Bab 39

9.9K 1.3K 72
                                        

Happy reading, moga suka ya. Vote dan komen yang banyak ya wkwkw

Karyakarsa udah update sampai part 48-49 ya.

Enjoy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Enjoy

Luv,
Carmen

_________________________________________

Sudah berhari-hari Zayyeed tidak bisa berhenti memikirkan Ana-Maria. Nama wanita itu, bayangnya, suaranya, terus-menerus muncul nyaris setiap saat. Ana-Maria semakin intents menetap di benaknya hingga Zayyeed kadang merasa gemas. Bagaimana seorang pria yang seharusnya tangguh dan kuat menjadi begitu tak berdaya di hadapan seorang wanita mungil pirang.

Padahal, mereka akan segera berangkat ke Eropa. Tinggal satu hari lagi dan Zayyeed bisa menghabiskan waktunya bersama Ana-Maria di dunia luar yang lebih bebas, tanpa terhalang tradisi dan peraturan, tanpa terhalang tembok harem dan puluhan wanita yang menunggu perhatiannya di sana. Di luar Zaazabyeer adalah tempat Zayyeed bisa menarik napas lega dan ia harap Ana-Maria akan melihatnya sebagai pria berbeda. Bukan sebagai penguasa dari dunia timur yang konservatif dan kaku dan yang memiliki berpuluh wanita di harem terpenjara, tapi hanya sebagai Zayyeed.

Tapi kerinduan di hatinya mendesak dan Zayyeed gagal menasihati dirinya untuk sabar menunggu. Ia ingin melihat wanita itu lagi. Jika saja bisa, Zayyeed ingin memindahkan Ana-Maria ke istana utama agar ia bisa melihat wanita itu kapan saja, Zayyeed bahkan akan menempatkan wanita itu di kamarnya dan memeluknya sepanjang waktu. Jika saja bisa! Bukankah peraturan seperti ini konyol? Mengapa ia harus mengunjungi harem terpisah hanya supaya ingin melihat wanita yang memang miliknya.

Tapi apa gunanya menggerutu? Buktinya, Zayyeed masih belum bisa mengalahkan tradisi. Sepuluh tahun memerintah, masih ada banyak hal yang belum bisa ia ubah.

Para wanita di harem... Semakin lama Zayyeed semakin terbebani. Apalagi di depan sana, ia melihat Ameera sudah menunggunya. Ia mendesah lelah tapi tak punya pilihan untuk menghentikan mobil dan turun. Wanita itu segera menyapanya hangat.

"Salam hormat, Yang Mulia."

"Ameera, apa yang kau lakukan di sini, berdiri malam-malam di luar?"

Zayyeed mendekat dan wanita itu tersenyum sambil menarik tangan Zayyeed agar mengikutinya.

"Aku menunggu Yang Mulia."

Beban itu naik lagi ke tenggorokannya. Zayyeed ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak bisa. Ameera... masih adalah tanggungjawabnya.

"Apa Yang Mulia sengaja datang mengunjungiku?"

Zayyeed ingin berkata jujur, tapi ia menahan diri. Lagipula, jika ia tak adil, ia hanya akan menempatkan Hanaa dalam posisi sulit.

"Ya, aku datang untuk melihat keadaan... kalian. Dan mengecek harem. Apa kau nyaman selama aku tak ada, Ameera?"

"Tentu saja, Yang Mulia benar-benar perhatian."

The Sheikh's Love-SlaveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang