15

3.4K 501 9
                                        

"Midam?"

Yuna mematung seketika melihat siapa yang datang ke ruangan Mamanya. Itu Midam. Iya, Lee Midam.

"Yuna? Lo ngapain disini?" Tanya Midam yang gak kaleh kaget dengan Yuna.

"Bukannya gue yang harus tanya? Lo ngapain disini? Bukannya sekolah? Lo bo- astaga! Ini kan waktu pulang sekolah, ya?" Yuna udah nyeroscos aja.

Midam tersenyum, kemudian dia menghampiri Yuna.

"Jadi, lo bolos sekolah kesini, Yun?" Tanya Midam.

Yuna mengangguk. "Tapi, btw, lo tau darimana gue bolos?" Tanya Yuna.

"Mahiro. Tadi dia bilang katanya lo dijemput pacar?" Tanya Midam tak yakin.

Yuna langsung tersentak kaget. "Kakak gue! Mana mau gue pacaran sama makhluk sejenis kak Yoyo!" Yuna langsung nyolot.

Midam terkekeh.

"Jadi, lo ngapain disini? Di ruangannya tante Hana?" Tanya Midam.

Yuna langsung mendekat. "Bukannya gue yang harus nanya, ya, Dam?" Tanya Yuna.

"Gue yang ngerawat tante Hana disini. Kebetulan gue jadi sukarelawan disini sama beberapa anak Divisi Kesehatan." Ujar Midam.

"Jinsung? Ada Jinsung, gak?" Tanya Yuna. "Mati gue klo dia ada disini." Ujarnya.

Midam menatap Yuna heran. "Nggak. Dia mana suka jadi sukarelawan kayak gini." Ujar Midam.

"Yun, sekarang lo jawab pertanyaan gue dong." Kata Midam.

Yuna menatap Midam kemudian tersenyum tipis. "Ini kamar Mama gue." Kata Yuna lirih.

Midam sedikit tersentak.

"Bukannya anaknya Kak Yulhee? Dia udah me-"

"Kakak gue." Yuna memotong ucapannya Midam.

Midam menatap Yuna bingung. "Jadi, sebenernya anaknya tante Hana itu tiga?" Tanya Midam.

Yuna mengangguk.

Midam hanya menatap Yuna bingung. Seolah-olah meminta Yuna untuk menjelaskan semuanya secara detail. Tentang situasi ini.

"Klo lo mau penjelasan gue, gue gak bisa kasih tau lo. Kita gak sedekat itu." Kata Yuna.

"Yaahh Yuna, padahal gue penasaran." Ujar Midam.

Yuna hanya tersenyum. Kemudian dia keluar dari ruangan Mamanya karena tidak mau mengganggu Mamanya yang sedamg tidur.

Midam langsung ngekorin Yuna.

Mereka berdua sekarang jalan di koridor pusat kesehatan itu.

"Dam, pasti repot ngurusin Mama gue." Ujar Yuna.

Midam mengangguk kemudian tersenyum. "Repot sih. Apalagi klo dia udah mulai ngamuk. Tapi gue seneng, Mama lo nyenengin sebenernya." Ujar Midam.

Yuna tersenyum tipis, kemudian dia duduk di sebuah kursi.

Mereka berdua sekarang ada di tengah -tengah taman pusat kesehatan itu.

"Kenapa gak dirawat di rumah aja, Yun?" Tanya Midam.

"Kenapa, ya? Bukannya gak mau. Kak Yoyo sibuk dan gue kadang jadi seseorang yang gak diinginkan sama Mama." Jawab Yuna.

"Papa lo?"

Yuna terdiam sambil mengepalkan kedua tangannya. Terlihat jelas di wajahnya, dia kayak orang yang kesel gitu.

Midam menatap Yuna kasihan. Kemudian dia menggenggam tangannya Yuna. Yuna menoleh dan Midam tersenyum.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang