27 mei 2021
19-jun-2023
Warning⚠ Typo di mana-mana.
╭──────── ༺🥀♛🥀༻ ────────╮
"Aku tidak butuh banyak orang dalam hidupku.
Tapi jika Mingmei hancur hari ini, aku tidak yakin bisa tetap berdiri tegak seperti kemarin."
— Kyra
╰──────── ༺🥀♛🥀༻ ────────╯
***
Kyra menatap sekitar dengan gelisah. Jangan-jangan sesuatu telah terjadi pada Mingmei.
"Ada apa, Ki'er?" tanya Pangeran Mahkota Zhang dengan nada bingung. Baru saja mereka keluar dari Hutan Terlarang, Kyra tiba-tiba melompat turun dari kereta tandu dan berjalan cepat menuju gubuk tua yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berada. Semua prajurit dan pangeran pun ikut kebingungan dengan tindakannya.
"Aku meninggalkan Mingmei di sini. Tapi sekarang dia tidak ada," ujar Kyra dengan suara datar saat menghampiri pangeran Zhang.
"Maksudmu dayang Xia Mei?" Tanya pangeran Fang Bo memastikan. Kyra hanya menatapnya sekilas tanpa menjawab.
Kyra menggertakkan giginya. Ada sesuatu yang tidak beres. Jika Mingmei tidak ada di sini dan tidak ada juga di istana, itu artinya Kyra harus mencarinya sampai ke Kekaisaran Wei.
"Aku menemukan sesuatu."
Kyra, pangeran Fang Bo, dan pangeran Mahkota Zhang serempak menoleh ke sumber suara yang mana pangeran Fang Zi tengah memegang sebuah belati. Warna merah tua masih menodai bilahnya, meskipun sudah mulai mengering.
Kyra menghampiri, lalu mengambil belati itu dari tangan pangeran Fang Zi. "Ini milik Mingmei."
Tatapan Kyra menajam ketika mengamati belati itu ditangannya. Jika Mingmei benar-benar menggunakan senjata ini, berarti dia sempat melawan sesuatu. Mungkin dia selamat dan mencari pertolongan ke wilayah Kekaisaran Wei. Kalau itu benar, Mingmei pasti langsung kembali ke istana begitu mendapat bantuan, meski tubuhnya mungkin dalam kondisi lemah. Tapi jika tidak ...
Kemungkinan terburuk mulai menghantui Kyra. 'Bisa saja Mingmei diculik dan dijual sebagai budak. Atau mungkin, sesuatu seperti binatang ... Atau sesuatu yang lebih berbahaya dari sekedar manusia ... Menyeretnya masuk kedalam hutan?"
Kyra menggeleng pelan. Tidak. Ia tidak akan membiarkan pikirannya terperosok ke sana.
"Mingmei pasti sudah kembali ke istana," gumam Kyra sambil berjalan menuju seekor kuda jantan yang terikat pada batang pohon. Ia melepaskan tali kekangnya dengan gerakan cepat.
"Ki'er naik saja dengan—"
Ucapan Pangeran Mahkota Zhang menggantung. Matanya melebar ketika melihat adiknya melompat ke punggung kuda dan langsung memacunya cepat tanpa memberikan kesempatan bagi siapapun untuk menahannya. Gadis itu melesat secepat angin, meninggalkan semua orang di belakangnya.
Pangeran Fang Bo tercengang. "Bahkan adik ketiga sudah berani menunggang kuda!?"
╭──────༺♡༻──────╮
THE TIME TRAVEL
╰──────༺♡༻──────╯
Sedangkan pada saat yang sama, Mingmei berjalan gontai menuju tengah lapangan yang kini dikerumuni banyak orang. Tangan dan kakinya terbelenggu rantai besi, tubuh mungilnya terbalut gaun putih kasar yang terlihat seperti kain kafan. Rambutnya dikuncir kuda sengaja untuk memudahkan algojo memenggal kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
