat, sadar kalau Keyla tidak mau membahasnya lebih lanjut.

"Mau langsung ke kelas atau ke kantin?" tanya David mengalihkan pembicaraan mereka.

"Kelas aja, gue udah makan."

"Oh oke, gak pa-pa jalan sendiri?"

"Maksudnya?" Keyla bertanya bingung.

"Gue mau ke kantin jadi kita gak searah. Gak masalahkan kalau gak di anterin?" tanya David dengan memasang muka yang sedikit meledek Keyla. Membuat cewek itu berdecak malas.

"Apaan sih, biasa juga sendiri kali," kata Keyla lalu melambaikan tangannya singkat. "Duluan ya."

"Hati-hati banyak banyak mulut netizen," bisik David sebelum cewek itu benar-benar pergi.

Keyla terkekeh sebentar sembari mengangkat kedua bahunya. "Udah biasa," jawabnya. Lalu kemudian berbalik menjauh dari David.

Langkah Keyla melambat di sepanjang koridor menuju
ke arah kelasnya. Cewek itu sadar kalau tindakannya saat ini mungkin punya dampak besar untuk David. Tetapi Keyla juga tidak bisa menolaknya.

Keyla tidak sejahat itu menolak mentah-mentah orang yang selama ini sudah banyak menolongnya. Tidak ada alasan untuknya menolak, tetapi kalau untuk perasaan tidak bisa dipaksa bukan?

Keyla juga sadar kemana arah pembicaraan cowok itu tadi sampai harus mengalihkan topik pembicaraan di antara mereka. Tapi Keyla tidak bisa, cewek itu tidak punya perasaan apapun terhadap David. Hanya teman, tidak lebih.

"Astaghfirullahalazim!" Alana yang hendak membuang sampah di luar kelasnya di kagetkan dengan kehadiran Keyla yang sedang berjalan pelan tepat di depan pintu kelas mereka.

Tetapi Keyla tidak masuk, cewek itu malah berjalan lurus melewati kelasnya begitu saja yang membuat Alana melongo tak percaya sekaligus heran menatap temannya itu.

"Heh sadar lo!" Alana meninggikan suaranya begitu melihat Keyla yang terus saja berjalan ke depan.

Dan teriakan Alana sepertinya mampu mengusik pendengaran Keyla membuat cewek itu berhenti lalu menoleh ke belakang.

"Apasih?" tanya Keyla pada Alana yang menurutnya tidak jelas.

"Gue tanya lo mau kemana?" Alana berkacak pinggang dan sedikit menahan tawannya melihat wajah Keyla yang seperti orang linglung. Padahal masih pagi.

Only You. [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang