53. You Know Who I Am

320 44 18
                                        

“kita harus belajar dari kehilangan.”

✨✨

“Jiwaraga orangnya baik,” ucap adik lelakiku tepat ketika aku tengah menutup jendela kamar. Aku menoleh ke arahnya, yang berjalan mendekat dan duduk di atas kasurku yang spreinya masih berantakan. Lalu, “Anaknya udah tidur.”

Aku tersenyum tipis. “Dia udah bekerja keras menganalisis isi flashdisk-nya Antares.”

“Tapi, Mbak,” Jasonna menggantung ucapannya, sehingga aku menunggu dengan sebelah alis terangkat. Dia tampak ragu, jadi aku mengelus lengannya dan dia baru kembali bicara, “Apa flashdisk itu beneran punya Antares? Dari rapat kita beberapa jam yang lalu, Jiwaraga menemukan kalimat yang aneh, kan? Kalau flashdisk itu beneran punya Antares, kenapa dia enggak memanggil Bu Cassandra—selaku istri pertama sebagai istrinya? Dalam file PDF tadi, tulisannya terlalu formal.”

“Dalam bisnis, suami-istri bisa jadi kayak orang asing,” jawabku, mengeluarkan apa yang kupikirkan sejak rapat beberapa jam yang lalu. Bukan hanya aku, Jasonna, dan Jiwaraga saja yang membongkar isi flashdisk tersebut, melainkan ada Galuh, Kak Audissa, dan tim pengacaranya. Dan juga, ada Kak Brian dan Pak Adam. Kami membuka otak seluas-luasnya, karena isi flashdisk itu sungguh membuatku terkejut. Kalian mau tahu?

Seperti isi flashdisk milik Rakabuming, ada beberapa file PDF di dalamnya yang menjelaskan perihal kasus korupsi besar-besaran di perusahaan Antares. Ada surat di mana Antares memberitahukan bahwa posisinya terancam. Dia dalam bahaya, mungkin karena itu dia diracun dan akhirnya koma saat ini—kejadian di kafetaria rumah sakit tadi siang. Lalu, ada dua file yang berisi bukti korupsi tersebut. File pertama menjelaskan detail korupsi yang rupanya dilakukan oleh istri pertamanya sendiri—Bu Cassandra. Dan untuk file yang kedua, isinya semakin menguatkan kesaksian Antares.

Rupanya Bu Cassandra yang benar-benar punya wewenang. Dia memakai nama suaminya untuk melakukan semua tindakan ilegal tersebut; korupsi, penyuapan, dan prostitusi. Untuk kasus pembunuhan Sebastian dan Megantara, tampaknya mereka berdua sungguh saling bunuh karena dikuasai amarah dan ego. Namun, keduanya juga ada sangkut-pautnya dengan bisnis di Rumah Balerina. Dari bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Pak Adam dan Kak Brian, Megantara adalah pelanggan tetap di Rumah Balerina sedangkan Sebastian adalah manajer yang mengatur segala bisnis di rumah itu.

Keduanya terseret, tapi pembunuhan itu berdiri sendiri. Kalau dari dugaan kami semua saat rapat tadi, mengingat kembali kesaksian dari Olivia, tampaknya Sebastian dan Megantara memang saling bunuh karena kehamilan Tatjana.

Yang satunya marah karena mengira pacarnya hamil dengan lelaki lain, yang satunya lagi tidak terima karena kehamilan Tatjana tidak diakui.

Manusia benar-benar menyeramkan, apalagi ketika kita tidak bisa mengendalikan amarah yang naik ke ubun-ubun.

Jasonna manggut-manggut, lalu, “Kalau isi flashdisk itu benar, artinya Antares enggak sejahat yang kita kira. Orang jahat yang disebut-sebut sebagai bos besar ternyata bukan dia, tapi istrinya.”

“Cassandra Archer,” kataku, menyebut nam istri pertama Antares. Bahkan, Pak Adam juga menemukan bukti lain kalau Bu Cassandra benar-benar pernah menjual gadis remaja ke luar negeri dengan bantuan temannya. Aku mendudukan diri di sebelah Jasonna, kemudian melanjutkan, “Yang lebih bikin aku kaget adalah, adanya andil dari mamanya Megantara; Aunty Sandra. Aku beneran masih enggak percaya, dia memanfaatkan pekerjaannya di kementrian luar negeri untuk menjual gadis-gadis remaja. Pantas aja, Tatjana pernah bilang kalau bisnis prostitusi itu bukan sekadar bisnis biasa. Para gadis remaja juga dijual ke luar negeri, setelah isi kepala mereka dicuci.”

BUMI & EVAKUASICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang