Mature Scene
Semoga suka, jangan lupa vote & komennya.
Yang mau baca duluan, boleh ke Karyakarsa. Sudah update Bab terbaru 74-76

Enjoy
Luv,
Carmen
________________________________________
Zayyeed berbaring tegang di sebelah Hanaa dan mendengarkan napas tenang wanita itu. Ya, Hanaa boleh saja berpura-pura, tapi Zayyeed tahu bahwa wanita itu sebenarnya tidak tidur. Ketegangan di antara mereka sudah memuncak dan Zayyeed tahu setelah apa yang terjadi di belakang limusin, tubuh Hanaa masih terbakar dan tak mungkin wanita itu bisa tidur senyenyak yang ingin diperlihatkannya.
Wanita itu benar-benar aktris yang buruk. Sama buruknya ketika dia berbohong dan menolak Zayyeed, padahal seluruh tubuhnya menginginkan Zayyeed.
Well, ia tak akan menyebut Hanaa munafik. Bagaimanapun, ia cukup mengerti, ia berusaha mengerti kebingungan dan kebimbangan Hanaa. Zayyeed adalah pria yang kompleks, dengan posisi dan juga latar belakang yang kompleks, ia memiliki satu lusin wanita di haremnya saat ini, tentu saja Hanaa tidak mungkin begitu saja rela dan bersedia menjadi salah satu dari mereka. Namun ia juga tahu kalau wanita itu semakin sulit menolaknya. Zayyeed ingin sekali berkata pada Hanaa bahwa saat ini, Hanaa-lah satu-satunya yang ia inginkan, tapi harga dirinya yang sudah ditolak berulang kali menahannya, ada baiknya jika kali ini ia mendengarkan kalimat serupa dari mulut wanita yang membuat hari-hari dan malam-malamnya menjadi gila. Malam ini, ia ingin mendengar wanita itu berkata bahwa dia menginginkan Zayyeed.
Sungguh, berbaring diam seperti ini sepanjang malam merupakan siksaan. Zayyeed pikir ia tidak akan sanggup melewati satu malam lagi tanpa menyentuh wanita itu dan tidak menjadi gila karenanya. Rasa lapar di dalam tubuhnya menuntut untuk dipenuhi. Ia mendambakan ciuman wanita itu, ia harus memeluk Hanaa walau hanya sebentar, apa saja untuk menenangkan hasrat di dalam tubuhnya.
Kali ini Zayyeed memilih untuk langsung meraih Hanaa tanpa memberi wanita itu waktu untuk mempertahankan diri. Ia membalikkan Hanaa yang tersentak keras dan seperti yang diduganya, mata indah wanita itu terbuka lebar dalam remangnya kamar, menatap terkejut pada Zayyeed.
"Ya... Yang Mulia!" Hanaa nyaris berbisik, di antara napasnya yang berat, mungkin tak pernah berpikir kalau Zayyeed akan meraihnya dalam tidur.
"Aku tahu kau tidak tidur." Tubuh Hanaa terasa menegang saat Zayyeed mengusap pipinya. "Aku tahu sepertiku, kau tidak bisa tidur."
"Si... Siapa bilang? Aku lelah."
Zayyeed terkekeh pelan walau darahnya menderu hingga nyaris meledakkan celananya. "Well, aku lelah berpura-pura, Hanaa. Aku lelah dengan malam-malam panjang saat aku terjaga di sampingmu dan menahan diri. Aku lelah berperan sebagai pria sejati..."
"A... Apa maksudmu?"
"Kau tidak mengerti?"
Hanaa menatapnya lalu mengalihkan pandang dan terpaksa kembali menatap Zayyeed saat ia memaksa.
"Tatap aku!"
"Kau... kau selalu bisa tidur di kamar yang lain."
Seloroh Hanaa memancing tawa Zayyeed. "Kau tahu bukan itu peraturannya, Hanaa."
"Ja... jadi apa yang kau inginkan?" tanya wanita itu, suaranya nyaris tercekik.
Zayyeed berbisik serak sambil menipiskan jarak di antara mereka. "Kau tahu apa yang kuinginkan. Mungkin kita bisa melanjutkan apa yang tadi terjadi di belakang limo."
Hanaa terkesiap halus dan sebelum wanita itu sempat mengatakan apapun, Zayyeed tak memberinya kesempatan. Ia menempelkan bibirnya di atas bibir Hanaa dan berbisik kasar. "Setelah semua yang kulakukan untukmu, tak ada salahnya kau bersikap lebih baik padaku, Hanaa."
Ia memeluk Hanaa lalu berguling bersama dan menempatkan wanita itu di bawah tubuhnya. Ia tidak tahu apakah Hanaa menurut karena terlalu terkejut atau tubuh wanita itu sudah sepanas tubuhnya. Ia sengaja menekankan tubuhnya yang keras ke tubuh lembut Hanaa di bawahnya lalu menangkap kesiap keras wanita itu. Saat itulah Hanaa tersadar dari keterkejutannya, mata yang tadi menatap Zayyeed melebar terkejut dan dia mulai bergerak di bawah Zayyeed.
"Yes, do that, kau hanya akan membuatku semakin bergairah, Hanaa," geram Zayyeed dengan suara serak.
"Ya... Yang Mulia benar-benar lelaki mesum."
Zayyeed menggeram lalu menempelkan hidungnya ke pelipis Hanaa, menghirup aroma memabukkan wanita itu dan setengah dari dirinya membenarkan ucapan Hanaa. Ia memang raja mesum seperti kata wanita itu. Dan saat ini benaknya di penuhi sejuta pikiran kotor tentang apa yang ingin dilakukannya pada Hanaa dan tubuhnya tidak bisa dihentikan.
"Ya, aku memang mesum, Hanaa. It's because of you. Dan aku akan melakukan hal-hal yang lebih mesum dari sekadar menciummu and you'll let me, okay?"
Bibirnya bergerak ke mulut Hanaa dan menutup semua protes lemah dari bibir wanita itu saat ia menguasai mulut Hanaa dengan ciuman brutal. Hasrat Zayyeed menggelora saat kebutuhan primitif menguasainya. Bukan saja mulut wanita itu, Zayyeed akan mencicipi tubuh Hanaa malam ini, ia akan mencicipi banyak bagian dari tubuh selirnya itu dan Hanaa akan membiarkannya. Darahnya menderu hebat saat ia menyusupkan lidahnya yang menuntut ke dalam mulut Hanaa dan menari liar di dalamnya.
Sementata bibir dan lidahnya sibuk, tangan Zayyeed bergerak di antara tubuh mereka. Ia harus melepaskan gaun tidur sialan ini dari tubuh Hanaa dan begitu terburu melakukannya, Zayyeed menarik lepas kancing-kancing di depan gaun tidur sutra wanita itu. Lalu kelembutan kulit Hanaa yang hangat berada di bawah sapuan telapaknya.
"You're so pretty, Hanaa. Aku ingin melihat seberapa cantik tubuh yang selama ini membuatku tergila-gila."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sheikh's Love-Slave
RomanceAna-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
