47

2.2K 299 172
                                        

"AARRGGGHHH LEPASINNN SAKIITTT IH ASAHOY!" pekik Heejin kesakitan.

Saat ini, gadis itu sedang dijewer telinganya oleh sepupunya - Asahi. Asahi benar-benar tak habis pikir dengannya. Ini bukan pertama kalinya dia membuat semua orang salah paham karena perbuatannya.

"Lo tuh ya! Si Junkyu murka tuh sama lo sekarang!" tukas Asahi.

"Murka? Kenapa murka? Kan gue cuman becanda. Lagian ya tinggal dihapus aja sih apa susahnya," kata Heejin seperti tanpa  dosa.

Asahi berdecak kesal. Selalu saja seperti ini. Heejin selalu tidak ingin menerima kenyataan bahwa dia salah.

"Lo lupa siapa Junkyu?" tanya Asahi.

Heejin tersenyum. "Nggak dong. Dia orang nomor satu di angkatan kita, paling ganteng, juga... calon pacar gu- ARGH! ASAHI SAKIT!" belum menyelesaikan kalimatnya, lagi-lagi Heejin sudah dijitak kepalanya oleh Asahi.

"Lo pikir dengan cara lo yang kayak gitu, Junkyu mau sama lo? Dan lagi, itu foto udah nyebar gara-gara fansnya Junkyu. Lo tahu? Si Minju marah banget sama lo!" tukas Asahi.

Heejin langsung memasang muka cemberut. Ini bukan kali pertamanya Heejin dinasihati sampai dimarahi oleh Asahi.

"Lo tuh bisa gak sih sekali aja dukung cara gue, Sa?" tanya Heejin. Air mukanya kini berubah menjadi serius.

"Cara lo salah! Gue gak bisa membenarkan cara lo!" tukas Asahi. "Lo tuh cuman cari perhatian," ketusnya.

Heejin langsung menatap Asahi jengah. Terlihat jelas di wajahnya ia sangat emosi pada sepupunya itu. Namun Heejin mencoba untuk menahannya.

"Lo minta maaf sama Junkyu sekarang, Jin. Jangan kayak gitu lagi. Juga, nanti pulang ngampus kita harus ketemu sama om buat cek kon-"

"GUE GAK SAKIT!" pekik Heejin tiba-tiba yang membuat Asahi terkejut. Namun, dia sudah biasa melihat sisi Heejin yang ini.

Heejin mengembuskan nafasnya berat. Mengatur nafasnya untuk tidak emosi. Gadis itu kemudian kembali menatap Asahi dengan sinis.

"Berapa kali gue bilang kalo gue ini gak sakit? Kalo lo terus anggap gue sebagai pasien, jauh-jauh lo dari gue! Gak usah jadi sepupu gue!" tukas Heejin yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Asahi.

Asahi menatap kepergian Heejin dengan rasa bersalah di hatinya. Ini bukan pertama kalinya Heejin marah kepadanya hanya karena memperingatkannya.

"Heejin, gue cuman mau lo kayak dulu. Cape gue harus benerin kesalahan lo terus," gumam Asahi pelan.

🌟🌟🌟

Junkyu mencoba untuk menghubungi Yuna. Namun nomor gadis itu tidak aktif. Ia juga sudah mencoba untuk menghubungi kakaknya, Jinsung, bahkan Midam untuk bisa berkomunikasi dengan Yuna.

Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat telepon dari Junkyu.

"Semurka itu kalian sama gue, hah? Gue pengen tau keadaan Yuna dan minta maaf," tukasnya frustasi.

Junkyu yang benar-benar frustasi mengacak-acak rambutnya tak karuan. Dia marah saat ini, namu tidak tahu harus bagaimana untuk melampiaskan semuanya.

Junkyu juga tidak ingin melampiaskannya kepada Heejin, meskipun ingin. Seperti yang sudah-sudah, Junkyu takut emosinya meledak tak terkendali, menyakiti hati orang lain dan berujung karma untuknya.

Junkyu kenyang makan semua karma dari Yuna.

"AAARRGGHHHHH!" pekik Junkyu.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang