60

1.1K 195 107
                                        

Setelah pertemuannya dengan Haruto dan tak sengaja melihat Junkyu, Yuna memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe yang tak jauh dari SNU.

Ia berjanji untuk bertemu dengan Hyunsuk dan sedikit berkencan dengannya. Tapi, yang terjadi sekarang Yuna malah terlihat gusar, tak karuan.

Tatapannya kosong, namun isi kepalanya ramai dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak memiliki jawabannya.

"Lo tahu gue ada di sini? Gak nyariin gue? Tapi- ya lo emang siapa sih, Yun? Ngapain dia nyariin lo! Ngarep banget," Yuna meringis sembari mengacak-acak rambutnya frustasi.

Yuna tiba-tiba merasakan sakit di hatinya, entah kenapa. Tapi ia yakin, itu karena pernyataan Junkyu tadi. Hatinya terluka. Padahal, ia sudah tak mengharapkan apa-apa lagi. Tapi kenyataannya, semuanya berbanding terbalik.

Kalau pun kita ketemu, gak akan ada yang berubah sih.

Kalimat Junkyu masih terngiang-ngiang di kepala Yuna.

"Emang siapa yang bakal berubah sih, anjir? Gue berubah jadi saitama? Atau lo berubah crayon shincan? Nggak, kan! Siapa yang bakal berubah?! Siapa?!" Yuna berdecak sebal.

Gadis itu semakin tak karuan, menyembunyikan wajahnya di balik meja seraya memukul-mukul mejanya pelan.

"Yuna, please kendaliin diri lo. Lo gak boleh gini. Gak boleh!" kata Yuna seraya mengangkat kepalanya.

"Apanya yang gak boleh?"

Gadis itu tersentak kaget saat mendengar suara yang sangat ia kenal tepat di belakangnya. Yuna berbalik dan benar saja, Hyunsuk sudah ada di sana sambil tersenyum manis kepadanya.

"Kak Hyunsuk? Dari kapan lo disini?" tanya Yuna bingung.

"Baru aja, kok," kata Hyunsuk, lalu duduk di samping Yuna dan merapihkan rambutnya yang berantakan.

"Lo kenapa? Kok berantakan banget rambutnya? Mukanya juga kenapa kayak gitu? Ada masalah?" tanya Hyunsuk.

Yuna mengembuskan napasnya berat, lalu menarik lengan Hyunsuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Hyunsuk. Tanpa mengatakan apa pun.

"Kenapa, Yun? Ada yang ganggu lo?" tanya Hyunsuk.

"Ada," jawab Yuna.

"Siapa?" tanya Hyunsuk.

Percayalah, saat ini Hyunsuk berharap jika yang mengganggunya adalah Kim Junkyu, sehingga ia bisa menghampirinya dan berbicara secara jantan dengan Junkyu.

"Haruto," jawab Yuna. Gadis itu langsung melepaskan tangannya dari Hyunsuk dan lagi-lagi menghela napasnya berat.

"Haruto?" tanya Hyunsuk bingung.

"Iya. Haruto. Argh nyebelin banget tuh anak. Niatnya kan gue mau pulang tapi malah diajak keliling SNU, kan gak level," Yuna mendengus sebal.

Bukan itu maksud Yuna sebenarnya. Ia hanya kesal pada Haruto yang tiba-tiba menculiknya dan berakhir tak sengaja berpapasan dengan Junkyu. Jika saja tak ada Junkyu tadi, mungkin sekarang ia tidak akan misuh-misuh.

"Maaf. Lo jadi jauh-jauh kesini buat nyamperin gue. Gue bingung soalnya mau pulang gak tau jalan. Dan, telepon Jinsung bukan solusi," kata Yuna dengan wajah cemberutnya.

Hyunsuk tersenyum, lalu kembali merapihkan rambut Yuna. "Lo gak usah minta maaf. Udah seharusnya gue selalu ada buat lo, Yun. Lo kan pacar gue. Lagian gue juga lagi di deket sini," kata Hyunsuk.

Yuna tersenyum, lalu kembali meraih lengan Hyunsuk dan menyandarkan kepalanya di bahu milik Hyunsuk. Setidaknya, hal ini yang bisa menenangkan hatinya untuk sekarang.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang