"Cinta tak pernah salah, tetapi terkadang kehadirannya yang kurang tepat."
-----------------------------------------
BAGIAN LXV
Now Playing||Cinta Salah-Caitlin Halderman
-Only You-
Shireen sedang berjalan di koridor deretan kelas sebelas, entah apa yang ingin perempuan itu lakukan. Langkahnya yang semula lurus ke depan tiba-tiba saja terhenti ketika sorot matanya menangkap sosok Keyla yang sedang berdiri di deretan loker kelas cewek itu sendiri.
Niat awal kakinya ingin melangkah ke sebelah kiri di urungkannya kembali dan malah berlawan arah ke kenan, menghampiri Keyla.
Sampai di sebelah Keyla, Shireen lalu menyenderkan badanya di rak loker sembari kedua tangannya yang dia lipat. Memperhatikan Keyla yang sadar akan keberadaanya namun perempuan itu nampak acuh dan cuek.
"Ternyata bener yah kata orang. Cinta emang bikin orang bego dan mau ngelakuin apa aja," ujar Shireen tiba-tiba.
Hal itu membuat Keyla menoleh dengan kening yang mengerut, aneh. "Lo ngomong sama diri sendiri?" tanya Keyla lalu perempuan itu menganggukan kepalanya kecil. "Bagus deh sadar juga kalau lo bego."
Shireen berdecak. "Udahlah Key, gak usah sok pura-pura gak tau gitu," kata Shiree. "Elo kan yang udah kirim teror itu ke Rebeca?" lanjutnya.
Keyla langsung terdiam. Tau darimana Shireen tentang teror itu? Tanyanya dalam hati.
Shireen menyunggingkan sebelah sudut bibirnya setelah melihat keterdiaman dari Keyla.
"Gila ternyata lo lebih picik dari gue. Hebat juga lo," cetus Shireen. Membuat Keyla menghela nafasnya pendek. Lalu perempuan itu menutup pintu lokernya.
"Gue gak sekriminal itu," ujar Keyla.
"Yaelah tenang aja kali kalau emang bener lo juga gak pa-pa gak bakal gue aduin juga."
"Terserah!" balas Keyla malas. Sebelum kemudian perempuan itu pergi dari tempatnya. Tidak lagi meladeni Shireen.
Dengan dua buku paket yang berada dalam dekapanya, Keyla berjalan menuju kelas cewek itu namun sekitar sepuluh langkah lagi dirinya ingin sampai di depan pintu kelas. Tiba-tiba saja dari arah belakang seseorang menarik sedikit kasar tangan kananya dan membawanya ke lorong menuju gudang kelas sebelas.
"Kak Fery," gumam Keyla menatap pacarnya itu dengan tatapan bingung sekaligus senang.
Senang? Tentu saja. Rasanya Keyla sangat rindu menikmati moment berdua dengan Fery. Sudah hampir dua minggu rasanya hubungan mereka menjadi seperti jaga jarak. Keyla tidak mengerti, tetapi sudah hampir dua minggu ini Fery selalu menghindar terus darinya.
"Ada ap-"
"Aku gak tau masalah kamu apa sama Rebeca. Tapi bisa stop teror itu?" Fery langsung memotongnya, yang membuat Keyla sempat terdiam selama beberapa detik sebelum cewek itu sadar kemana arah pembicaraan mereka.
'Teror lagi.' batin Keyla meresponnya lelah.
"Salah Rebeca apa sih sama kamu?!" tanya Fery lagi
Keyla diam tidak bisa menjawabnya. Bagaimana dia bisa jawab kalau ternyata tuduhan yang cowok itu katakan saja tidak benar?
"Gak bisa jawab kan?"
Keyla menghembuskan nafasnya panjang, perempuan itu sedikit merundukan kepalanya. Memikirkan segala isi yang ada di kepalanya saat ini.
"Hubungan yang kita jalanin ini sebenernya apa sih kak?" tanya Keyla, sangat pelan nadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You. [END]
Teen Fiction[FOLLOW DULU BIAR LEBIH NYAMAN DI BACA] [Baca dulu sampai part 10 siapa tau betah^•^] -Only You- "Kak, hidup itu pilihan. Kakak gak bisa dapetin semuanya. Pilih aku atau dia?" "Tapi gue gak bisa milih. Dia bukan pilihan...
![Only You. [END]](https://img.wattpad.com/cover/163940174-64-k770048.jpg)