33

2.8K 389 40
                                        

Yuna memainkan piano di ruangan musik sendirian. Pikirannya sedang tidak baik-baik saja sekarang.

Yuna mencoba menepis semua rasa kasihannya ke Junkyu dengan lagu-lagu yang bahkan belum Yuna mainkan sebelumnya.

"Gue sama lo sama aja! Sama-sama tukang bohong!" Tukas Yuna seraya memencet tuts-tuts piano dengan sekuat tenaganya.

"Aughhhh..." Yuna mendesah kasar kemudian membaringkan dirinya diatas lantai yang dingin, seraya menatap langit-langit ruangan musik yang hampa.

"Lo marah sama Junkyu karena dia bohongin lo, apa lo gak mikir gimana perasaan Junkyu selama ini dibohongin sama lo juga Yun?" Tanya Yuna pada dirinya sendiri.

Bukan hanya Junkyu yang berbohong pada Yuna, tapi Yuna juga selama ini telah berbohong pada Junkyu.

Yuna sudah lama menyembunyikan tentang siapa dirinya sebenarnya, keluarganya, dan trauma yang dia alami sejak kejadian naas kebakaran di rumahnya yang menewaskan kakak perempuannya, juga keadaan jiwa Mamanya yang menjadi buruk.

Yuna hanya menyembunyikan hal tersebut pada Junkyu disaat semua sahabat-sahabat dekatnya mengetahui luka yang dirasakannya. Hanya Junkyu yang tidak tahu, bahkan sampai saat ini.

"Jadi sebenernya apa bedanya kita sih, Jun?" Lirih Yuna.

"Masalah diantara kita yang paling utama ternyata bukan backstreet yang mengharuskan kita jaga perasaan orang lain. Tapi, lo sama gue sama-sama nyimpen rahasia yang kita gak boleh tahu satu sama lain." Lirihnya.

"Rahasia?"

Yuna terperanjat dari tidurnya dan menatap kearah pintu ruangan musik saat mendengar suara seseorang.

Yuna lebih terperangah saat mengetahui siapa yang berdiri diambang pintu dengan raut wajah kecewa, sama sepertinya.

"Junkyu..." Lirih Yuna.

Junkyu langsung menghampiri Yuna dengan raut wajah kecewanya. "Lo nyembunyiin rahasia dari gue?" Tanya Junkyu sedikit ketus.

Kedua manik mata Yuna nampak bergetar saat mendapatkan pertanyaan dari Junkyu itu.

"Rahasia apa itu, Yun?!" Tanya Junkyu dengan nada sedikit tinggi.

"Lo gak usah tahu, karena itu rahasia!" Ketus Yuna.

Junkyu mendengus. "Lo marah sama gue karena gue nyembunyiin rahasia dari lo, tapi lo sendiri apa? Lo nyembunyiin rahasia dari gue?" Tanya Junkyu.

"Song Yuna, lo emang luar biasa!" Tukas Junkyu.

Yuna menatap Junkyu sedikit sinis. "Kalau gue kasih tahu apa rahasia gue apa lo bakal peduli, Jun? Lo tuh cuman peduli sama perasaan lo sendiri dan dendam-dendam yang ada di hati lo." Tukas Yuna.

Junkyu sedikit terkejut dan menatap Yuna bingung. "Maksud lo apa?" Tanya Junkyu.

"Gue tahu semuanya dari Jihoon." Ketus Yuna.

Junkyu benar-benar terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna. "Berarti lo? Lo tahu tentang Jina? Jihoon cerita semuanya sama lo?" Tanya Junkyu.

Yuna mengangguk. "Lo tuh brengsek ternyata, Jun. Gue gak nyangka cowok yang selama ini gue sayang, ternyata sebrengsek itu!" Tukas Yuna.

Junkyu menghela nafasnya kasar. "Kalau gue brengsek, lo apa? Sampah?!" Ketus Junkyu tiba-tiba yang membuat Yuna rasanya ingin sekali menangis.

Yuna menatap Junkyu jengah. "Atas dasar apa lo bilang gue sampah? Lo cari masalah sama gue?" Tanya Yuna seraya mendekat kearah Junkyu dan siap membantingnya dengan teknik bela diri yang dimilikinya.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang