58. -Reuni Teman Lama

314 29 0
                                        

"Ketika kita sudah siap memutuskan untuk menaruh hati (jatuh cinta) pada seseorang. Maka kita juga harus siap menerima percikan rasa sakitnya atas rasa suka (cinta) itu."

-----------------------------------------------
BAGIAN LVIII


-Only You-

Dengan langkah gontai Keyla masuk membuka pintu utama rumahnya ketika perempuan itu baru saja pulang dari rumah Alana sehabis pulang sekolah tadi untuk meminjam beberapa buku tugas kelompok mereka.

"Eh neng kemana aja atuh." Kirana yang berada di ruang tamu menolehkan kepalanya saat pintu rumah terbuka.

"Kenapa Ma?" tanya Keyla mendekati mamanya.

"Itu tadi teh ada temen kamu kesini, cowok namanya nak David katanya."

Kedua alis Keyla menukik, menyatu. "Kak David? Kesini?" tanya Keyla lagi memastikan apa yang di dengarnya tidak salah.

"Iya cuman udah keburu pergi orangnya. Habisnya kamu sih lama pisan pulangnya."

"I-iya tadi Keyla mampir ke rumah Alana dulu ambil buku," ujar Keyla sembari memperlihatkan dua buku paket yang berada di dalam genggamannya.

Cewek itu kemudian ikut mendudukan dirinya di sebelah Kirana, mengistirahatkan sejenak tubuhnya sebelum naik ke dalam kamarnya sendiri.

Kirana melirik sekilas ke arah putrinya. "Kumaha etah neng?" tanyanya.

"Gimana apannya Ma?" tanya Keyla bingung

"Itu si kasep. Kamu gak lagi berantem kan sama dia? Trus si David itu siapa? Temen kamu?"

"Cuman temen Ma, tapi gak tau." Keyla mengangkat kedua bahunya.

Kening kirana mengerut menatap putri sematawayangnya. "Gak tau, kenapa? Dia suka sama kamu?" tanyanya.

"Gitu deh." Keyla menghela nafasnya pelan. "Tapi kan Keyla udah bilang kalau Keyla gak suka, tapi kak David masih gitu."

Kirana mendekat, wanita setengah baya itu menepuk dan mengelus pelan pundak Keyla. "Kalau gitu kamu harus lebih tegas sama perasaan kamu sendiri. Fery itu ganteng loh, pasti banyak yang mau. Akan ada banyak perempuan di sekitar kamu yang nunggu kamu lengah, sayang," ujarnya yang berhasil membuat Keyla termangu.

Benar juga. Fery itu paket lengkap, cowok itu pintar, ganteng dan perhatian dengan sedikit kesan bad tapi juga cuek pada orang lain. Pasti ada banyak perempuan yang mau dengan cowok itu. Sekitarnya saja sudah ada Shireen dan Rebeca.

"Kenapa? Gak percaya sama Mama?" ujar Mamanya membuyarkan lamunan Keyla.

"Coba aja buktiiin," ujarnya lagi. "Tapi kalau sampai omongan Mama itu bener, kamu jangan nyesel."

Keyla masih diam mendengarkan serius ucapan Mamanya. Dia tidak tau harus merespon apa, tetapi dalam hatinya tentu cewek itu tidak mau melepaskan Fery.

"Jangan ngelamun terus, anak gadis gak baik kebanyakan melamun." Kirana bangkit dari duduknya menuju ke arah dapur dan setelahnya di susul Keyla yang ikut beranjak ke arah kamarnya.

Baru saja selesai menaruh tasnya di atas ranjang. Ponselnya yang berada di saku rok berdering tertahan oleh kain rok.

Kening perempuan itu mengernyit bingung ketika nama Alana yang tertera di atas layarnya. Untuk apa temannya itu menelfon, bukannya tadi mereka baru saja bertemu.

"Hal-"

"KEYLAAAA PARAHHH SUMPAHH KEY!"

Keyla terperanjat terkejut saat ucapannya terpotong oleh teriakan melengking Alana yang berhasil menerobos masuk gendang telingannya. Perempuan itu langsung menjauhkan ponselnya dari telinga.

Only You. [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang