7-2-2021
Re-pubh: 02-05-2022
_____________________ _ _
~•🔱•⚜️•🔱•~
"Jangan pikir bisa menyelamatkan nyawaku lalu menghilang seperti angin. Kau menarik ku dari jurang, dan aku akan menarikmu bersamaku—sekuat apa pun kau menolak."
— pangeran Jingrai
~•🔱•⚜️•🔱•~
_ _ _______________________
***
Mingmei baru saja selesai memandikan Suchi. Sekarang tinggal mengobati luka-lukanya yang masih terlihat samar di beberapa bagian tubuh mungilnya.
Suchi hanya diam, tapi bukan karena tidak peduli. Sejak lahir ia tidak bisa mendengar suara manusia, hanya makhluk-makhluk selain manusia yang bisa berkomunikasi dengannya. Tapi makhluk sepertinya dianugerahi insting tajam, ia bisa menangkap suasana hati dan maksud orang hanya dari gerak-gerik dan tatapan mata. Dan dari manusia yang satu ini, yang bernama Mingmei, Suchi tidak merasakan ancaman sedikitpun.
Mingmei mulai mengoleskan ramuan itu ke luka-luka kecil di tubuh Suchi. "Tenang saja, ini tidak akan sakit sama sekali," gumam Mingmei sambil tersenyum. Tentu ia tahu makhluk kecil ini tak bisa memahami kata-katanya, tapi itu tak menghalanginya untuk tetap bicara.
Ia menatap lekat mata bulat milik Suchi, lalu berkata pelan. "Kami akan mengantarmu pulang, Putri Suchi. Ke tempat asalmu karena putri tidak mungkin membiarkanmu sendirian."
Suchi hanya berkedip pelan, menatap penuh rasa penasaran. Ia tidak tahu apa yang dikatakan Mingmei tapi wajah perempuan itu memancarkan ketulusan yang hangat.
Mingmei mulai mengoleskan ramuan ke lengan kecil Suchi dengan lembut. "Obat ini ... entahlah. Aku benar-benar tak paham bagaimana tuan putri bisa meracik sesuatu sehebat ini." Senyum kagum merekah di bibir Mingmei. "Bahkan tidak perih. Tidak ada bekas. Dan aromanya pun menenangkan ..." Ia berhenti sejenak, menatap luka yang perlahan memudar dan tertutup sempurna.
"Menakjubkan ... seperti sihir," gumam Mingmei setengah tak percaya. Sudah berkali-kali ia melihat keajaiban ini, tapi tetap saja rasa takjubnya tak berkurang sedikit pun.
Suchi menatap tangannya sendiri. Matanya membulat semakin besar saat melihat luka yang tadi terasa perih kini hilang begitu saja. Ia menggoyang-goyangkan tangannya, memastikan dirinya tidak salah lihat.
'Manusia bisa menyembuhkan luka secepat ini? Luar biasa ...' Suchi menatap penuh binar ke arah Mingmei, seolah ingin mengucapkan terima kasih tapi tak tahu harus bagaimana.
Tiba-tiba—
Bugh
Suara hantaman, tidak terlalu keras, tapi cukup membuat Mingmei spontan menoleh ke arah jendela. Matanya membulat saat melihat junjungannya berdiri di bawah pohon rindang bersama seorang laki-laki asing.
"Astaga!" desis Mingmei panik. Matanya menyipit mencoba mengenali siapa lelaki itu. Dan ketika wajahnya cukup jelas terlihat, Mingmei nyaris menjatuhkan kotak obat ditangannya.
"P-pangeran Mahkota Kekaisaran Li?!"
Bukan hanya itu. Junjungannya sedang tidak memakai cadar! Bahkan tidak memakai alas kaki!
"Ya Tuhan, kenapa bisa seperti ini ..." gumam Mingmei sambil menutup mulut, panik.
•
•
•
•
•
•
•
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Sang Jenderal perang yang menghancurkan kota demi kota demi menanamkan rasa takut bagi musuh...
