37 - Keenankah?

347 35 19
                                        

Perkataan Daffa di mobil tentang Keenan benar-benar mengganggu pikiran Aiyla sejak tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perkataan Daffa di mobil tentang Keenan benar-benar mengganggu pikiran Aiyla sejak tadi. Keenan memang terlihat aneh, bahkan setiap malam Aiyla dibuat bingung karena harus mendengar tangisan dan tawa di waktu yang sama. Terlebih lagi ucapan Keenan untuk beberapa kali selalu mengarah kepada hal-hal berbau kejahatan. Namun, apa memang dia orangnya?

Di sampingnya ada Kayla, mereka baru saja keluar dari lift dan berjalan menuju unit apartemen Aiyla. Mendadak Aiyla panas-dingin ketika dari kejauhan matanya mendapati sosok Keenan yang berjalan pincang berlawanan arah dengan mereka. Pakaiannya masih berwarna hitam, hanya saja bukan hoodie melainkan kemeja.

Refleks tangannya memegang lengan Kayla cukup erat saat jarak mereka mulai semakin dekat. Keenan tampak mengangguk menyapanya tanpa tersenyum. "Lehermu kenapa, Aiyla?"

Aiyla menggeleng cepat. "L-lalu ... apa yang terjadi dengan kakimu?"

"Oh," Keenan mengusap tengkuknya seraya terkekeh, kekehan yang terdengar aneh di rungu Aiyla dan Kayla. "Aku terjatuh dari motorku tadi sore."

Benarkah? Tetapi mengapa kebetulan sekali, gumamnya dalam hati. Aiyla mengangguk skeptis. "Kalau begitu aku permisi."

Setelah mengatakan itu, Aiyla menarik Kayla agar mempercepat langkah mereka.

"Itu siapa, Kak?"

"Tetanggaku." Aiyla mengeluarkan ponsel hendak mengirim pesan kepada Daffa.

Aiyladroshan:
Tadi aku sempat menendang kaki lelaki itu hingga dia pincang. Secara kebetulan, kaki Keenan pun pincang. Katanya, dia jatuh dari motor.

Daffadareenn:
Tetap berhati-hatilah.

***

"Satu lagi untuk siapa?"

Aiyla yang baru saja membuat dua cangkir kopi dan secangkir teh langsung memutar tubuhnya menatap Kayla yang tampak baru selesai mandi meski kembali memakai pakaian semalam. "Kakakmu."

Kayla tersenyum penuh arti seraya mengangguk. "Kalau begitu berikan saja, dia masih di mobil, 'kan?"

"Umm ... bagaimana dia salat?"

"Di gedung ini ada musala, masjid kecil. Jadi kakakku salat di sana." Kayla sedikit salut kepada Aiyla. Meski bukan termasuk pemeluk agama Islam, perempuan itu cukup peduli dengan kewajiban Daffa.

UNWORTHY [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang