"Gas, gimana keadaan Galang?"
Gara langsung menyerang Bagas dengan pertanyaan itu, padahal Bagas masih tampak shock, bersandar pada dinding putih rumah sakit dengan pandangan kosong.
"Bagas, jawab gue!"
"Ga, udah, Ga, Bagas masih shock." Benua menarik Gara dari Bagas.
Gara mengusak surainya kasar sambil mengerang, cowok itu jelas sangat marah juga khawatir. Bobby dan Lingga yang juga datang bersama Benua tidak bisa berkata-kata, dua cowok itu hanya menatap pintu putih ruang ICU dengan tatapan kosong. Di dalam sana, ada sosok Galang yang sedang bertarung melawan maut.
"Bang!"
Suara Brandon membuat mereka menoleh. Brandon datang bersama dan Bisma, anggota Brasthunder angkatan tujuh yang sangat dekat dengan Galang.
"Galang sama Langit gimana?" tanya Brandon pada Gara, namun Gara menggeleng.
Brandon mengepalkan tangannya kuat, ia terkejut saat mendengar kabar kalau Galang dan Langit diserang sampai Galang ditusuk dengan pisau. Padahal tadi pagi ia mengobrol dengan Galang dan membicarakan soal keinginan Galang untuk keluar dari Brasthunder karena permintaan kakaknya. Tapi sekarang Galang malah menjadi korban penyerangan karena dia anggota Brasthunder.
Langit datang dari arah ruang pemeriksaan dengan langkah lemas, cowok itu juga terlihat shock seperti Bagas tapi masih bisa mengontrol diri. Langit menghampiri Gara dan menepuk pundak cowok itu.
"Maafin gue, Bang," ucap Langit, menyesal. "Gue nggak bisa jagain Galang."
Kedua tangan Gara terkepal kuat, emosi di dalam dirinya melunjak begitu cepat. Untuk kedua kali Gara mencengkram bahu Bagas dan mengguncangnya keras.
"Bilang, Gas! BILANG SIAPA YANG BIKIN GALANG KAYAK GINI!"
...
...
...
...
...
Galang dan Langit baru kembali dari pertemuan dengan anggota tim futsal SMA Putra Bangsa, Rizal dan Ravi. Mereka membicarakan rencana sparing yang sempat tertunda.
Galang berencana langsung ke rumah Gara untuk mengembalikan motor yang masih ia pinjam, sekalian nanti pulangnya bisa bareng Langit. Tapi ternyata Langit ada sedikit urusan yang mengharuskan mereka mengambil jalan memutar.
Saat di jalan sepi yang merupakan komplek pertokoan lama dan terbengkalai, mereka melihat Bagas sedang dikejar segerombol orang bermasker hitam.
Tanpa berpikir panjang, keduanya melajukan motor ke tempat Bagas pergi. Mereka berhasil menghadang sebagian besar gerombolan itu, sementara masih ada tiga orang mengejar Bagas.
Bagas yang melihat dua Adik kelasnya lantas berhenti berlari, ini tidak akan berakhir kalau ia hanya kabur. Dengan kedatangan Galang dan Langit, sudah cukup untuk melawan mereka. Kemampuan berkelahi dua Adik kelasnya itu yang paling unggul dari teman seangkatannya, apalagi mereka juga ikut kelas bela diri.
Bagas yang juga ahli di bidang bela diri bisa dengan mudah menumbangkan tiga orang ini, mereka bukan apa-apa. Hanya bisa menggertak dengan datang bergerombol dan main keroyokan.
Di sisi ini selesai, tapi ia belum bisa tenang karena gerombolan yang dihadang Galang dan Langit lebih banyak. Bagas harus segera membantu mereka.
"AKH!"
Suara erangan yang cukup kencang membuat Bagas menoleh ke salah satu gang antar toko, tempat Galang menyudutkan lawan-lawannya bersama Langit.
"Woi, kabur! Tinggalin mereka!"
Dari gang lain, Bagas melihat beberapa orang yang mengejarnya tadi lari kalang kabut seperti sedang dikejar satpol pp.
"Jangan lepasin tangan gue! Bertahan dikit lagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGARA [SELESAI]✔
Novela JuvenilGara benci ditentang dan dihalangi, tapi ada satu cewek yang tiba-tiba dengan berani menentangnya. Berbagai masalah muncul dan mengharuskan mereka terus terlibat. Apakah rasa benci Gara akan berubah? Sebenarnya siapa cewek itu? Kenapa begitu membenc...
![ANGGARA [SELESAI]✔](https://img.wattpad.com/cover/271835459-64-k690815.jpg)