49. Hutan Bambu

28.6K 3.6K 508
                                        

2-03-2021
19-05-2022

Happy reading!!!

_____________________ _ _

🌿~•🥀•🌿•🥀•~🌿

"Matanya terlihat ingin menerkam. Tapi aku tahu, itu bukan amarah. Jika kau cukup jeli, kau akan melihat sepasang mata yang hanya ingin dimengerti tanpa dicurigai."

_ Kyra _

🌿~•🥀•🌿•🥀•~🌿
_ _ _______________________




****

Kyra mulai tersadar dari pingsannya. Tidak ada lenguhan yang keluar, hanya mata tajam yang cepat meneliti sekitar dengan wajah datar dan dingin. Pandangan pertama yang Kyra lihat adalah rimbun bambu yang melambai pelan tertiup angin malam.


'Hutan bambu?' batin Kyra.

Ia bangkit perlahan. Lalu pandangannya jatuh pada sosok lelaki berselubung bayangan yang duduk tak jauh darinya. Nampak cahaya keemasan dari api unggun memantul pada iris mata pemuda itu yang tajam berwarna merah menyala, seperti bara yang tak kunjung padam. Tatapan itu tanpa ekspresi, dingin, tapi mengandung tekanan yang sulit diuraikan.

Kyra kembali mengingat kejadian-kejadian sebelumnya tentang dirinya yang tersesat, bertarung melawan phyton, mengejar rusa bertanduk emas, terjerembab kejurang, bertemu serigala dan bertarung habis-habisan dengan mereka, lalu ... Lalu pemuda ini datang, menyelamatkan Kyra entah apa motifnya.

Suara gemerisik bambu yang bergesekan pelan mengisi keheningan. Kyra masih berdiri tanpa suara, matanya mengamati lelaki di hadapannya yang tak sedikit pun bergeming, seolah keberadaannya sudah menyatu dengan malam.

Kemudian ...

"Aku kira kau akan tetap tidur sampai fajar."
Suaranya terdengar pelan tapi dingin, seperti bisikan yang dilemparkan angin dari balik pepohonan. Dia tidak menoleh, tidak melirik Kyra.

'Aku memang pingsan dan itu diluar kendaliku,' batin Kyra tanpa menyuarakan. Ia harus berhati-hati dan waspada disegala situasi, terutama saat ini.

Angin malam berdesir pelan namun menusuk, menerbangkan dedaunan kering dan menggoyangkan bambu-bambu tinggi yang berderit pelan menciptakan irama sepi yang ganjil. Tapi anehnya, Kyra tidak merasakan dingin dikulitnya. Lalu ia menurunkan pandangan, meraba tubuhnya sekilas.

Pantas saja.

Jubah hitam yang masih berlumuran darah kini membungkus tubuh Kyra, lebar seperti selimut. Kyra mengangkat sebelah alis. Pemuda itu kini tak lagi mengenakan jubah kebesarannya. Jadi, sang pemilik bayangan telah menanggalkan lapisan keduanya? Ejek Kyra didalam hati. Ia masih berdiri tanpa sadar. Lalu terdengar suara.

"Jangan duduk. Tetaplah berdiri seperti itu sampai besok pagi."

Nada bicaranya begitu tenang, tapi terdengar seperti vonis dingin dari seseorang yang benar-benar mengerti sifat angkuh Kyra.

Kyra sontak mengangkat dagunya, menatap laki-laki itu tajam tapi hanya sesaat. Dengan bibir tertarik sinis ia justru melangkah pelan lalu menjatuhkan diri ke tanah, duduk di depan api unggun.

"Aku tidak suka diperintah," gumam Kyra.

Karena bersebrangan, Kyra bisa melihat lebih jelas penampilan pemuda ini yang jauh lebih ringan. Nampak bayangannya memanjang di antara batang-batang bambu yang menjulang dingin.

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang