"Ini kena pukul Audrey?"
Gara mengangguk singkat, membuat teman-temannya yang berada di markas menyaksikan cowok itu datang dengan kondisi babak belur lantas mendelik. Terheran walau ini bukan pertama kali Gara jadi korban pukul Audrey, tapi ini yang paling parah.
Bobby mendengus. "Gue udah bilang, Audrey di lapangan basket itu lebih serem. Sekarang malah lo gangguin dia pas main basket."
"Double kill namanya!" seru Bagas, lalu tertawa ngakak bersama teman-temannya.
"Audrey tau?" tanya Lingga.
Gara langsung mengerti, cowok itu mengangguk. Benua yang juga paham malah terkekeh.
"Kenapa lo?"
"Enggak, gue kira lo kayak gini setelah basket sama dia terus kalah. Soalnya Audrey kalau ngajak by one suka nggak ngotak taruhannya."
"Jangan, Ga!" cegah Bobby yang menyetujui perkataan Benua. "Jangan sampai lo taruhan by one sama Audrey."
Gara menatap Bobby. "Kenapa? Takut gue kalah?"
"Ngeraguin kemampuan Gara lo?"
Bobby menggeleng, gelagapan beberapa saat, lalu membuat pembelaan, "Bukan itu maksud gue! Tapi... Bener kata Benua, dia kalau pasang taruhan nggak pakai otak. Bisa-bisa lo dihabisin sama dia!"
"Udah."
"Udah?" ulang Benua. "Apa yang udah?"
"Udah pasang taruhan."
Hening setelahnya, teman-teman Gara cengo mendengar jawaban santai cowok itu. Bobby yang biasa bagian menggeplak Bagas agar tidak terlalu heboh malah jadi pihak yang heboh duluan, hingga mengharuskan Bagas menggeplaknya.
"Sial. Sakit, bego!"
"Lo, sih, tau-tau teriak!" balas Bagas yang juga tetap kena geplakan setelah itu.
"Lo serius, Ga?" Benua menatap ngeri.
"Serius. Gue yang ajak malah."
"Yah, tolol." Kalau yang ini berasal dari Lingga. Cowok itu tidak ikut basket, tapi ia tahu tentang bagaimana Audrey ketika taruhan by one basket. Apalagi si Audrey sangat yakin akan menang.
Sejauh ini, dia memang selalu menang, sih.
"Lo ajak taruhan apa? Bukan... bubarin Brasthunder 'kan?"
Pertanyaan yang diajukan Benua membuat anggota Brasthunder lain menoleh cepat. Benua tahu Audrey benci geng motor, bahkan sempat bekerja sama dengan Mondi untuk menghancurkan Brasthunder, walau tiba-tiba berhenti.
Gara beneran tolol kalau menerima taruhan itu. Dia sudah lama meninggalkan basket, tiba-tiba menantang si monster lapangan basket dengan taruhan sebesar itu. Gila.
"Gue bilang ke dia, kalau dia menang, apa pun yang dia mau bakal gue turutin seharian itu, tapi jangan sentuh Brasthunder."
Terdengar helaan napas lega dari berbagai sisi, anggota lain ikut tegang karena mendengar nama Brasthunder dipertaruhkan dalam sebuah pertandingan basket.
"Terus, kalau dia kalah?"
Gara menoleh pada Benua dengan senyum misterius, membuat Benua sempat tersentak kaget melihat bagaimana ekspresi ketua mereka itu.
"Anjir!" pekik Benua. "Otak lo, Ga!"
"Apa? Apa?" Lagi, Bagas jadi pihak yang terakhir konek.
Beberapa anggota sudah tertawa karena pekikan Benua tadi, ada beberapa juga yang bernasib seperti Bagas sampai harus tanya-tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGARA [SELESAI]✔
Teen FictionGara benci ditentang dan dihalangi, tapi ada satu cewek yang tiba-tiba dengan berani menentangnya. Berbagai masalah muncul dan mengharuskan mereka terus terlibat. Apakah rasa benci Gara akan berubah? Sebenarnya siapa cewek itu? Kenapa begitu membenc...
![ANGGARA [SELESAI]✔](https://img.wattpad.com/cover/271835459-64-k690815.jpg)