*SUDAH TERBIT, TERSEDIA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE*
(FOLLOW SEBELUM MEMBACA. TINGGALKAN JEJAK KOMEN DAN VOTE)
*Mulai 6 oktober 2020
*Selesai 17 juli 2021
Rank 1 in #youth tgl 15/11-2020
Rank 1 in #bar-bar tgl 25/11-2020
Rank 1 in #lucu tgl 19...
PO udah dibuka ya. Kalo mau yang beli bisa di Shopee atau Tokopedia toko buku online dibawah ini, atau bisa klik link yang ada di bio instagram Akad atau klik lin bio IG aku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu yang paling disukai Ezhar adalah sore. Karena sore adalah pertengahan antara terang dan gelap. Sore selalu mendatangkan angin sejuk. Memang tak sesejuk pagi. Namun sejuknya angin sore lebih menenangkan. Juga menghadirkan perasaan aneh seolah kita merindukan. Dulu Ezhar mengabaikan perasaan rindu yang tak beralasan itu. Sekarang, rindu itu semakin terasa. Rindu itu sudah memiliki tujuan dan nama.
Ezhar mendongak, melihat langit yang berwarna orens agak gelap. Angin melewati wajahnya, menerbangkan helaian rambutnya. Kalau ia pernah membenci sore. Maka itu lah yang terjadi saat ini.
"Rindu ini punya nama. Tapi nggak punya tujuan." Ujarnya lemah.
Ezhar menurunkan kepalanya, menatap makam kering di hadapannya. Ia sama sekali tidak beejongkok. Ia tidak mau terlalu dekat pada makam yang telah lama dibentuk itu. Sorot matanya meredup begitu ia membaca ejaan nama pada batu nisan.