54

1.8K 267 91
                                        

Seminggu berlalu, Jinsung baru pulang ke rumahnya.

Sejujurnya, dia tidak menghindari Yuna meski memang kesal. Tiba-tiba saja saat terakhir bertemu Yuna dan Midam waktu itu, dia harus pergi ke luar kota London untuk melakukan penelitian dengan kelompoknya. Ponselnya mati sehingga ia tidak bisa menghubungi Yuna dan Yunhyeong.

Timing-nya sangat tidak pas.

Jinsung bisa membayangkan Yuna marah dan hampir murka kepadanya karena bersikap seolah menjauhinya.

"Apa gue ke asrama kampus aja, ya? Nginep di kamarnya si David?" gumam Jinsung pelan saat baru saja sampai di pelataran rumahnya.

"Emang gue ngerti bahasa inggris apa jir? Gimana gue ngajak ngomong si David dah," gumamnya.

Baru kali ini ia benar-benar merasa bersalah pada Yuna dan takut menyakiti hatinya.

Jinsung kemudian menatap rumahnya yang terlihat gelap, seperti tak berpenghuni. Lampu taman masih menyala dan taman mereka terlihat sangat kotor dengan daun-daun kering yang berjatuhan.

"Ini baru gue tinggalin seminggu udah berantakan gini, apalagi gue tinggalin sebulan jir," keluhnya.

"Jinsung!"

Jinsung yang baru saja mau beranjak masuk, tiba-tiba berbalik saat seseorang memanggil namanya. Ternyata pemilik rumah, yang kebetulan sama-sama orang Korea.

"Kamu baru pulang?" tanya si pemilik rumah.

Jinsung mengangguk. "Saya baru dari luar kota, bu," katanya.

"Berarti kamu belum tahu kalau Yuna sama Yunhyeong pindah juga kayak Midam?" tanyanya.

Jinsung langsung terkejut. "Hah? Apa?! Pindah?! Kok bisa?!" tanya Jinsung.

"Seminggu yang lalu kayaknya, Yuna pingsan di sini pas malem-malem. Terus ibu bawa deh ke rumah sakit sama suami ibu. Baru beberapa hari lalu, Yunhyeong telepon katanya mau pindah. Disuruh papanya buat nempatin apartemen baru mereka," jawab ibu pemilik rumah.

Jinsung langsung membeku. "Seminggu yang lalu?" gumamnya lirih.

Jika diingat kembali, seminggu yang lalu adalah saat Yuna ingin berbicara kepadanya dan Midam. Tapi mereka berdua tidak pernah muncul sampai hari ini.

"Apa Yuna pingsan pas nungguin gue sama Midam ya?" gumam Jinsung. Ia tiba-tiba merasa tidak enak hati dan bersalah pada Yuna.

"Ibu tahu di mana alamat Yuna yang baru?" tanya Jinsung.

"Tahu. Tapi Yuna nyuruh buat gak ngasih tahu. Katanya dia marah sama kamu," kata ibu pemilik rumah.

Jinsung mengacak-acak rambutnya frustasi. Benar Yuna marah kepadanya dan tak akan membiarkannya untuk menemukannya begitu saja.

"Julid banget tuh anak," gumamnya.

🌟🌟🌟

Heejin tiba-tiba menghilang.

Sudah seminggu gadis itu tidak bisa dihubungi dan tidak ditemukan di manapun, termasuk oleh Asahi, orang kepercayaannya.

Semua orang kini sibuk mencari Heejin, termasuk Junkyu dan Shuhua yang ikut andil dalam marahnya Heejin waktu itu.

"Gue gak ngerti sebenernya Heejin ada masalah apa. Dia gak pernah tiba-tiba ngilang kayak gini," ujar Asahi.

"Mungkin dia lagi stres atau banyak utang gitu, jadi dia kabur untuk menenangkan diri," celetuk Haruto.

"Yeee lu gimana sih. Masa Heejin punya utang? Tuh lo liat aja siapa yang turun tangan buat nyari Heejin. Mereka orang-orang suruhan papanya," kata Yujin.

Hide and Seek (Kim Junkyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang