Tgl pubh: 14 desember 2020
Re-pubh: 18-11-2021
_____________________ _ _
🌹🌹🌹
"Di istana ini, kejahatan tak memakai topeng.
Kami menyebutnya kekuasaan."
_Liu Mei_
🌹🌹🌹
_ _ _______________________
****
🕊️Di Gerbang Utama Kekaisaran Qiang🕊️
"Hormat, Yang Mulia Kaisar. Semoga hidup seribu tahun lamanya," ucap Permaisuri Liu Mei dan Putri Lan Shi serempak sembari membungkukkan tubuh mereka dengan anggun di hadapan Kaisar Li Quan.
"Kenapa lama sekali?" tanya Kaisar, diselingi kekehan kecil yang tidak sepenuhnya hangat.
"Hehe~Tentu saja karena berhias, Ayahanda," jawab Putri Lan Shi sambil tersenyum manja. "Kami tak ingin mempermalukan Ayahanda dengan tampilan kusut seperti yang pernah dilakukan adik ketiga."
Ucapan itu tentu mengacu pada insiden beberapa waktu lalu ketika Putri Azkia yang dari Kerajaan Qiang sendiri hadir di perayaan ulang tahun Pangeran Mahkota Lucas dalam keadaan sangat memalukan. Penampilannya urakan, hanfu-nya kusut, dan wajahnya tampak tak terurus cukup buruk hingga membuat para tamu kehilangan selera. Bagi Putri Lan Shi, itu adalah momen keemasan. Ia bisa mencaci, mempermalukan, sekaligus mengambil hati Pangeran Lucas yang pada akhirnya berpaling padanya.
"Jangan mengingatkanku pada kejadian memalukan itu." Kaisar Li quan berucap dingin.
"Yang Mulia benar adanya," timpal Permaisuri Liu Mei, senyumnya lembut namun menusuk. "Tak baik menyebut-nyebut aib lama. Mari berharap untuk kali ini putri ketiga mampu menjaga dirinya lebih baik."
Putri Lan Shi menarik sudut bibirnya dalam seringai tipis penuh sindiran. Ia bergumam pelan, "Itu pun kalau dia cukup tebal muka untuk datang ke acara ini ..."
"Shi'er berkata sesuatu?" tanya Kaisar sambil menatap penuh perhatian. Putri Lan Shi segera menggeleng cepat.
"Ayahanda nampak gagah saat mengenakan jubah merah ini." Ucap putri Lan shi mengalihkan pembicaraan. Kaisar Li quan mengelus puncak kepala Lan shi dengan sayang.
"Persiapkan dirimu karena tak lama lagi calon tunanganmu akan tiba," ucap Kaisar serius, lalu menatap gadis itu dalam-dalam. "Shi'er sudah benar-benar yakin? Kaisar ini tak ingin suatu hari nanti kau menangis karena penyesalan."
"Putri kita sudah memikirkannya matang-matang, Yang Mulia," jawab Permaisuri Liu Mei sambil memandang anak kesayangannya dengan bangga. "Pangeran Lucas memang sempat kecewa, tapi siapa yang berani menentang Pangeran Mahkota dari Kerajaan Wei? Shi'er juga lebih jatuh hati kepada pilihannya yang sekarang."
Tak lama kemudian, rombongan dari Kekaisaran Wei tiba. Mereka datang dengan iringan prajurit pilihan dan tata langkah yang penuh wibawa. Kaisar, Permaisuri, dan Putri Lan Shi menyambut kedatangan mereka dengan antusias terlebih Putri Lan Shi yang tampak sangat memperhatikan kehadiran para pangeran muda yang ikut serta.
Kaisar Li Quan mempersilakan seluruh tamu untuk masuk ke ruang utama dan menikmati santapan pagi bersama.
Kerajaan Wei memang dikenal akan jumlah putrinya yang luar biasa banyak namun hanya tujuh putri terpilih dari tiga puluh empat yang hadir dalam undangan ini. Sebaliknya, semua pangeran dari Kekaisaran Wei turut serta dalam rombongan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
