86. Perkumpulan Para Bangsawan

11.7K 638 780
                                        


06-08-2024


Tolong tandai typoo

*****

Alunan musik dimainkan penuh kemeriahan oleh para pemusik profesional didekat pilar-pilar istana, terdapat gadis penari yang berpakaian indah bak bunga mekar tengah mempertontonkan sebuah gerakan yang anggun mengiringi alunan musik teramat merdu, setiap kali ada tamu yang datang para penari itu membentuk formasi lingkaran lalu menunduk penuh hormat sebelum kembali memisah satu sama lain.

Dari arah gerbang istana kerajaan Li, puluhan kereta kuda bersimbol keluarga bangsawan mulai berdatangan memasuki taman kerajaan, terompet dari atas ketinggian dibunyikan dengan nyaring seketika para prajurit bertombak yang berjaga di sepanjang jalan membungkukkan badan kepada tamu undangan yang baru datang.

Karpet merah tergelar di sepanjang taman istana, kaisar Chen dan permaisuri Liu Wei turun dari kereta sembari berpegangan tangan dengan elegan, tidak lama muncul para pangeran yang mengiringi dari belakang.

Suara loncang kaki yang saling berdenting terdengar mengisi keheningan ketika tapak kaki para putri bangsawan Wei turun satu persatu dari atas kereta.

Suara gendang, seruling, dan nyanyian-nyanyian merdu terdengar saling bersahutan di setiap sudut taman, pemandangan yang begitu asri disertai tatanan dekorasi yang megah begitu memanjakan mata.

Keluarga Wei dituntun ketempat yang lebih dalam, memasuki lorong yang panjang dan berliku-liku hingga tiba di aula istana kerajaan Li yang dijaga ketat. Didalam, puluhan bangsawan lain sudah menduduki kursi yang disediakan begitupun mentri-mentri dan para pejabat.

Kedatangan keluarga Wei disambut penuh hormat dan dikumandangkan satu persatu oleh pengawal pribadi Kaisar.

"Yang Mulia Kaisar Chen dan permaisuri Liu Wei memasuki aula!!"

"Pangeran Mahkota Zi Jian, pangeran kedua Jungmin, pangeran ketiga ..."

".... Putri ketiga Kekaisaran Wei, putri Wixi Ahn ..."

"Putri keempat, Bailu ..."

"Putri ketujuh ...."

".... Dan putri ketigapuluh empat, putri Sasimi!"

Setelah melakukan hormat penghormatan barulah keluarga Wei mendudukan diri ditempat terdepan.

Para tamu undangan diperlihatkan sebuah pertunjukan tarian pedang selagi menunggu Kekaisaran Qiang yang belum datang.

Aula istana kerajaan Li begitu megah dan teramat luas, langit-langitnya juga tinggi berwarna putih kapur, terdapat lampu gantung yang terbuat dari kristal ditempatkan sebanyak tiga sisi hingga penerangan di aula tidak perlu diragukan.

Ditengah-tengah aula terdapat karpet merah yang memisahkan banyaknya deretan kursi yang tertata rapi, sedangkan dibagian terdepan lima tingkat lebih tinggi terdapat singgasana keluarga kerajaan Li, Kaisar Zhuan Xi dan permaisuri duduk penuh wibawa diatas sana. Di sampingnya ada pangeran Jingrai yang tengah duduk penuh karisma sembari menyebarkan aura dingin melalui sorot mata malas miliknya. Setingkat lebih rendah, terdapat para putri, pangeran, dan selir-selir kerajaan Li yang diurutkan sesuai kedudukan.

Para tamu undangan tidak ada yang tidak segan, seluruh kerajaan Li memiliki aura yang tidak biasa bahkan untuk tingkat yang lebih rendah seperti para pelayan pun sudah menunjukkan aura kuat dan tidak mudah ditindas, tak ayal jika kerajaan Li memegang takhta tertinggi di era Kekaisaran benua Timur kerena mereka memperhatikan hal detail juga sangat tegas, disiplin, dan penuh kemandirian.

Namun, pemegang kendali tertinggi yang sebenarnya bukanlah Kaisar Zhuan Xi melainkan ditangan anak penerusnya yang jauh lebih hebat melebihi kaisar sendiri, yaitu pangeran Mahkota Jingrai.

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang