Happy reading... Semoga suka ^^
Luv,
Carmen
______________________________________________________________
Rektor Gordon - sang bintang utama dalam pesta itu - tampak terkejut ketika menyadari siapa yang tengah berdiri di hadapannya, pria tinggi dalam balutan pakaian barat formal, setelan tuxedo hitam yang dijahit sempurna khusus untuknya.
Zayyeed Al Qassim, sang penguasa dan penakluk Zaazabyeer.
Pria tua bermata abu cerdas berusia awal enam puluhan itu terlihat sedang mengatasai keterkejutannya dan tampaknya kesulitan mengangkat tangan untuk menjabat uluran Zayyeed. "Yang..."
Zayyeed memberi isyarat agar Professor Gordon menghentikan ucapannya. "Anda tidak akan menerima ucapan selamat dariku, Professor?"
Professor Gordon dengan cepat menguasai diri. Senyum segera menghiasi wajahnya walaupun rasa segan itu masih tampak di wajahnya tatkala dia menyambut uluran tegas Zayyeed.
"Selamat ulang tahun, Professor. Aku berharap bisa terus mengucapkan hal yang sama pada Anda hingga banyak tahun-tahun mendatang."
"Terima kasih, itu sungguh berharga, sekali lagi terima kasih, Tuank..."
"Mr. Haddad," ucap Zayyeed pelan, meremas tangan tua itu sekali lagi sebelum melepaskannya. Haddad adalah nama keluarga milik ibunya dan Zayyeed selalu menggunakannya setiap kali ia membutuhkannya.
Zayyeed mengarahkan pria itu ke tempat yang lebih tenang, menjauh dari kerumunan dan Professor Gordon langsung saja mengungkapkan keheranannya.
"Yang... maaf, maksud saya Mr. Haddad, kenapa... kenapa Anda..."
"Aku datang untuk memberimu ucapan selamat."
Zayyeed tersenyum sekilas. Professor Gordon adalah orang istimewa, salah satu dari sedikit orang yang dihormatinya di dunia ini. Beliau adalah professornya dulu di Inggris, sebelum Zayyeed mendatanginya dan meminta pria itu untuk membantunya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Zaazabyeer. Professor Gordon menerimanya tanpa banyak berpikir, memindahkan keluarganya ke negeri kecil jauh seperti Zaazabyeer, meninggalkan karir prestisius di Inggris untuk membangun kerajaan kecil tandus yang saat itu belum stabil. Jasa pria itu untuk Zaazabyeer tidak terhitung dan untuk itu saja, Zayyeed tidak bisa berhenti berterima kasih. Namun, sejak dari dulupun, Professor Gordon adalah profesor yang paling dihormatinya.
"Tapi Anda tidak perlu..."
Zayyeed mengangkat tangan untuk menghentikan ucapan tersebut. Memang, tahun-tahun sebelumnya, ia hanya mengundang pria itu dan keluarganya ke istana untuk makan siang bersama. Namun, tahun ini ia berubah pikiran. Ia ingin melihat dari dekat orang-orang yang berperan dalam dunia pendidikan Zaazabyeer dan memutuskan bahwa penyamaran adalah salah satu strategi terbaik untuk berbaur.
"Jangan bersikap sungkan padaku, Profesor. Bagiku, Anda masih seperti itu, profesor yang paling kukagumi. Lagipula, aku ingin memanfaatkan pesta ini untuk berbaur. Karena itulah..."
Zayyeed melambaikan tangan ke arahnya sendiri, mengisyaratkan samaran yang dikenakannya, seperti orang-orang barat pada umumnya, yang tampaknya memenuhi ruangan ini hampir setengah populasi. Jadi, Zayyeed tidak akan terlihat kentara. Tidak akan ada seorangpun yang akan menghubungkannya dengan pemimpin Zaazabyeer yang kuno dan memegang tradisi. Para pengawalnya juga menyebar, tampak gagah dalam setelan gelap mereka yang licim dan mahal.
"Saya mengerti," jawab Profesor Gordon. "Anda ingin berkeliling, Mr. Haddad?"
Zayyeed mengangguk. "Sendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sheikh's Love-Slave
RomanceAna-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
