Audrey pergi ke lapangan futsal saat jam istirahat pertama, sesuai dugaan ia melihat Galang dan teman-temannya sedang bermain futsal di sana. Audrey melangkah mendekat membuat beberapa cewek yang menonton di sisi lapangan langsung menoleh memerhatikan setiap langkah cewek itu, seolah semua yang ada di diri Audrey selalu bisa menarik perhatian.
Bukan karena Audrey cantik atau penampilannya yang menarik, tapi memang karena semua yang ada di diri Audrey dan semua yang dia lakukan selalu pas untuk jadi bahan omongan, apalagi menghiasi madding gossip sekolah.
Auderey acuh seperti biasa, ia melangkah mendekati lima cowok yang kini tertawa bersama di lapangan sebelah Timur saat salah satu dari mereka tidak berhasil menghalangi bola yang ditendang Galang.
"Galang," panggil Audrey, membuat kelima cowok itu menoleh.
Galang mengusap keringat di keningnya lalu menghampiri Audrey yang berdiri di sisi lapangan.
"Ada apa, Kak?" tanyanya.
"Mau bicara bentar," jawab Audrey langsung. "Gue pinjem Galang bentar," izinnya pada teman-teman Galang yang dibalas anggukan oleh mereka.
Galang yang masih bingung hanya mengekor saat Audrey mengajaknya pergi, cewek itu berhenti begitu keluar dari area lapangan futsal, dan berbalik.
"Mukanya biasa aja, gue bukan Ganis," kata Audrey pada Galang karena cowok itu tampak bingung juga waspada, seolah sudah bisa menebak apa yang akan Audrey katakan padanya.
"Katanya minggu depan tim futsal bakal sparing sama SMA Putra Bangsa, bener?" tanya Audrey.
"Kata Coach sih iya, kenapa, Kak?"
"Gue mau minta nomor anak SMA PB, mau nyari kontak ketua tim basket yang baru. Kata Coach Andik pengen nyoba sparing sama tim basket sana," ujar Audrey mengutarakan niatnya. "Lo punya nggak?"
"Ada, tapi bukan anak basket sih, anak futsal. Dia punya temen juga anak basket, lo bisa tanya. Setau gue pacarnya juga anak basket. Gue kirim ke wa, ya,"
"Oke."
Galang mengambil ponselnya di saku celana lalu menunduk menatap benda itu, mencari nomor telpon yang Audrey butuhkan. Sementara Audrey memerhatikan cowok itu.
Galang anak baik, bahkan Audrey tidak pernah mendengar kasus di sekolah yang melibatkan cowok itu. Kalau tawuran di luar sekolah, Audrey pernah mendengarnya, beberapa kali sejak Galang bergabung dengan Jaguar.
Sejak kenal dengan Galang sampai sekarang, Audrey merasa Galang tidak banyak berubah. Cowok itu tetap Galang yang ia kenal, Galang yang mudah akrab dengan orang lain dan baik pada semua. Hanya saja akhir-akhir ini cowok itu terlihat lebih murung karena masalahnya dengan Ganis.
"Gue tau lo punya niat baik," kata Audrey, membuat Galang mengangkat wajah menatapnya. "Tapi cara lo salah, Lang, keputusan lo salah."
.
.
.
.
.
Gara dan teman-temannya baru datang ke kantin saat istirahat kedua, karena tadi mereka sibuk menyalin tugas untuk mapel selanjutnya. Tidak semua sih, hanya Bagas dan Bobby. Padahal beda kelas tapi kompak belum mengerjakan tugas rumah.
"SELAMAT SIANG SEMUANYA!" sapa Bagas membuat keributan hingga semua penduduk kantin menoleh. "Ada apa nih diem-diem aja gue lihat dari jauh? Lang kenapa diem aja Lang?"
"Lang yang mana, Bang? Langit apa Galang?" tanya Satya mewakili teman-temannya.
"Lang yang biasanya gak bisa diem, Galang Mahesa. Ada apa nih murung mulu lo kayak gak makan seminggu?"
"Gak ada apa-apa, Bang, cuma lagi mikirin tadi ulangan gue bener berapa. Soalnya gue ngantuk pas ngerjain, takutnya salah banyak," jawab Galang seadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGARA [SELESAI]✔
Teen FictionGara benci ditentang dan dihalangi, tapi ada satu cewek yang tiba-tiba dengan berani menentangnya. Berbagai masalah muncul dan mengharuskan mereka terus terlibat. Apakah rasa benci Gara akan berubah? Sebenarnya siapa cewek itu? Kenapa begitu membenc...
![ANGGARA [SELESAI]✔](https://img.wattpad.com/cover/271835459-64-k690815.jpg)