Warning: Part ini panjaaaang
Selamat membaca ❤
.
.
.
.
.
Selesai kelas, Junkyu memutuskan untuk beristirahat di perpustakaan sekaligus membaca buku-buku tebal tentang kedokteran. Entah kenapa dia begitu semangat belajar, ingin cepat lulus atau liburan semester untuk bertemu dengan Yuna kembali di London.
Sebenarnya, hari ini kelasnya sudah selesai, hanya saja Junkyu memutuskan untuk menunggu di kampus karena malamnya akan ada acara penyambutan mahasiswa baru angkatan tahun 2020. Daripada pulang ke rumah, lebih baik menunggu di kampus. Lagipula Junkyu malas di rumah, karena akan bertemu kakaknya, Kim Hanbin.
Junkyu mengecek ponsel miliknya untuk melihat apakah ada pesan dari Yuna. Namun setelah memeriksa dengan penuh ketelitian, tak ada satu pun pesan yang berasal darinya.
"Yuna masih bobo gitu?" gumam Junkyu pelan.
Saat ini di Seoul sudah menunjukkan pukul empat sore, yang artinya di London saat ini masih sekitar pukul delapan atau sembilan pagi. Mengingat Yuna pulang malam tadi, gadis itu pasti masih terlelap dalam mimpinya.
"Junaedi, junaedi,"
Junkyu sesikit terkejut saat mendengar suara Yujin. Seperti biasa, dia tidak datang sendirian namun ditemani Haruto. Mereka berdua juga akan mengikuti pesta penyambutan mahasiswa baru.
Mereka berdua langsung duduk di dekat Junkyu.
"Udah beres emang? Katanya beres jam lima?" tanya Junkyu.
"Bolos kita. Dosennya nyebelin, bikin ngantuk. Kan gue gak mau ketiduran di kelas, jadi bolos aja pura-pura ke toilet terus kabur," kata Haruto.
"Mahasiswa gatau diri emang kalian," umpat Junkyu, sedikit tak suka. Sebagai mantan ketua OSIs, dia memang tidak menyukai tipe mahasiwa seperti Haruto dan Yujin.
"Jun, coba lihat. Gimana?" kata Yujin seraya menunjukkan sebuah foto perempuan cukup cantik kepada Junkyu.
Junkyu menatapnya sebentar, kemudian beralih pada Yujin. "Ngapain lo?" tanya Junkyu.
"Kalau yang ini gimana, Jun?" tanya Haruto. Sama seperti Yujin, Haruto menunjukkan foto seorang gadis kepadanya.
Junkyu menatap keduanya semakin bingung. Apa maksud dari dua manusia tak tahu diri di depannya ini, Junkyu tak mengerti.
"Ih anjir naruto, kan gue udah bilang jangan si Ana, udah Shuhua aja!" ketus Yujin seraya memukul Haruto pelan.
"Cantikan Ana tahu!" tukas Haruto.
"Yaudah lo yang pacaran sana sama Ana kalau cantik!" tukas Yujin kesal.
Mengabaikan Haruto, Yujin langsung menatap Junkyu yang kini menatap keduanya bingung namun sorot matanya memancarkan sedikit amarah.
"Jun, gimana? Dia namanya Yeh Shuhua, kelahiran Taiwan, Januari tahun duaribu. Dia sekarang kuliah di kampus kita ambil jurusan psikologi, dia temen sekelas kita," kata Yujin.
"Lo berdua ngapain sih?" tanya Junkyu datar.
"Atur jadwal kencan buta lo. Lo tuh perlu cewek lain biar gak galau-galau amat. Lagian nih ya si Yuna belum tentu masih mau sama lo kalau di pulang ke Seoul," kata Haruto.
"Gue denger dari Jinsung tadi, katanya si Yuna lagi di deketin sama kakak tingkatnya. Bukan bule sih, tapi katanya lumayan kalau dibandingkan lo," sahut Yujin.
Junkyu menghembuskan nafasnya berat seraya menatap dua anak manusia di depannya jengah. Hatinya seketika kesal. Karena bagaimana pun, Junkyu hanya mencintai Yuna dan ingin kembali untuk memperbaiki semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hide and Seek (Kim Junkyu)
Fanfiction" Ini pacaran atau main petak umpet sih?" - Song Yuna. #1 Jungjinsung #7 Kimjunkyu
