11. Kyra?!

53.8K 6.5K 269
                                        

Publish: 15-12-2020
Re-publish: 19-11-2021

️⚜️⚜️⚜️

Kyra menyentuh ujung cadarnya dengan dua jari. Lalu perlahan mulai menarik kain tipis itu ke bawah, dan begitu cadar itu jatuh sepenuhnya ...

BRAK!!

"APA YANG––-?!" putri Lan Shi tanpa sadar menggebrak meja. Wajahnya melotot tajam, marah, dan meluap-luap.

Namun, reaksinya tak lagi berarti. Seluruh ruangan kini hanya terpaku pada satu titik.

Wajah itu.

Wajah yang seolah tidak diciptakan untuk hidup sejajar dengan manusia lain; Hidungnya tegas, bibirnya tipis berwarna merah muda alami, dan kulitnya jernih dengan kilau sunyi–--laksana giok langka yang dipoles di altar para dewa. Tiada celah kelemahan, keindahannya terasa seperti kesalahan dunia. Wajah itu terlampau dingin untuk disandingkan dengan kemanusiaan tetapi itu bukanlah pengurang kesempurnaan melainkan sumber daya tarik yang luar biasa dingin, tenang, dan mematikan.

Dia tak terlihat seperti putri dari kerajaan Qiang yang konon katanya buruk rupa, sakit-sakitan, dan menjijikkan. Semua orang terperangah. Para pangeran menatap tak kedip, bahkan Pangeran Mahkota Zi Jian yang sebelumnya mencibir kini menelan ludahnya sendiri lantaran tak sanggup menahan ngeri.

'Cantik ... Tidak cukup.' Para pangeran menyadari kata itu terlalu dangkal. Ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari sekadar rupa, yaitu kecantikan yang dapat memicu perang. 'Kecantikannya terlalu dominan, terlalu berbahaya. Ini jelas kecantikan yang dapat menurunkan deklarasi perang antar kekaisaran,' batin mereka serempak.

"Inikah sosok asli putri ketiga kerajaan Qiang?" Bisik seorang putri kerajaan Wei.

"Jika demikian ... pantas saja ia memilih bersembunyi di balik rumor buruk," sahut yang lain lirih. "Bukan untuk melindungi diri tetapi menyingkirkan perhatian publik."

"Andai saja wajahku seperti itu ... Ah, tapi aku ingat betul wajahnya dulu tidak secantik ini."

"Kecantikannya bahkan melampaui Putri Pertama dan Kedua."

"Bukankah tadi Permaisuri Liu Mei menyebut wajahnya dipenuhi nanah?" sebuah suara bertanya pelan.

"Dan katanya penyakit menular," sambung yang lain. Kali ini semua pandangan putri kerajaan Wei tertuju pada Permaisuri Liu Mei.

Keheningan pun jatuh.

Permaisuri Liu Mei yang biasanya pandai menyusun kata kini bungkam. Tidak ada cemooh, tidak ada dalih, hanya kebisuan seorang Permaisuri yang akhirnya menyadari bahwa apa yang ada di hadapannya bukan lagi sekadar putri Ketiga, melainkan awal dari bencana istana.

"I-ini ... Ini tidak mungkin ..." Lirih putri Lan Shi tidak terima. 'Orang-orang bilang kalau putri Azkia terkena penyakit menular dan gidas menjijikan, tapi apa ini?! Apa yang terjadi?! Bahkan satu gidas pun tidak tumbuh diwajahnya!'

Sedangkan Kyra––pusat dari segala pusat keheningan itu kini mengedarkan pandangannya kepenjuru meja jamuan. Senyum dingin terbit tipis di bibirnya.

"Menatap tanpa izin," ucap Kyra ringan.

".... Aku hampir lupa, istana ini memang lebih gemar bicara soal etika daripada mempraktikkannya."

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang