11

3.5K 483 35
                                        

Pagi ini, Yunhyeong bangun kayak biasanya. Bukan karena alarm-nya bunyi. Tapi karena suara krasak-krusuk di dapurnya.

Yunhyeong memutuskan untuk turun ke dapurnya dan mendapati seorang Yuna lagi berantakin dapurnya.

"Morning." Kata Yuna sambil masak makanan yang entah apa.

Yunhyeong langsung cengo. Ini pertama kali dalam hidupnya liat Yuna jam 5.30 udah bangun dan pakai seragam lengkap.

"Yun, tumben." Kata Yunhyeong setengah sadar.

Yuna langsung berbalik dan duduk di meja makannya kemudian menyantap omurice acak-acakan bikinannya.  Yunhyeong langsung duduk disamping Yuna sambil liatin adiknya makan.

"Yun, lo sehat kan?" Tanya Yunhyeong.

"Emang kenapa?" Tanya Yuna.

"Liat tuh jam berapa. Masih pagi. Tumben udah siap." Ujar Yunhyeong.

"Yeee! Puji, kek! Ini adiknya udah rajin gini, calon mantu idaman banget gak?" Yuna terkekeh.

Yunhyeong langsung noyor kepalanya Yuna. "Baru sekali aja, sat! Gausah sombong!" Tukas Yunhyeong.

"Coba kasih tau gue alasan yang jelas supaya gue ngerti sama situasi sekarang nih." Ujar Yunhyeong.

"Gue gak mau telat. Males manjat terus. Liat nih kaki incess luka-luka kayak gini." Ujar Yuna sambil menunjukkan beberapa bekas luka di kakinya.

"Ya lagian lo ngapain manjat juga sih. Kapan sih lo jadi cewek tulen, Yun." Tukas Yunhyeong.

"Hmm... kapan, ya? Kalo gue udah bosen sama Junkyu, nanti gue baru jadi cewek tulen." Yuna terkekeh yang langsung ditoyor sama Yunhyeong. "Biar laku pas nyari yang baru." Katanya.

"Niat lo mau pensiun jadi pacarnya Junkyu?" Tanya Yunhyeong.

Yuna mengangguk. "Lagian kan banyak yang lebih baik daripada Junkyu. Pusing gue pacaran sama dia, banyak nafsunya." Tukas Yuna.

Yunhyeong terkekeh. "Masih kecil udah nafsuan aja jiirrr." Ujarnya.

"Lo mikir apaan emang? Lagian ya nih bukan nafsu dalam artian lo ke pacar lo, tapi nafsu pengen nyikut  banting jambak tendang babay! Aigooo kesel kan gue." Tukas Yuna frustasi.

Yunhyeong tertawa. "Lo lagi ada masalah sama dia? Gak biasanya lo kesel sampe muncrat gitu ngomongnya." Ujar Yunhyeong.

"Pacaran sama dia aja udah masalah. Udah ah pusing gue, nyarap dulu gue." Kata Yuna sambil memakan beberapa sendok makanannya.

Yunhyeong hanya tersenyum. Dia terus memperhatikan adiknya itu. Sesekali dia ngusilin Yuna dengan nyomot makanannya. Untungnya Yuna tipe adik yang gak nafsuan sama kelakuan kakaknya.

"Eh, Yuna sama Yunhyeong udah bangun?" Tiba-tiba Tante Soojin menghampiri mereka berdua.

Yuna langsung masang muka bete. Dia cepet-cepet selesaiin makannya. Dan beranjak dari tempatnya duduk.

"Kak, gue berangkat dulu, ya? Jangan lupa jemput gue buat ketemu Mama bareng." Kata Yuna kemudian dia mencium pipinya Yunhyeong sekilas dan berjalan melewati Tante Soojin yang memandanginya.

"Yun, tapi masih jam 6 ini. Gerbang udah dibuka emang?" Teriak Yunhyeong.

"Manjat lagi!" Teriak Yuna yang sudah berada di luar rumahnya.

🌟🌟🌟

"Hanbin! Cepet! Kita mau jemput Yuna!" Teriak Junkyu.

"Hanbin!"

"Hanbin! Han-AW! Bunda! Sakit!" Teriak Junkyu sambil meringis kesakitan karena dijewer sama Bundanya.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang