Palembang, 2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Jika tak seorang pun mampu menghentikan iblis itu, maka biarlah aku yang melakukannya."
~ Zhishu
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
Keesokan Harinya
Alunan musik menggema di setiap sudut wilayah Kerajaan Qiang menciptakan suasana yang bising sekaligus pengap. Pagi itu, seluruh anggota istana dari keluarga kerajaan, koki, pelayan, hingga prajurit istana berbaris rapi di sepanjang jalan utama. Sosok agung yang telah lama dinantikan akan segera tiba.
Gendang dan alat musik tradisional dipukul lebih keras membelah udara dengan irama yang menggetarkan dada. Ketika kereta kuda berhias kain sutra emas meluncur perlahan semua orang segera menunduk dalam-dalam.
Dari dalam kereta itu, turunlah seorang wanita paruh baya yang tetap memancarkan pesona luar biasa. Perhiasan emas menjuntai anggun dari kepala hingga mata kakinya, menandakan kegemarannya pada kemewahan dan status. Musik dimainkan semakin nyaring, seolah mengiringi langkah seorang dewi turun dari langit.
"Salam, Ibu Suri!" seru semua orang serempak sambil bersujud menyentuh lantai marmer yang dingin dan licin.
Ibu Suri hanya menatap mereka tanpa ekspresi. Sorot mata itu menyebarkan aura wibawa yang dingin serta tak terbantahkan. Ia mengangkat tangannya setinggi dada, sebuah isyarat. Semua orang pun perlahan bangkit dari sujud.
Di hadapan wanita itu sudah berdiri kaisar Li Quan, selir Athi, selir Annchi, serta seorang putri istana yang jarang muncul di depan publik, yaitu Putri Kedua.
Keringat dingin membasahi pelipis para prajurit dan pelayan, terutama ketika tatapan tajam Ibu Suri menyapu sekeliling.
"Bukankah ini acara duka? Mengapa kalian memainkan musik seperti sedang merayakan pesta?" Tanyanya lirih, namun cukup untuk menusuk semua orang yang hadir.
Suasana sontak menghening dalam ketegangan. Para prajurit pemukul gendang segera menjatuhkan diri dan memohon ampun dengan gemetar. Aura intimidasi yang memancar dari wanita paruh baya itu terlalu kuat untuk diabaikan membuat siapa pun menunduk dalam ketakutan.
Padahal, ide menyambut kedatangan sang ibu suri dengan musik itu datang dari Kaisar Li Quan.
"Apa salahnya kami menyambut kedatangan ibunda dengan suka ria?" ucap Kaisar Li Quan, menghela napas seolah berusaha bersikap tenang.
Ibu Suri hanya mendongakkan kepala dengan angkuh, melewati para pelayan istana yang langsung membungkuk dalam-dalam saat ia melintas. Denting perhiasan emasnya bergema setiap langkahnya berpijak, bergesekan satu sama lain di bawah sinar matahari yang membakar.
Ia berjalan masuk ke aula istana, tubuhnya bersinar keemasan seolah membelah hawa panas dan ketegangan. Para anggota kerajaan lainnya mengikuti di belakang, yaitu Kaisar Li Quan, selir Athi, selir Annchi, dan putri kedua. Semuanya diam membisu.
Mereka menuju paviliun Bulan yang mana tempat tubuh Putri Lan Shi dibaringkan. Sesaat setelah melihat kondisi putri Lan Shi yang memilukan dengan nafas tersendat dan tubuh kejang-kejang diatas ranjang, tubuh wanita paruh baya itu membeku.
"Ini ... Ki'er yang melakukannya?" Suaranya terdengar tidak percaya.
"Benar, Ibu Suri," jawab selir Athi pelan, wajahnya menegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
