extra part 2 (5 years later)

335 49 25
                                        

Sebelumnya makasih ya udah mau baca cerita aku, vote dan komen, terus ikutin nichol meskipun tulisannya acak-acakan, ga jelas dan sulit di mengerti hehe

Aku juga masih belajar kok, kedepannya aku bakalan lebih fokus dan teliti lagi. Tanpa kamu yang baca cerita aku, aku ga bakalan nulis sampe sepanjang ini, makasih ya sekali lagi!!!

EH BTW, MAAF KALAU PART INI GA SESUAI SAMA EKSPEKTASI KAMU YA. SOALNYA NGEBUT BGT OMO

Selamat Membaca <3
-
-
-

3 weeks before graduation

Tiga minggu sebelum hari wisuda, udara dingin masih menyelimuti halaman penjara. Langkah kaki terdengar berat saat Bernand melewati pemeriksaan keamanan terakhir. Tangannya menggenggam map tipis berisi izin resmi yang baru saja ia terima dari pengacara Luke.

Di ruang kunjungan, Nichol sudah duduk lebih dulu. Rambutnya lebih pendek dan terlihat rapi, wajahnya lebih tirus, namun matanya tetap sama, lebih lirih seperti terakhir kali mereka bertemu.

Nichol mengangkat kepala saat melihat Bernand. "Pa..."

Bernand duduk di depannya. Di antara mereka, kaca pembatas memisahkan, sementara petugas berjaga di belakang. Baju tahanan Nichol berwarna navy, nampak bersih dengan nomor kecil di bagian dada.

Bernand menatap putranya sebentar, lalu menarik napas dan mengambil gagang telepon yang digunakan untuk mereka berbicara. Nichol menelan saliva, lalu melakukan hal yang sama.

"Gimana kabar kamu?" tanya Bernand pelan.

Nichol tersenyum kecil menatap ayahnya. Pertanyaan itu selalu membuat sesuatu dalam hatinya tersentuh. Padahal hanya hal sederhana, namun selalu berhasil membuat air matanya menggenang.

"Nichol baik, Pa."

Bernand tersenyum tipis. Setiap kali menengok anaknya di sini, ia selalu ingin memeluknya. Andai saja mereka bisa berkontak fisik, ia pasti sudah melakukannya sejak dulu. Namun aturan membuat mereka tak pernah bisa melakukan itu.

Selama lima tahun lebih terpisah, Bernand masih terus berusaha mencari cara dan bukti untuk membebaskan Nichol. Ia bahkan ikut mencari keberadaan Amyo yang sampai saat ini masih belum diketahui.

Pengacara Luke juga membantu, membuka kembali berkas lama untuk mencari celah kecil yang bisa membuktikan bahwa apa yang terjadi saat itu bukanlah tindakan disengaja. Mereka mencoba menunjukkan jika pengakuan yang diberikan Nichol tidak sepenuhnya sah, karena saat itu ia berada dalam kondisi dissociative amnesia yang membuat ingatannya terpecah dan tidak utuh.

"Tiga minggu lagi Rain sama Andra wisuda."

Nichol terdiam sebentar sebelum mengangguk. "Nichol tau... Rain sempet bilang waktu itu."

Bernand lalu membuka map di tangannya dan menunjukkannya pada Nichol melalui kaca pembatas. Nichol membaca beberapa baris, lalu mengerutkan kening, menatap Bernand penuh pertanyaan.

"Papa udah bicara sama pengacara Luke. Kita ajukan permohonan supaya kamu bisa hadir."

"Pengadilan setuju?" tanya Nichol cepat.

Bernand mengangguk, lalu menutup map tersebut. "Kamu dikasih waktu dua jam, dengan pengawalan. Jadi kamu bisa hadir di wisuda Rain dan Andra, meskipun gak lama."

Nichol terdiam. Pandangannya berpindah dari map tersebut, lalu ke wajah Bernand. Jantungnya berdebar lebih cepat, sesuatu di dadanya terasa sesak sekaligus hangat. Sudah sangat lama ia tak melihat dunia luar, selain halaman penjara saat menjalani tugas harian. Rasanya campur aduk. Semangat, takut, dan tak percaya dalam waktu yang sama.

NICHOL: Under The Maple RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang