"Kamu masih punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengar secara langsung dari diri kamu sendiri. Jangan mudah percaya pada orang lain, karena tidak semua orang itu menyukaimu."
---------------------------------------------
BAGIAN LVI
•
•
•
-Only You-
"Key!" seru David memanggil Keyla di koridor utama sekolah saat keduanya baru saja sampai di sekolah.
Keyla menoleh, melihat David yang sedang berlarian ke arahnya.
"Kenapa kak?" tanya Keyla.
"Gue mau-eh sebentar jangan gerak." David mengubah kalimatnya saat mata cowok itu tidak sengaja melihat kotoran di rambut Keyla.
Keyla mengerutkan keningnya bingung. Perempuan itu memperhatian pergerakan tangan David yang beranjak ke atas menyentuh rambutnya. Keyla ingin menepis tetapi David menahannya.
Posisi mereka sangat-sangat dekat karena David terus saja bergerak semakin mendekati Keyla. Mungkin kalau ada yang melihatnya dari serong kiri atau belakang tubuh David mereka akan mengira kalau keduanya seperti sedang melakukan kiss.
Keyla bergerak tak nyaman di tempatnya. "Kak..."
"Eh sorry tadi ada kotoran di rambut lo," ucap David.
"Kakak kenapa tadi manggil gue?" tanya Keyla menanyakan tujuan awal David memanggilnya.
"Hari ini jam terakhir nanti gue ada pr dari Bu Rana yang ngajar matematika di kelas gue. Belum sempet gue kerjain. Gue boleh minta tolong sama lo gak buat ajarin gue?" tanya David. "Ya lo taulah gue kaya gimana di sekolah. Mana pernah ngerjain tugas, sekolah aja jarang masuk kelas."
Keyla nampak bingung menjawabnya sebelum David kembali memohon padanya.
"Plis kali ini aja lo bantu gue yah," pinta David sedikit memelas agar Keyla mau membantunya mengerjakan pr.
"Lo kan udah sering bolos. Kenapa jadi tiba-tiba mau ngerjain tugas?" tanya Keylang bingung. Jelas saja, David-biang onar dan murid berandal SMA Ganesha itu tiba-tiba mau mengerjakan tugas sekolah? Itu masuk dalam 7 keajaiban dunia!
David menghela nafasnya pelan. "Gue sadar kalau gue udah kelas tiga. Semester ini gue mau fokus buat ngejar materi-materi yang ketinggalan. Gue cuma mau lulus Key," ujar David. "Lo bisa kan ajarin gue nanti?"
"B-bisa sih-"
"Jam istirahat gue tunggu lo di perpustakaan." kedua mata David berbinar senang. Cowok itu langsung saja memotong ucapan Keyla yang belum selesai berbicara.
Keyla hendak ingin kembali berbicara namun David malah sudah pergi dari hadapannya.
-Only You-
"Cabut lah ayo." Asep berdiri paling awal tepat ketika bel istirahat berbunyi dengan nyaring di setiap sudut lorong sekolah.
"Kemana?" tanya Fery.
"Ke atas lah mau nyembat gue. Kalian juga kan?"
"Gue sih ngikut," ujar Tora di sebelah Asep.
Rafi mengangguk. "Gue juga ikut,"
Asep beralih melihat dua temannya yang masih duduk di bangku mereka. "Lo berdua?" tanya Asep pada Fery dan Dimas.
Fery menggeleng singkat. "Duluan aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You. [END]
Teen Fiction[FOLLOW DULU BIAR LEBIH NYAMAN DI BACA] [Baca dulu sampai part 10 siapa tau betah^•^] -Only You- "Kak, hidup itu pilihan. Kakak gak bisa dapetin semuanya. Pilih aku atau dia?" "Tapi gue gak bisa milih. Dia bukan pilihan...
![Only You. [END]](https://img.wattpad.com/cover/163940174-64-k770048.jpg)