45. Hutan Terlarang I

28K 3.6K 233
                                        

07-05-2022


_____________________ _ _

🌿🌹🌿🌹🌿

"Di dalam Hutan Terlarang, waktu tidak berlaku. Karena kau bisa berjalan semalam dan keluar di kehidupan yang bukan milikmu lagi."

— Author Ell

🌿🌹🌿🌹🌿
_ _ _______________________







****

Semilir angin berembus kencang menerpa ranting dan dedaunan kering. Deretan pohon berdaun lebat menjulang tinggi, menghalangi sinar matahari yang berusaha menembus rapatnya kanopi hutan. Disetiap dahan pohon, akar-akar nampak menjuntai dan bergelayutan seperti puntalan ular yang mengintai dari ketinggian.

Lembap. Gelap. Sunyi. Semua unsur itu bercampur menjadi satu menciptakan suasana yang menyesakkan dan mencekam.

Di antara keheningan terdengar suara langkah kaki pelan namun mantap, menginjak ranting-ranting rapuh di tanah. Dari balik bayang-bayang gelap hutan muncullah sosok gadis remaja yang tengah berjalan tanpa arah nampak wajahnya menyiratkan kehati-hatian dan kelelahan.

Matanya menelisik sekitar karena mulai merasakan ada yang ganjil. Semakin jauh kakinya melangkah, rerumputan yang tadi hanya sebatas mata kaki kini menjulang setinggi pinggang dan berubah menjadi semak belukar yang menghalangi jalan. Pepohonan semakin rapat, daun-daunnya semakin lebat menutup cahaya, dan kini ... dirinya benar-benar seperti berjalan ditengah malam.

'Ini bukan jalannya.'

Kyra berhenti.

Kedua matanya menyapu sekitar namun semua tampak asing, terlalu sunyi dan gelap. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan kasar. Sudah berjam-jam Kyra berjalan, namun semuanya terasa sama seolah hanya mengitari tempat yang itu-itu saja tanpa pernah benar-benar melangkah maju.

"Ck. Ternyata seperti ini rasanya tersesat di tengah hutan," gumamnya, setengah jengkel, setengah tertantang.

Kyra menyibak semak tinggi yang menghalangi pandangan. Di baliknya, tampak sebuah pohon tua menjulang tinggi, batangnya tebal, kulitnya kasar dan retak-retak seperti daging yang mengering. Kyra melangkah mendekat dan bersandar pada batang itu sejenak untuk mengatur napas. Tempat yang ia pijak kini terasa berbeda dari yang tadi, jauh lebih tenang tanpa semak belukar yang rimbun, hanya ada rerumputan kecil yang tumbuh di sekitar akar pohon.

Namun, ketenangan itu terlalu aneh. Meski Kyra berdiam sikap waspada nya tidak menurun. Wilayah yang dia pijak terlalu sunyi bahkan tidak ada kicauan burung atau suara dedaunan yang bergerak tertiup angin. Tempat ini ... Hening, terlalu hening hingga terasa mencurigakan.

Kyra menyilangkan tangan di dada seraya memejamkan mata mencoba menenangkan tubuhnya yang lelah. Tapi di balik keheningan itu--

Ssshhh shh ssshhh

Suara itu muncul. Pelan, mendesis, disusul suara lain seperti gesekan halus, sesuatu yang lembap dan panjang tengah menggesek kulit kayu atau dedaunan kering. Spontan, tubuh Kyra menegang. Kedua kakinya mengambil posisi kuda-kuda dan tangannya siaga di gagang pedang.

Shhh shsh shss

'Ular,' batin Kyra.

Tapi ia belum melihat bentuknya, bahkan keberadaan makhluk itu belum diketahui. Ia hanya bisa mendengar desisnya yang kini terdengar sangat dekat ... terlalu dekat, seperti ... di atas?

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang