Pubh: 12-1-2021
***
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Satu vote darimu mungkin hanya butuh satu detik, tapi bisa jadi alasan bagiku untuk terus menulis hingga akhir kisah ini."
_Author Ell_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
***
"Benar. Aku memang bukan putri Azkia."
Jawaban singkat itu menghantam ruangan seperti dentuman yang membungkam segalanya.
Senyum tipis di wajah Ibu Suri membeku seketika. Di sampingnya, Selir Athi bahkan lupa menarik napas. Pengakuan yang mereka nantikan justru membuat keduanya kehilangan pijakan. Ironisnya, hanya Kyra seorang yang sama sekali tidak tampak terusik oleh pengakuannya sendiri.
Wajahnya tetap datar.
"Kalian sudah mendapatkan jawaban yang kalian cari." Jemari Kyra mengetuk pelan gagang cangkir sekali. Kemudian melanjutkan dengan nada santai namun terselubung ancaman,
"Berani bertanya, berarti kalian juga sudah siap menanggung akibatnya."
Punggung Ibu Suri tetap tegak.
Setidaknya, begitulah yang ia paksakan.
Di balik lengan jubah, jemari tuanya yang gemetar saling mencengkeram begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Sepanjang hidupnya, ibu suri telah melihat para pangeran tumbuh menjadi penguasa, bahkan berkali-kali berdiri sejajar dengan seorang Kaisar. Namun di hadapan gadis yang usianya bahkan belum mencapai separuh dari usianya ini ia justru merasa ketakutan.
Ibu Suri tak lagi merasa sedang berbicara dengan seorang gadis remaja, melainkan dengan sosok pemimpin berdarah dingin yang telah ditempa oleh peperangan dan darah.
Sebenarnya ... sosok macam apa yang telah bersemayam di dalam tubuh cucunya ini?
Berbeda dengan ibu suri yang berusaha tenang, selir Athi justru bergerak gelisah diatas kursinya sendiri.
Ia pikir, jika gadis ini bukan Azkia yang asli lantas dimana Azkia?! Lalu siapa sosok dihadapan mereka ini?! Sosok ini memancarkan ketenangan yang berbahaya, jenis pembawaan diri yang secara halus melumpuhkan taring lawan bicara dan memaksa mereka tunduk tidak berdaya. Ini jelas aura kepemimpinan, intimidasi, dan aura penindas!
"S-siapa kau sebenarnya?" Masih dengan pikiran kalut dan perasaan takut, selir Athi bertanya dengan nada lirih. Kedua tangannya tanpa sadar memeluk tubuhnya sendiri, seolah berusaha mencari rasa aman yang perlahan menghilang.
Melihat perubahan sikap itu, sudut bibir Kyra terangkat.
Beberapa saat yang lalu...
Selir Athi masih berdiri di hadapannya layaknya seorang ibu yang hendak merangkul anaknya. Kini, wanita yang sama bahkan tak sanggup menyembunyikan rasa takutnya dihadapan Kyra.
Jadi pada akhirnya.. kau juga melihatku sebagai ancaman?
Sebuah kekehan rendah lolos dari bibir Kyra.
Lalu dengan dagu terangkat sedikit dan tatapan merendahkan yang dingin, Kyra perlahan memajukan tubuhnya dan mengunci tatapan Selir Athi.
"Allow me to introduce myself."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasySaat dunia diambang kehancuran dan keadilan tak lagi bertaring, manusia tak lagi memohon kedatangan malaikat. Mereka mengharapkan iblis penegak keadilan. ༒︎ JENDERAL KYRA ༒︎ Jangan terkecoh oleh paras cantik dan seringai tipis dibibirnya, sebab di...
