Pubh: 12-1-2021
***
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Satu vote darimu mungkin hanya butuh satu detik, tapi bisa jadi alasan bagiku untuk terus menulis hingga akhir kisah ini."
_Author Ell_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
***
***
"Siapa namamu."
"Dari mana kau berasal."
"Dan apa motif mu mengacaukan kerajaan ini."
Ini di luar dugaan.
Kyra tidak pernah memperkirakan akan ada seseorang yang mampu sampai pada kesimpulan itu secepat ini.
Disaat orang lain mengabaikan sesuatu yang jelas-jelas aneh, wanita ini justru sangat teliti. Dia tidak hanya terpaku pada apa yang tampak di permukaan. Ia mengamati, menyusun setiap potongan fakta, lalu menghubungkannya satu demi satu hingga membentuk sebuah kesimpulan yang nyaris tak meleset. Logikanya telah jauh melampaui batas pemikiran kebanyakan orang di zaman ini.
Kyra menundukkan kepala. Kini pertanyaannya bukan lagi tentang bagaimana Ibu Suri mengetahui rahasianya. Melainkan apa yang akan mereka lakukan setelah mengetahui semuanya.
"Katakan siapa kau sebenarnya!" Ibu suri semakin menekan, nada bicaranya meninggi dan sorot matanya menuntut jawaban dengan penuh paksaan.
Namun Kyra tidak segera menjawab sebab ia tengah berfikir ... mau diapakan mereka. Kemungkinan terburuknya, dua wanita ini bisa menjadi ancaman paling berbahaya di zaman ini.
Jika dibunuh ... tidak.
Menghabisi mereka memang pilihan paling mudah. Namun bukan yang paling menguntungkan.
Ibu Suri bukanlah bangsawan tua yang hanya pandai duduk manis di balik kekuasaan. Logikanya tajam, pengamatannya teliti, dan nalurinya nyaris tak meleset. Begitupun selir Athi.
Orang seperti mereka terlalu berharga untuk dibunuh.
Melihat Kyra terus terdiam, Ibu Suri mengukir senyum remeh di sudut bibir tuanya. "Kau bukan putri Azkia yang asli, untuk apa lagi berpura-pura?"
Kyra menyeringai tipis. Perlahan, jemarinya terangkat menuju cadar hitam yang menutupi separuh wajahnya. Tanpa tergesa dan tanpa sedikit pun keraguan, Kyra melepasnya dan membiarkan kain itu jatuh ke pangkuannya.
"Benar. Aku memang bukan Putri Azkia."
Jawaban singkat itu membuat senyum Ibu Suri membeku. Bahkan Selir Athi di sampingnya kini memejamkan mata, jemarinya gemetar dan nafasnya berubah tidak beraturan.
Kyra tetap pada wajah datarnya, tak ada sedikit pun kegelisahan yang tampak seolah pengakuan barusan hanyalah fakta biasa. Lalu tatapannya beralih dari Ibu Suri ke Selir Athi.
"Kalian sudah mendapatkan jawaban yang kalian cari." Jemarinya mengetuk pelan gagang cangkir sekali. Lalu tatapannya menajam. "Sekarang, apa kalian siap dengan konsekuensi dari pengetahuan ini?"
Napas ibu suri seketika tercekat. Ini ... situasi yang tidak terduga.
Ternyata sejak awal, gadis di hadapan mereka ini tidak pernah merasa terpojok! Bahkan setelah rahasianya terbongkar, wajahnya tetap tenang seolah situasi ini masih berada dalam kendalinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
