Publish: 22-12-2020
Repubh: 26-11-2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Cerita ini berdarah, berduri, dan butuh saksi. Jangan biarkan jenderalku berperang sendirian. Tinggalkan jejak! Atau kalian akan terus menyelinap––seperti mata-mata kerajaan musuh?"
~ Author Ell
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
☘☘☘☘
Kyra akhirnya tiba di perbatasan hutan dan melangkah masuk tanpa ragu. Begitu melewati ambang pepohonan seketika hawa dingin langsung menyergap kulitnya, menusuk perlahan seperti jarum es yang tak kasat mata. Langkah demi langkah menuntunnya ke dalam gelap yang kian pekat. Cahaya rembulan terhalang dedaunan rimbun yang menjulang tinggi menutupi langit malam.
Sunyi, gelap, dan dingin.
Hanya suara sepatu kain bersol tebalnya yang bergesekan dengan dedaunan kering, menjadi satu-satunya pengingat bahwa Kyta masih menapakkan kaki di dunia nyata.
'Hutan ini terlalu rapi untuk seukuran tempat terlarang. Seperti ada yang sengaja merawatnya, tapi siapa yang cukup waras untuk tinggal di tempat seperti ini?' batin Kyra, sorot matanya menyipit penuh kewaspadaan.
Semakin dalam ia berjalan semakin mistis pula hutan itu terasa, namun suara gemericik air yang samar membuat langkah Kyra tertahan. Ia memusatkan pendengaran, suara itu datang dari arah utara. Tanpa menunggu lebih lama, Kyra menyusup perlahan di antara belukar. Cahaya rembulan yang menembus sela semak-semak tampak memantul dari sesuatu. Dengan satu gerakan anggun, Kyra menyibak dedaunan.
Sorot matanya langsung melebar.
Tak disangka sebuah danau terbentang tenang di hadapannya. Airnya kelihatan jernih bagai kristal, memantulkan langit malam yang dihiasi bintang. Cahaya bulan nampak menari di riak permukaannya, menciptakan pemandangan yang terlalu indah untuk disebut tempat terlarang.
"Inilah tempatnya," gumam Kyra dengan mata bersinar. Ia melangkah pelan menuju batu besar di tepian danau lalu duduk dengan gerakan yang tak tergesa.
Begini rupanya dunia tanpa polusi, Kyra sampai terkesima. Udara yang segar, sunyi yang murni, dan langit yang tak ternoda. Sangat berbeda dengan dunia masa depan yang penuh mesin, asap, bahkan suara-suara bising yang tak pernah berhenti.
Kyra memejamkan mata, membiarkan angin malam membelai lembut wajah datarnya dibalik cadar. Namun tak berselang lama, terdengar suara gemerisik samar dari arah semak belukar tempat ia keluar tadi.
Dalam sekejap tubuh Kyra menegang dan refleks menoleh kebelakang, tapi tak ada apa-apa. Perlahan Kyra berdiri, siap-siap kalau sesuatu muncul. Bisa jadi itu binatang buas yang sedang berkeliaran, atau mungkin Monster Migu yang diceritakan Mingmei tadi.
Beberapa detik telah berlalu tapi masih sunyi. Tak ada tanda-tanda akan muncul sesuatu dibalik sana.
Akhirnya Kyra melompat turun dari atas batu. Lalu melangkah mendekat dengan penuh kewaspadaan sambil mengepalkan tangan kanan, tinjunya ini siap menghantam jika dibutuhkan. Sambil terus melangkah, Kyra menghitung jarak yang terpangkas.
Tiga langkah. Lima langkah lagi menuju semak itu. Kakinya nyaris tak bersuara seperti pemburu bayangan.
Namun sebelum ia mencapai tujuan, suara patahan ranting terdengar ... dari arah semak lain, lalu kembali hening. Kyra sudah siap menebas apa pun yang berani muncul dari balik kegelapan. Dia tidak takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiaDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
