"Tidak ada yang benar-benar sempurna. Jadi, jangan pernah merasa se-spesial itu."
---------------------------------------
BAGIAN LXVI
•
•
•
-Only You-
Menginjak seminggu semenjak hari itu, hubungan Keyla dan Fery bisa dikatakan renggang bahkan ini merupakan puncaknya. Keduanya sudah jarang sekali ketemu, entah itu Keyla yang menghindar ataupun Fery. Keduanya sama-sama menghindar.
Di awal Keyla sudah berusaha menjelaskannya pada Fery, namun cowok itu seperti sedikit menghindar darinya. Keyla tidak mengerti dengan sikap cowok itu, sikapnya yang cuek dan kembali dingin membuat Keyla rasanya sudah lelah menjelaskan kalau bukan dia dibalik kasus teror itu.
Kenapa cowok itu tidak pernah percaya denganya? Bukankah sebuah hubungan harus di dasari oleh sebuah komitmen dan rasa saling percaya? Lalu untuk apa menjalin hubungan jika salah satu dari mereka tidak memegang komitmen itu? Percuma.
Dan Keyla juga tidak mau terlalu dalam menjatuhkan harga dirinya hanya untuk mengejar cowok itu demi sekedar menjelaskan apa yang bukan salahnya. Keyla tentu tidak mau mengakui kesalahan yang jelas bukan salahnya.
Sekarang yang Keyla pikirkan cuma satu. Yaitu kepindahannya ke Bandung. Dia masih di lema, di satu sisi Keyla tidak mau meninggalkan kehidupannya yang di Jakarta tapi disisi lain dia juga rindu dengan suasana Bandung. Hampir semua saudara dan teman-temannya ada di tanah sunda itu.
"Keylaaaa yaampun masih pagi kali udah ngelamun aja!" Alana menggoyangkan badan Keyla yang sedari tadi nampak diam saja, melamun.
Keyla sempat terkejut sebentar sebelum cewek itu sadar kalau guru yang mengajar di kelas mereka belum juga datang padahal sekarang sudah menunjukan jam 8 pagi.
"Gurunya belum dateng?" tanya Keyla.
"Tuh kan lo pasti gak denger pengumuman dari Aldi tadi," kata Alana. Perempuan itu mengubah posisi duduknya menjadi lurus menghadap Keyla penuh.
"Gurunya gak masuk, gak ada tugas juga," lanjutnya. "Lo kenapa sih akhir-akhir ini gue liat lo sering ngelamun."
"Ada masalah? Cerita dong, siapa tau gue bisa bantu lo."
Keyla diam sejenak, menyanggah dagunya di atas meja dengan tangan kanan cewek itu. Kedua bola matanya melirik ke arah Alana.
"Gue bingung tentang rencana pindah itu," ujar Keyla.
"Lo jadi pindah?" tanya Alana.
"Gimana ya," gumam Keyla bingung. "Gue sih maunya enggak tapi nyokap gak izinin gue buat tinggal sendiri disini."
"Bentar lagi kan semesteran Key. Gak mau nunggu dulu gitu sampai selesai?"
"Gue masih mikir-mikir dulu sih belum omongin itu ke nyokap," kata Keyla.
Sampai tak berapa lama kemudian. Bu Rana hadir mengisi kelas mereka yang semula ricuh kini semakin ricuh karena bu Rana hadir secara mendadak, membuat mereka yang semula bergerombol ngerumpi, mabar game, atau nonton film seketika langsung berhamburan ke meja masing-masing menciptakan sahutan suara antar sepatu dan gesekan meja yang tersenggol.
"Selamat pagi anak-anak," sapa bu Rana pada anak muridnya.
"Selamat pagi Bu..," jawab mereka serempak. Tetapi ada beberapa dari mereka menatap ketua kelasnya masam. Karena informasi yang cowok itu sampaikan kalau pagi ini jam kosong itu tidak benar. Buktinya ada bu Rana masuk kelas mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You. [END]
أدب المراهقين[FOLLOW DULU BIAR LEBIH NYAMAN DI BACA] [Baca dulu sampai part 10 siapa tau betah^•^] -Only You- "Kak, hidup itu pilihan. Kakak gak bisa dapetin semuanya. Pilih aku atau dia?" "Tapi gue gak bisa milih. Dia bukan pilihan...
![Only You. [END]](https://img.wattpad.com/cover/163940174-64-k770048.jpg)