Pubh: 28-03-2023
****
Happy Reading!!
Kyra menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Ia sedikit terkesima, gadis di dalam cermin itu terlihat sangat menawan dengan penampilan elegant yang sangat serasi ditubuhnya.
Atasan hanfu merah yang ia kenakan melilit pinggangnya yang ramping, bagian sisi lengannya terdapat pita berwarna putih yang menjutai sebatas lutut, untuk bagian punggungnya terdapat jubah merah bersinar yang terbuat dari sutra, sedangkan bagian bawahnya mengembang disertai lapisan jejaring mutiara yang nampak berkilauan. Kyra sedikit berputar hingga hanfunya setengah melayang.
Selir Athi juga mengias rambut Kyra sedemikian rupa. Rambut Kyra dibiarkan tergerai dan sedikit bergelombang dibagian ujungnya tetapi ada juga anyaman rumit yang ditaburi butiran kristal hingga menambah kesan mewah.
Kyra tidak menyangka ia akan secantik ini dan tubuhnya sudah mulai menampakkan aura dewasa.
Di usia 17 tahun nanti, jika dia masih terikat dengan anggota kerajaan maka dapat di pastikan selir Athi dan ibu suri tentu berniat mencarikan jodoh untuknya. Tidak akan ia biarkan. Kyra tidak berminat untuk menikah dengan lelaki manapun, karena bagi Kyra cinta akan merusak segalanya termasuk rencana besar yang ingin ia gapai.
Kyra hanya perlu mengenal cinta sekadarnya saja. Seperti cinta ibu suri dan selir Athi kepadanya, seperti Mingmei, dan juga Rey yang mencintainya sebagai seorang sahabat. Cukup itu saja.
"Ini yang terakhir."
Ucapan selir Athi membuyarkan lamunan Kyra. Ternyata wanita itu tengah mengangkat sebuah mahkota indah yang begitu megah--kearah kepala Kyra ... Tunggu sebentar!
"Aku tidak pantas, ibu selir." Kyra lekas menjauhkan kepalanya dari jangkauan.
Selir Athi cemberut, lalu tersenyum. "Mahkota ini merupakan kebanggaan permaisuri terdahulu, dia telah mewariskannya kepada putri Azkia dan percaya bahwa anaknya bisa memegang tanggung jawab sebagai anak sah dari permaisuri."
"Tapi aku bukan putri Azkia, apa kau lupa itu ibu selir?" Kyra berwajah sangat datar hingga suaranya menjadi berat.
"Bagi selir ini kalian berdua orang yang sama. Dimasa depan kau seorang jenderal tetapi disini kau adalah putri kerajaan. Kyra ataupun Ki'er, kalian sudah terikat satu sama lain."
Kyra tertegun, ia jadi terdiam cukup lama sebab memikirkan ucapan selir Athi dengan sangat hati-hati.
"Jangan bilang ini tidak pantas, putri bangsawan harus memiliki mahkota di atas kepalanya." Selir Athi menatap Kyra penuh kelembutan sembari mengangkat mahkota itu dan meletakkannya di atas kepala Kyra kali ini gadis cantik itu tidak menolak.
Seketika selir Athi dibuat kagum melihat Kyra yang nampak seperti sosok ratu beraura kuat dan penuh ketegasan ketika memakai mahkota itu. Ia jadi teringat permaisuri terdahulu, selir Athi tidak bisa untuk tidak tersenyum miris merasakan betapa sakitnya menahan rindu, seandainya wanita itu ada disini pasti dia akan mencekik leher selir Athi dan membangga-banggakan kecantikan putrinya.
Selir Athi menyeka air mata yang keluar lalu tersenyum sumringah.
"Ki'er seperti seorang peri--ahh lebih tepatnya malaikat maut yang bersembunyi di balik topeng bidadari surga!" ucap selir Athi kegirangan. Melihat wajah kaku Kyra, selir Athi cekikikan.
Sedangkan Kyra kini sudah panas dingin disekujur tubuhnya ketika pujian itu terlontar tanpa aba-aba.
"Hah! Wajahmu merah!" tunjuk selir Athi menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
