27-mei-2021
22-jan-2023
***
"Tapi tidak mungkin, kan? Pasti ada orang lain selain kalian di hutan Terlarang itu," kata ibu suri.
Kyra menatap kosong ke depan. Ia tahu pasti siapa yang meniup seruling itu. Siapa lagi kalau bukan lelaki bermata Ruby yang bersembunyi di antara bayang-bayang, yang muncul dan hilang sesuka hatinya. Entah itu bentuk pertolongan atau sekadar permainan aneh yang dia lakukan untuk menghibur diri. Sosoknya bahkan tak bisa ditebak, seperti bayangan dari dunia lain. Entahlah, Kyra bahkan tak tahu apakah dia benar-benar manusia.
"Bagaimana kau bisa tersesat? Kami kira kurcaci itu mahkluk yang baik tak disangka mereka malah menyesatkan—"
"Mereka baik." Suara Kyra pelan, tapi cukup untuk membuat Pangeran Fang Bo berhenti bicara. "Aku tersesat karena keputusanku sendiri."
Hening. Semua pasang mata kini tertuju pada Kyra yang tiba-tiba menyipitkan mata seolah mengingat sesuatu.
"... Aku mengejar rusa bertanduk emas."
Keheningan berikutnya lebih panjang. Selir Athi menahan napas, ibu Suri menoleh perlahan ke arah pangeran Mahkota Zhang. Sedangkan dua pangeran kembar juga tampak terguncang. Mereka tahu ... tidak mungkin Kyra berbohong.
"Kau melihat rusa bertanduk emas?! Aku mempercayai ucapanmu karena hutan Terlarang memang menyimpan banyak misteri," ujar pangeran Fang Bo menggebu.
Kyra tidak menjawab, tapi senyum kecil terlihat samar dibibirnya.
Pangeran Zhang menetralkan raut wajahnya segera. "Ki'er jika kau ingin rusa bertanduk emas aku akan mencarinya lagi. Di hutan Terlarang terlalu bahaya, aku akan mencarinya di luar Benua."
Kyra menggeleng pelan. "Tidak perlu, aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan."
Yang tidak mereka ketahui, bukan hanya rusa bertanduk emas yang dilihat Kyra malam itu. Vampir bukan sekadar makhluk legenda. Dia berlari, melonjak, menyentuh langit, dan mengajari Kyra rasa damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Dan jika malam itu tidak berakhir terlalu cepat mungkin Kyra masih di sana, bermain bersama Vampir, menatap langit, dan membiarkan waktu lenyap dalam keabadian yang hening.
Ya ... Kyra merindukan Vampir, dan rasa rindu itu jauh lebih menyesakkan seperti luka lama yang tak sembuh.
Helaan napas Kyra membuat semua orang di ruangan itu saling berpandangan. Ibu Suri dan Selir Athi saling tatap sebab memahami satu hal bahwa Jenderal mereka ... meski kuat luar biasa, tetaplah manusia yang bisa lelah.
"Sepertinya Ki'er perlu beristirahat," ucap Ibu Suri lembut.
"Kami akan pergi ke Paviliun Naga untuk melihat kondisi Kaisar," timpal Selir Athi.
"Dan ... Kerajaan Wei perlu dikawal sampai ke gerbang," tambah Pangeran Fang Bo pelan.
Kyra berdiri dari duduknya dan mengantar mereka sampai pintu. Melihat Pangeran Zhang berbalik hendak pergi, suara dingin Kyra memanggil. "Pangeran Zhang."
Pemuda itu menaikkan alisnya, lalu melangkah mendekat ke arah Kyra yang tengah bersandar santai di samping pintu paviliun. "Ada apa, Ki'er?"
Kini hanya mereka berdua, terasa sunyi yang menggantung menyisakan sisa-sisa hawa panas dari percakapan sebelumnya.
"Aku ingin menanyakan satu hal," ujar Kyra, tenang namun tajam. "Kenapa kau memintaku memaafkan Kaisar, sedangkan kau sendiri ingin menghukumnya?"
Sorot mata Kyra menelisik dalam. Tak ada nada emosional, hanya ketertarikan datar yang khas seolah tengah memecahkan teka-teki jalan pikir manusia aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍
FantasiaDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
