Ana-Maria Francise Taranu adalah seorang gadis muda penuh mimpi dari sebuah negara kecil di Eropa Timur yang bernama St. Monty. Demi impian dan cintanya, ia mengikuti sang kekasih untuk bekerja di sebuah negara eksotis berbentuk kerajaan di Timur Te...
Yang mau baca cepat, bisa merapat ke Karyakarsa, part 80-81 sudah update. Tapi bagi yang puasa, better after buka ya. Mengandung sedikit adegan 21+
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang suka tema2 middle east, boleh mampir di cerita baru saya di wattpad, mumpung masih on going. Same, this is an adult romance for 21+ only
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luv, Carmen
________________________________________
Apa yang terjadi? Ana-Maria ingat ia hanya berbaring terkejut saat pria itu tiba-tiba mengucapkan selamat malam lalu menjauh.
What was that?
Ia membuka mata, terguncang, berbaring nyalang selama beberapa saat sementara tubuhnya masih berdenyut keras. Ana-Maria merasa terhempas keras, tersentak, terenggut dari nikmat yang nyaris digapainya dan penyebabnya adalah pria itu. Sial! Setelah membakar tubuh Ana-Maria hingga nyaris hangus, Zayyeed harus meninggalkannya seperti itu?
Dada Ana-Maria terasa terbakar oleh rasa frustasi. Ia harus berjuang menstabilkan napasnya sambil mengendalikan tubuhnya yang berdenyut. Ia merapatkan kakinya dan berusaha menekan kembali apapun yang sekarang dirasakannya, berharap panas denyut di tengah tubuhnya mereda. Oh Lord, ia begitu basah dan siap dan Ana-Maria tak percaya Zayyeed meninggalkannya begitu saja.
Apa? Apa yang salah?! Dasar berengsek!
Menahan diri untuk tidak berteriak frustasi, Ana-Maria bangkit dan lari ke dalam kamar mandi. Ia yakin pria itu tak akan kembali dan memutuskan untuk mandi air panas yang lama sebelum menyeret tubuhnya kembali ke ranjang. Namun saat melihat tempat tidur yang berantakan itu, mengingat bagaimana rasanya tangan dan lidah pria itu di...
Stop!
Ana-Maria berbalik lalu memutuskan untuk berbaring di sofa. Oke, hebat! Berapa malam yang harus dihabiskannya seperti ini? Malam-malam tanpa tidur ketika pria itu di dekatnya? Dan kini malam-malam tanpa tidur saat Zayyeed menjauhinya?
Ana-Maria mengeluh keras dan menggosok mukanya hebat. Mengapa? Mengapa ini harus terjadi padanya?!
'Katakan bahwa kau menginginkanku dan aku akan memberimu apa yang kau inginkan, Hanaa.'
Ana-Maria memejamkan matanya, suara Zayyeed yang serak masih membekas dalam ingatannya.
'Tell me! Ask for it!'
Seluruh tubuh Ana-Maria saat itu sudah meneriakkan hal itu. Ya, ya, ya, ia menginginkan Zayyeed, tapi tetap saja saat kata-kata keluar dari mulutnya, semua itu berbalikan dari kata hatinya.
'No.'
Padahal Ana-Maria hanya ingin meneriakkan 'ya'. Tapi ucapan itu tak mau keluar dari mulutnya. Ia tak bisa melakukannya. Ia merasa jika ia mengatakan apa yang ingin didengar oleh Zayyeed, ia akan kalah, ia akan menyerah.
Tapi pagi ini, ketika ia terbangun dengan tubuh yang masih membara oleh gairah yang tak terpuaskan, merasa sakit dan pusing karena pelepasan yang tidak berhasil didapatkan, Ana-Maria bertanya-apa: apakah penting... siapa di antara mereka yang menang? Apakah penting... siapa di antara mereka yang menyerah terlebih dulu? Bukankah itu semua tak penting. Ia menginginkan Zayyeed, Zayyeed menginginkannya, bahkan orang buta pun bisa melihatnya. Tidak mau mengakuinya bukan berarti Ana-Maria bisa mengabaikannya. Tubuhnya sudah mulai sakit merindukan apa yang pernah Zayyeed janjikan, buat apa berpura-pura ia tak menginginkannya, karena Zayyeed bukanlah orang tolol. Seluruh tubuh Ana-Maria menjeritkan kerelaan... yes, yes, she needs it, she wants Zayyeed to fuck her. Puas? Apakah itu yang ingin didengar oleh pria berengsek itu?
Tapi kau akan harus berbagi pria itu dengan puluhan wanita...
Oh, tidak itu lagi! Ana-Maria muak berdebat dengan dirinya sendiri. Tidak ada gunanya. Satu sentuhan Zayyeed dan Ana-Maria akan menyerah. Ia bersedia melupakan fakta bahwa pria itu memiliki puluhan wanita. Kini, saat mereka jauh dari Zaazabyeer, ia bisa berpura-pura. Mereka juga tidak akan bersama selamanya, jadi mari saling memanfaatkan.
Tapi Ana-Maria tidak melihat pria itu lagi sampai makan siang tiba. Mulutnya bahkan membeku ketika melihat Zayyeed di ruang makan dan Ana-Maria duduk canggung di sana menunggu makan siangnya dihidangkan.