Kamis, 27 mei 2021
Kamis, 22-jun-2023
╭─────── ༺⚜️♛⚜️༻ ───────╮
"Aku tak peduli seberapa kuat kau sekarang ... Aku hanya takut kekuatan itu akan menelan sisi lembut yang dulu membuatmu hidup."
— Pangeran Zhang
╰─────── ༺⚜️♛⚜️༻ ───────╯
***
"Ayahanda! Apa yang kau lakukan kepada Xia Mei?!" Suara pangeran Fang Bo meledak penuh amarah. Nampak urat-urat di lehernya menegang dan suaranya menggema di seluruh pelataran istana.
Puluhan prajurit yang ikut bersama rombongan putri ketiga telah membentuk barikade kokoh. Mereka berdiri tegak membatasi kerumunan dengan tombak besar dan perisai di tangan mereka. Tatapan mereka tajam, menciptakan atmosfer yang mengintimidasi.
Mingmei kembali berkaca-kaca ketika melihat kedatangan Kyra. "Syukurlah putri baik-baik saja, nubi bisa mati dengan tenang."
Kyra menggeram marah. "Diam, bodoh! Siapa bilang aku mengizinkanmu mati?!"
Ucapan tajam itu menampar udara membuat semua orang tercekat. Tak hanya karena nada bentakannya tetapi karena di balik ketegasan itu tersembunyi rasa cemas yang dalam.
Para pangeran dari kerajaan Wei mulai bergumam pelan sedangkan pangeran mahkota Zi Jian kini menatap Kyra lekat-lekat. Dia mulai membayangkan, jika putri Azkia menjadi permaisuri Wei mungkin tak akan ada satupun orang yang berani mengusik kerajaan mereka. Karena gadis itu ibarat pisau tajam berlapis beludru, tapi tentu saja ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal semacam itu.
"Fang Zi dan Fang Bo. Bebaskan Mingmei," titah Kyra tenang namun tegas. Tanpa ragu, dua pemuda itu langsung bergerak tanpa satu pun yang membantah.
Di depan Kaisar Li Quan, Kyra berdiri tegak dengan tatapan dingin dan menusuk. Udara di sekitar Kaisar terasa mengerut hingga terasa sesak baginya untuk menghirup nafas.
Kyra melirik tubuh Mingmei sekilas, bayangan Rey kembali menari di pikirannya begitupun luka, hinaan, dan kematiannya yang tak adil. Seakan semuanya mengulang membuat emosi Kyra mendidih. Ia hampir kehilangan kendali dan ingin menghantam wajah pria menjijikkan ini di tempat.
Namun, tangan pangeran mahkota Zhang menahan dengan halus. Tatapan lembutnya mencoba menyadarkan Kyra agar tidak bertindak gegabah. Kyra menarik napas dalam-dalam, meski wajahnya masih tegang.
Dirasa Kyra mulai tenang, pangeran Zhang mengalihkan pandangan kearah kaisar Li Quan dan detik itu juga wajahnya berubah.
Kaisar sudah tahu makna dibalik tatapan dingin pangeran Zhang, segera ia menjelaskan. "Dayang Xia Mei berani meninggalkan Ki'er ditengah hutan, sebagai hukuman yang pantas dia harus di penggal," kata Kaisar.
"Memenggal kepala dayang Xia Mei tidak akan menyelesaikan masalah. Kau sudah membuang waktu yang seharusnya digunakan untuk pencarian putri ketiga, sebagai kaisar tindakanmu ini terlalu sembrono," kata pangeran mahkota Zhang dengan wajah dingin.
Suasana seketika membeku. Kaisar Li Quan menahan kata-katanya, lalu berkata pelan. "Kedatangan Xia Mei tanpa Ki'er membuat emosiku terpancing. Dia meninggalkan Ki'er di hutan. Zhen ... Zhen hanya menghukumnya sesuai kesalahan."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasyDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
