33. Mangga muda?

30.4K 2.8K 224
                                        

-Vote dulu sebelum baca!
.

.

.

"Jahat banget Lo, ya? Sama gue!"

"Gue udah relain semuanya demi Lo!"

"Gue sampe ngerelain diri gue sendiri demi Lo!"

"Sekarang gue hamil anak Lo! Dan Lo malah nggak mau tanggung jawab?"

"Hiks, ini anak Lo!"

"Plis, nikahin gue!"

"Gue enggak bisa! Gue nggak bakal pernah nikahin Lo!"

"Kenapa?"

"Karena gue udah punya istri!"

Empat orang siswa sedang fokus menonton film Thailand di ponsel salah satu dari mereka. Naura, Raini, Jono, dan juga kembarannya--Joni. Mereka berempat benar-benar serius menyimak pertengkaran antara dua orang selingkuhan yang ada di ponsel milik Jono, kembarannya si Joni.

Kefokusan mereka terhenti seketika, disaat Naura menekan tombol pause pada film tersebut. Membuat teman-temannya menoleh lantas berdecak kesal dengan sikap sahabatnya yang sungguh mengesalkan.

Joni berdecak kesal karena ulah Naura. Padahal sedikit lagi si cowok bakalan disiram pakai kopi panas yang dipesan si cewek waktu mereka janjian di suatu cafe, eh? Naura malah gangguin.

"Apaan sih, Ur!" Ketusnya mengerutkan dahi membuat Naura ingin tertawa.

"Padahal bentar lagi si buaya disiram pakai kopi panas. Naura ih!" Raini geram, terhadap Apa yang telah sahabatnya itu perbuat.

"Ngapain nonton film begituan? Mendingan nonton Spongebob," ucap Naura seraya membuang pandangan malas.

"Seorang Jono nonton Spongebob? Sorry, I have high quality."

Semua orang menoleh, menatap kagum seorang Jono yang tiba-tiba lancar berbahasa Inggris. Sedangkan Joni terheran, bagaimana bisa adiknya itu berbicara menggunakan bahasa Inggris? Wong nilai Inggrisnya saja hasil copasan jawaban darinya.

"Kenapa? Kalian kagum?" Ucap Jono dengan ekspresi kepedean membuat Raini kesal.

"Wadaw!!!" Jerit Jono kesakitan disaat Raini mencubit lempengnya.

"Sialan Lo! Sakit tau!" Rintihnya mengelus-elus lempengnya yang kini terasa sangat panas.

"Makannya, jangan sok!"

"Ye, emang gue pinter."

"Lo itu lebih pantes ngomong pakai bahasa elien, " cibir Raini membuat gelagak tawa pecah memenuhi seisi kantin.

"Enak aja!" Cetusnya tak terima dihina oleh Raini.

Tanpa mereka semua sadari, Naura kini tengah tertunduk lesu. Ia membayangkan jika apa yang baru saja ia tonton akan terjadi kepadanya suatu saat. Bagaimana jika?

"Astaghfirullahaladzim," sebutnya seraya menggelengkan kepala.

"Kenapa, Ur?"

"Ada yang sakit?"

"Ada setan ya!"

"Kenapa Lo nyebut?"

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan teman-temannya sempat membuat Naura terkikik kecil kemudian kembali menormalkan sikap. Naura menggeleng, tersenyum manis kemudian meneguk minuman dingin terakhirnya.

'Triiiing'

Bel masuk berbunyi tepat disaat Naura menghabiskan Florida orange miliknya. Ia kemudian berdiri disusul oleh teman-temannya, lantas kembali lagi ke kelas masing-masing.

Om Barra [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang