Yuna akhirnya di antarkan pulang oleh Hyunsuk ke rumah sewaannya yang berada di London. Tak sampai 10 menit, mereka berdua telah sampai di depan sebuah rumah gaya Eropa yang cukup luas.
"Akhirnya nyampe juga," kata Yuna sedikit lega. Sebenarnya dia sudah lelah seharian menemani kakaknya terapi dan sorenya harus kuliah sampai malam.
"Bilang apa ke gue?" kata Hyunsuk.
Yuna tersenyum. "Makasih kang ojek," gadis itu terkekeh.
"Yeee, masa tukang ojek. Kalau gitu minta bayarannya atas jasa gue," kata Hyunsuk seraya menengadahkan telapak tangannya.
Yuna langsung mengulurkan tangannya. Tos katanya. "Gak boleh perhitungan ya sama gue," katanya.
Hyunsuk tersenyum. "Yaudah kalau gitu lo masuk sana, biar gue tungguin di sini," kata Hyunsuk.
Yuna langsung menggelengkan kepalanya. "Aturannya lo yang pergi duluan, biar gue dadahin lo dari sini," kata Yuna.
"Biar apa?" tanya Hyunsuk.
"Biar apa ya? Biar beradab aja gitu. Eh emang iya, ya?" Yuna malah tertawa. Gadis itu bahkan tidak mengerti apa yang sebenarnya dia bicarakan.
Hyunsuk tertawa. Song Yuna benar-benar gadis yang menggemaskan di matanya. Lama kelamaan mungkin dia akan jatuh cinta kepada Yuna dan semakin menginginkannya untuk bersamanya.
"Besok lo ada waktu gak sore?" tanya Hyunsuk.
"Emangnya kenapa?" tanya Yuna.
"Gue mau ngajak lo nonton, mau gak?" tanya Hyunsuk.
"Lo naksir sama gue, kak?" tanya Yuna. Gadis ini memang selalu to the point. Tapi entah kenapa Hyunsuk justru menyukainya.
Hyunsuk tersenyum. "Kalau gue naksir sama lo emangnya kenapa, Yun?" tanya Hyunsuk.
"Pesona gue berarti tak terbantahkan," katanya dengan kepercayaan diri yang meningkat sampai seratus persen.
Hyunsuk lagi-lagi tersenyum. Ia bingung harus mengucapkan kalimat apa, sehingga hanya mampu tersenyum. "Jadi, gimana? Lo mau gak?" tanya Hyunsuk.
Yuna terdiam sebentar. Seolah sedang berpikir. "Boleh deh. Lagian besok gue cuman ada kelas pagi doang," kata Yuna.
"Ya udah, besok kita janjian di taman depan gedung kedokteran, ya. Gue balik dulu," kata Hyunsuk.
Pria Choi itu langsung memakai helm miliknya dan menyalakan motor besar miliknya. Ia kemudian melambaikan tangannya kepada Yuna dan meluncur pergi.
"Hati-hati, kak," teriak Yuna seraya melepas sebuah senyuman yang tak akan terlihat oleh Hyunsuk.
Yuna langsung masuk ke dalam rumahnya. Di pintu utama, tiga orang pria sudah menunggunya dengan wajah kurang mengenakan. Semuanya menatap Yuna dengan sinis.
Yuna hanya mengabaikan mereka. Sebenarnya Yuna marah kepada Jinsung dan Midam karena tidak punya inisiatif untuk menjemputnya.
"Gue ikut besok," kata Jinsung tiba-tiba.
"Gue juga, Yun," sahut Midam.
Yuna menatap dua bocah laki-laki itu bingung, sedangkan kakaknya yang berada di kursi roda hanya menertawakan tingkah laku mereka.
"Ih apa sih! Kan gue mau kencan sama kak Hyunsuk. Ngapain lo berdua ikut-ikutan," kata Yuna.
"Lo naksir sama dia, Yun?" tanya Yunhyeong.
"Belum. Tapi dia udah naksir gue kayaknya," kata Yuna.
"Pede banget sih lo! Tahu darimana dia naksir sama lo?!" Tanya Jinsung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hide and Seek (Kim Junkyu)
Fanfiction" Ini pacaran atau main petak umpet sih?" - Song Yuna. #1 Jungjinsung #7 Kimjunkyu
