Bab 34

15.1K 1.8K 45
                                        

Happy reading, jangan lupa vote dan komen yang banyak ya.

Yang mau baca duluan bab selanjutnya bisa ke karyakarsa.com

com

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau mau tahu caranya, baca aja post sebelumnya Notes

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau mau tahu caranya, baca aja post sebelumnya Notes.

Happy Sunday

Luv,
Carmen

___________________________________________

Ana-Maria membiarkan Nahla dan Azra membantunya ke kamar, menjawab pertanyaan cemas kedua pelayan itu sambil lalu.

“Anda tidak enak badan?”

“Kenapa Anda tiba-tiba sakit?”

“Mana yang sakit?”

“Mau kupanggilkan dokter, My Lady?”

“Yang Mulia pasti cemas sekali.”

“Anda butuh sesuatu, Yang Mulia?”

"Kurasa sebaiknya kami menghubungi Nyonya Kouri agar ia mendatangkan dokter."

Ana-Maria menghela napas pelan ketika mereka membimbingnya pelan agar duduk di ranjang. Ini sedikit konyol, Ana-Maria bukannya sekarat. 

"Tidak perlu," cegah Ana-Maria cepat ketika Nahla terdengar makin bersikeras.

"Tapi..."

Ia menyentuh lengan Nahla pelan lalu menepuknya. "Aku baik-baik saja. Aku hanya butuh istirahat, Nahla."

Sesungguhnya, ia memang baik-baik saja. Ia tidak sakit, itu hanya alasan yang dibuat pria itu agar orang-orang tidak berspekulasi kenapa dia pergi begitu saja dari House of Warda.

Setelah meyakinkan Nahla dan Azra, ia akhirnya ditinggalkan untuk beristirahat - keduanya meninggalkannya dengan setumpuk pesan, bahwa jika Ana-Maria membutuhkan, apa saja, kapan saja, ia hanya perlu menekan bel di dekat ranjang. Namun ketika benar-benar ditinggal sendiri, di kesunyian kamarnya yang mewah tetapi dingin, Ana-Maria tak mampu terpejam. Ia mengingat ekspresi pria itu sebelum berjalan pergi dan entah kenapa, Ana-Maria membenci dirinya sendiri.

The Sheikh's Love-SlaveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang