27. Sebuah Ramalan

40.3K 5K 209
                                        

Pubh: 12-1-2021

***

_____________________ _ _

🌹🌹🌹

"Satu vote darimu mungkin hanya butuh satu detik, tapi bisa jadi alasan bagiku untuk terus menulis hingga akhir kisah ini."

_Author Ell_

🌹🌹🌹
_ _ _______________________

***






***

"Tunjukkan jati dirimu yang sebenarnya."

"Siapa namamu."

"Dari mana kau berasal."

"Dan apa motif mu mengacaukan kerajaan ini."

Tangan Kyra sudah terkepal di bawah meja, sedangkan tatapannya menusuk tajam ke arah ibu suri.

Kyra tidak menyangka ada orang yang akan mengetahui rahasianya begitu cepat. Ini di luar dugaan, Kyra benci sesuatu di luar rencana.

Ibu suri ini ...

Bagaimana bisa dia tahu?

Ketika orang lain mengabaikan hal yang jelas-jelas aneh, wanita ini justru sangat teliti. Pasti sejak awal ia mengamati setiap kejanggalan, mengumpulkan fakta satu per satu, membandingkannya, lalu membuat kesimpulan yang menusuk tepat sasaran. Logikanya jauh melampaui batas pemikiran kebanyakan orang zaman ini.

Kyra belum tahu, apakah kedua wanita di hadapannya ini akan menjadi lawan atau sekutu. Namun satu yang pasti ...

Ia harus siap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Katakan siapa kau sebenarnya!" Perintah mutlak dari ibu suri membuat Kyra kembali ditekan, dipaksa, dan diharuskan untuk menjawab. Kyra menunduk dalam tetapi bukan karena takut. Dia hanya membiarkan pikirannya bergerak liar, membayangkan kemungkinan yang akan terjadi jika kedua wanita di depannya ini mengancam kehidupannya. Jika mereka adalah musuh maka Kyra tidak akan segan untuk membunuh mereka saat itu juga.

Melihat gadis dihadapannya nampak ketakutan lantas ibu suri berwajah puas. "Kau bukan putri ketiga yang asli." Senyum remeh terpatri di wajah keriputnya.

Kyra membalasnya dengan senyum dingin. Baiklah, ia tidak akan segan membuka topeng dan menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

Kyra mengangkat wajah, menatap tegas dengan mata yang menyala penuh ancaman. Tak peduli ekspresi tegang kedua wanita itu, Kyra perlahan melepas cadar hitamnya. Senyum miring berbahaya merekah di bibirnya.

"Ya, aku memang bukan putri ketiga yang asli."

Selir Athi berwajah pias sedangkan ibu suri terperangah. Gadis didepan mereka ini berkata jujur. Putri Azkia yang mereka kenal tidak pernah berwajah tegas seperti itu. Cara bicaranya terkesan dingin dan penuh dengan ancaman, sorot mata yang memancarkan ketangguhan itu tidak akan pernah dimiliki oleh putri ketiga kerajaan Qiang!

"Lantas, kalian mau apa?" suara Kyra dingin, bibirnya tersenyum tapi matanya menyorot tajam—sebuah peringatan terselubung.

Ibu suri dan selir Athi bergidik, penuh pertanyaan dan ketakutan. Mereka pikir, jika dia bukan putri ketiga yang asli lantas dimana putri Azkia? Lalu siapa sosok dihadapan mereka ini? Aura yang dia pancarkan seolah sengaja menjinakkan lawan bicara. Ini jelas aura kepemimpinan, aura intimidasi, dan aura penindas!

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang