"Senang karena terkadang kamu begitu terlihat peduli. Namun sedih karena aku tak kunjung pendapatkan kepastianmu."
-Keyla Angelica
-------------------------------------------------------
BAGIAN L
•
•
•
-Only You-
"DIMAS ASEP TORA!"
"Apa sih sayang teriak-teriak terus, ntar sakit loh ternggorokannya," ujar Dimas pada Shela-bendara kelas mereka.
Shela melotot kesal lalu memukul bahu cowok itu dengan buku kas yang dibawanya. Tidak keras, namun terkesan bar-bar, tidak heran jika cewek itu di tunjuk sebagai bendahara.
"Sayang sayang pala lo gue jedotin!" ujar Shela milirik Dimas kesal.
Dimas terkekeh kencang. "Nanti nangesss."
"Bodo amat! Bayar lo udah nunggak satu bulan."
"Ambil aja Shel di kantong bajunya tuh ada, habis menang lotre dia." ujar Asep yang sedang duduk santai di tempatnya itu sembari menonton keduanya.
Dimas mendelik. "Lotra lotre matamu!"
"Lo juga bayar! Dua bulan lo ngutang!" ujar Shela pada Asep yang asik cekikikan tidak jelas.
"Mampus lo lebih parah dari gue gila," cibir Dimas.
"Tora!" Shela beralih meneriaki cowok yang sedang tiduran di samping Asep tersebut dengan muka kekinya.
"Hadir by," sahut Tora dengan nada seraknya namun matanya masih terpejam sempurna.
Shela memutar bola matanya malas. "Bayar lo juga jangan ngumpet."
"Iya nanti dibayar kok tenang aja."
"Sekarang, gak ada nanti-nanti. Gue aduin ya lo bertiga ke Bu Nenti."
"Yah cepu nih," seloroh Dimas yang di angguki kedua temannya.
"Bodo amat!" balas Shela jutek, cewek itu sudah lelah menagih uang kas dari ketiga cowok itu, susah diatur dan seenaknya.
Tidak main-main, cewek itu lantas beranjak keluar dari kelasnya membuat ketiga cowok yang sedang duduk santai di bangkunya tersebut langsung beranjak.
"Eh lah beneran dia!"
***
"Key, lo itu sebenernya sama siapa sih."
Keyla baru saja sampai dan duduk di kelasnya sudah disambut pertanyaan yang ambigu dari Alana.
"Sama siapa apanya?"
"Kemarin kak David, sekarang kak Fery."
Keyla mengernyit. "Kak Fery? Kenapa?"
"Tuh, tadi pagi dia nganterin ini katanya buat lo." Alana menunjuk kotak makan yang berada di bawah meja Keyla. Cewek itu menerimanya tadi sewaktu berpas-pasan dengan Fery di koridor depan dan cowok itu memberikan kotak bekal untuk Keyla katanya.
Keyla melirik lalu satu tangannya masuk ke bawah meja tersebut dan mengambil kotak bekal yang dimaksud
"Buat gue?" tanyanya yang di angguki Alana.
"Iyalah buat siapa lagi emang? Yakali buat gue."
-Only You-
Hari ini jam istirahat pertama adalah jadwal Keyla untuk belajar mengisi soal-soal prediksi lomba dengan Fery. Perempuan itu langsung pergi ke LAB IPA setelah selesai memakan kue pemberian Fery, rasanya sanggat enak Keyla yakin kalau itu kue buatan tante Milla.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You. [END]
Teen Fiction[FOLLOW DULU BIAR LEBIH NYAMAN DI BACA] [Baca dulu sampai part 10 siapa tau betah^•^] -Only You- "Kak, hidup itu pilihan. Kakak gak bisa dapetin semuanya. Pilih aku atau dia?" "Tapi gue gak bisa milih. Dia bukan pilihan...
![Only You. [END]](https://img.wattpad.com/cover/163940174-64-k770048.jpg)