48. Menceritakan yang sebenarnya

28.1K 3.8K 475
                                        

Pubh: Sel, 2 maret, 2021
Re-pubh: sen, 16-05-2022

"Enjoy this story^^"

******

Kaisar Li Quan menghela nafas lega, buku coklat kebanggaan benua Timur itu masih bertengger manis ditempatnya dalam keadaan tertutup rapat oleh kaca.

"Sepertinya aku terlalu mengkhawatirkannya." Kaisar Li Quan terkekeh kecil.

"Kau benar ayahanda tapi meskipun buku pustaka ini menghilang kami bisa ingat dengan betul apa isinya itu." Pangeran Yujing membusungkan dada dengan bangga.

Para pangeran dan kaisar menggelengkan kepala pelan mendengar ucapannya. Kemudian fokus mereka kembali teralih ke buku didalam kotak kaca itu.

"Ayahanda, kira-kira sudah berapa lama buku ini tidak dipegang?" Tanya pangeran mahkota Zhang dengan raut wajah datar.

Kaisar Li Quan tampak menerawang keatas atap, berusaha mengingat berapa lama buku itu tidak dibuka, kemudian ia kembali menunduk dan menatap kaisar Chen dan Pangeran Zhang bergantian.

"Sudah sangat lama, bahkan sebelum Zhu'er mengikuti kelas bangsawan," kata kaisar Li Quan.

"Jika buku ini sudah lama tidak dibuka pasti akan meninggalkan bekas debu diatasnya tapi buku ini terlihat sangat bersih dan terawat, seakan dibuka belum lama ini." Pangeran Fang Bo menimbali.

Kaisar Chen dan para pangeran kerajaan Wei menganggukkan kepala, mereka memang tidak melihat ada debu di atas sampul buku itu.

"Pangeran Yujing, buka buku pustaka itu dan lihat isinya masih lengkap atau tidak." Perintah kaisar Li Quan. Ia sebenarnya sedikit khawatir mendengar penjelasan anak-anaknya tadi, tapi ia berusaha setenang mungkin didepan keluarga Wei.

"Baik ayahanda." Pangeran Yujing menunduk hormat sebelum mengambil buku pustaka itu. Sebelum pangeran Yujing membuka buku itu ia menempelkannya ke pelipis terlebih dahulu sebagai tanda penghormatan.

Semuanya nampak menegang ketika melihat pangeran Yujing membolak balik lembar halamannya sampai ketika Yujing terbelalak dengan mulut menganga lebar dan mata melotot kearah buku.

"Ada apa pangeran Yujing?" Tanya kaisar Chen.

"Yang Mulia sebaiknya anda lihat sendiri karena pangeran ini kurang mengerti." Pangeran Yujing menunduk hormat seraya memberikan buku itu kepada kaisar Chen.

Suasana diruang itu menghening. Semua mata terfokus kearah kaisar Chen yang tengah membaca atau yang lebih tepatnya memperhatikan buku pustaka itu. Kepala kaisar Chen mengangguk angguk tanda mengerti membuat para pangeran termasuk kaisar Li Quan penasaran setengah mati.

Kaisar Chen berusaha memahami isi lembar demi lembar buku itu. Sebuah tulisan rapi dengan gaya tulisan asing terpampang jelas dengan tinta emas yang membuatnya unik dan menarik. Sedangkan makna nya sendiri membuat otak kaisar Chen harus berpikir keras memikirkan bagaimana bisa jalannya sangat rumit dan berliku-liku seperti ini, tetapi semuanya terlihat masuk akal. Kaisar Chen terdiam sejenak. Ia dibuat kagum. Siapa pun yang menulisnya orang itu adalah orang yang sangat pintar menurut Kaisar Chen.

"Apa isinya ayahanda?" Tanya pangeran mahkota Zi Jian penasaran.

"Ini rumus baru matematika, siapa pun yang menulis ini pasti orangnya sangat jenius," kata kaisar Chen dengan wajah serius.

Kaisar Li Quan dan para pangeran terkejut mendengarnya. Lalu kaisar Chen meletakkan buku itu diatas meja sehingga kaisar Li Quan dan para pangeran dapat melihatnya dengan jelas. Para pangeran tak henti-hentinya berdecak kagum, mereka tidak menyangka akan mendapatkan rumus matematika yang baru dan terbilang rumit. Bukan, lebih tepatnya sangat-sangat rumit. Bagi mereka itu sudah mencapai tingkat kelas atas, setiap angka yang tersusun rapi dibuku itu membuat para pangeran bingung sekaligus takjub.

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang