10

3.7K 514 54
                                        

Setelah selesai kerja kelompok di rumahnya Yeji, Yuna langsung pulang sama Jinsung dan Jihoon. Walau akhirnya Yuna tetep pulang sama Jinsung karena rumah Jihoon gak terlalu jauh dari rumah Yeji. Junkyu gak bareng karena katanya nunggu dijemput sama Hanbin, padahal mah emang dia niatnya mau berduaan sama Yeji aja.

Rasanya Yuna pengen marah. Tapi dia ada di situasi yang gak berhak untuk marah sama Junkyu. Karena bagaimanapun Yuna udah setuju untuk mengikuti permainannya Junkyu sementara. Meskipun hati kecilnya bilang gak mau. Sekarang dia harus nanggung semua rasa sakit hatinya sendirian tiap liat Junkyu sama Yeji.

"Yun, lo gak apapa?" Tanya Jinsung.

Yuna tersenyum. "Gue ngantuk. Pengen cepet nyampe rumah." Kata Yuna datar.

"Sabar ya. Tinggal satu halte lagi kita nyampe." Kata Jinsung.

Yuna tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya ke kaca jendela sambil menatap jalanan dan langit sore yang lumayan cerah.

Jun, gue harus gimana, ya? Nunggu satu semester lagi kayaknya gue gak sanggup.-Yuna.

"Yun, yuk! Turun." Kata Jinsung sambil menarik tangan Yuna.

Akhirnya bis berhenti di halte lingkungan rumah mereka. Mereka berdua langsung turun dan berjalan berdua. Jinsung janji sama Junkyu mau anterin Yuna sampai depan rumahnya. Jangan sampai Yuna kesasar.

"Yun, muka lo suram banget sih." Kata Jinsung.

"Gue lagi bete sama si Junkyu." Kata Yuna.

"Kenapa lo gak putusin aja, sih? Kan udah jelas dia cheating di belakang lo." Ujat Jinsung.

Yuna langsung menatap Jinsung dengan tatapan sedih. "Harusnya diputusin kan, ya?" Kata Yuna. Yuna langsung mengacak-acak rambutnya frustasi. "Yuna emang bego! Malah dipertahanin!" Tukas Yuna.

Jinsung terkekeh. "You can't be in love and smart at the same time. " Kata Jinsung.

"Berarti jatuh cinta itu bisa bikin kita bego, ya?" Kata Yuna.

"Nah, tuh lo tau. Kadang nih, ya, jatuh cinta itu gak bisa bikin kita berpikir rasional. Rasa cinta kita mengalahkan akal sehat kita." Ujar Jinsung.

Yuna menghela nafasnya berat. "Segitu cintanya lo sama Junkyu, Yun? Apa lo dipelet? Kenapa lo selalu gak bisa nolak, sih." Gumam Yuna.

Jinsung hanya terkekeh melihat kefrustasian seorang Yuna yang ia kenal sebagai manusia terdatar yang pernah ada.

Tiiiitt......

Tiba-tiba ada bunyi klakson mobil di belakang mereka berdua. Jinsung langsung berhenti dan berbalik. Sedangkan Yuna terus berjalan sambil nendang-nendang kerikil di jalanan.

"Yun." Jinsung langsung narik tasnya Yuna.

"Apaan?" Tanya Yuna. Kemudian Yuna berbalik dan sedikit kaget saat melihat seseorang sedang berdiri di hadapannya.

"Lo kenal?" Tanya Jinsung.

Yuna menatap orang itu dengan mata sedihnya. "Papa?" Kata Yuna.

"Papa lo?" Tanya Jinsung. Jinsung langsung memberikan hormat kepada seseorang yang dipanggil Papa oleh Yuna.

Yuna tersenyum. Tapi Jinsung bisa tahu kalo senyuman itu adalah senyuman yang dipaksakan.

"Yuna, kok jam segini baru pulang?" Tanya Papanya.

"Abis kerja kelompok, Pa." Kata Yuna datar.

"Kirain pacaran. Kan biasanya kamu pacaran terus." Kata seorang perempuan yang baru saja keluar dari mobil Papanya. "Oh? Pacar baru kamu?" Tanya perempuan itu sambil menunjuk Jinsung.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang